400 Aktivis Kemanusiaan Diculik Tentara Israel, Situasi Meningkat Panas

Sekitar 400 aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) dilaporkan diculik oleh pasukan militer Israel setelah kapal bantuan mereka dicegat di perairan internasional. Informasi ini dikonfirmasi oleh Muhammad Husein, Koordinator Indonesian Global Peace Convoy (IGPC) sekaligus peserta GSF, saat tiba di Indonesia pada Sabtu malam, 4 Oktober 2025.

Penangkapan dan Penahanan Aktivis

Menurut Husein, para relawan bukan sekadar diamankan, melainkan secara paksa diculik setelah kapal mereka dibajak oleh tentara Israel. Sebagian besar dari aktivis yang berasal dari berbagai negara kini ditahan di sebuah penjara di wilayah Netop, sekitar 30 kilometer dari perbatasan Mesir. Mereka mendapat pendampingan hukum dari lembaga Palestina. Dari sekitar 400 aktivis tersebut, ada rencana deportasi yang segera dilakukan terhadap sekitar 40 warga dari Turki dan beberapa warga Malaysia, sementara sisanya akan dikembalikan ke negara asalnya.

Tujuan dan Misi Global Sumud Flotilla

Global Sumud Flotilla merupakan misi solidaritas internasional yang secara rutin mengirim kapal bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Kapal-kapal tersebut membawa berbagai kebutuhan penting seperti obat-obatan dan bahan pangan yang sangat dibutuhkan oleh penduduk Gaza yang terdampak konflik berkepanjangan. Namun, upaya tersebut selalu mendapat perlawanan dari pasukan Israel yang beroperasi di sekitar wilayah perairan Gaza.

Tindakan Israel dan Reaksi Internasional

Pencegatan dan pembajakan kapal bantuan GSF oleh militer Israel dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan internasional. Muhammad Husein menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak hanya melanggar hak para relawan kemanusiaan, tetapi juga menghambat upaya penyaluran bantuan vital bagi warga sipil yang memerlukan di Gaza.

Momen ini memicu reaksi luas dari komunitas internasional yang menyerukan agar Israel segera menghentikan tindakan represifnya terhadap para aktivis kemanusiaan dan membuka akses bantuan secara bebas ke wilayah konflik. Penindasan terhadap misi bantuan humaniter seperti ini dianggap akan semakin memperburuk situasi kemanusiaan di Gaza.

Rincian Aktivis yang Ditahan

  1. Total aktivis diculik: sekitar 400 orang dari berbagai negara.
  2. Lokasi penahanan utama: penjara di wilayah Netop, dekat perbatasan Mesir.
  3. Aktivis untuk segera dideportasi: sekitar 40 warga Turki dan beberapa warga Malaysia.
  4. Aktivis lain: akan dipulangkan ke negara asal masing-masing.

Pentingnya Solidaritas Internasional

Aksi Global Sumud Flotilla menggarisbawahi pentingnya solidaritas global dalam membantu masyarakat yang terdampak konflik. Penangkapan paksa aktivis kemanusiaan oleh Israel dianggap sebagai hambatan besar bagi misi kemanusiaan yang sejatinya bertujuan menyelamatkan nyawa dan meringankan penderitaan penduduk Gaza. Langkah internasional diharapkan dapat memberikan tekanan efektif agar hak-hak para pekerja kemanusiaan dihormati dan situasi kemanusiaan di Gaza membaik.

Kejadian ini sekaligus mengingatkan pentingnya penerapan hukum internasional yang melindungi misi kemanusiaan dan menghormati hak asasi manusia, bahkan di tengah sengketa politik dan militer yang kompleks. Komunitas global terus memantau perkembangan situasi dan menyerukan dialog serta langkah damai untuk menyelesaikan konflik yang telah berkepanjangan ini.

Source: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button