Pemerintah Amerika Serikat mengungkapkan penyebab hancurnya kapal selam Titan milik OceanGate yang hilang pada Juni 2023 saat ekspedisi ke bangkai kapal Titanic. Laporan resmi Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) menyatakan bahwa tragedi tersebut merupakan akibat dari kesalahan desain dan kegagalan dalam pengujian kapal, yang mengakibatkan kelemahan struktural fatal.
Kapal selam Titan, yang membawa lima orang termasuk CEO OceanGate Stockton Rush, hilang di kedalaman sekitar 3.800 meter di Samudra Atlantik Utara, hanya beberapa ratus meter dari lokasi bangkai Titanic. Investigasi menunjukkan bahwa proses perancangan Titan tidak memenuhi standar kekuatan dan ketahanan yang seharusnya diterapkan pada kapal selam bertekanan kecil. Kondisi ini menimbulkan risiko besar karena kapal selam tersebut diduga sudah mengalami kerusakan sebelum pelayaran terakhir, namun tetap dipaksa beroperasi tanpa pengujian menyeluruh.
Kegagalan Dalam Desain dan Pengujian
Menurut NTSB, OceanGate gagal melakukan uji teknis yang memadai untuk mengetahui batas kekuatan kapal selam Titan. Pengujian yang tidak lengkap membuat perusahaan tidak menyadari potensi kerusakan struktur yang dapat menyebabkan kehancuran pada tekanan tinggi di kedalaman laut. Hal ini menjadi faktor utama dalam peristiwa tragis yang menyebabkan meledaknya kapal selam saat berada di bawah permukaan laut.
Selain itu, laporan dari Penjaga Pantai Amerika Serikat menyoroti praktik keselamatan yang dianggap sangat cacat dan jauh dari standar industri. Penjaga Pantai menilai OceanGate mengabaikan sejumlah prosedur keselamatan penting yang seharusnya dilaksanakan sebelum pelayaran.
Budaya Kerja dan Pengabaian Keselamatan
Investigasi juga mengungkapkan budaya kerja di OceanGate yang bermasalah. Sejumlah mantan karyawan menyatakan bahwa perusahaan sering mengabaikan isu keselamatan, termasuk dalam tahap perancangan kapal. Seorang teknisi bahkan menegur CEO Stockton Rush karena mengubah status penumpang berbayar menjadi “spesialis misi” agar terhindar dari regulasi yang melarang kapal selam eksperimental membawa penumpang.
Teknisi tersebut juga mengungkapkan komentar kontroversial dari Rush yang menyatakan bahwa jika menghadapi kesulitan dengan Penjaga Pantai AS, ia berencana “membeli anggota kongres” untuk menghilangkan hambatan tersebut. Ungkapan ini menunjukkan pendekatan perusahaan yang kurang bertanggung jawab terhadap aspek regulasi dan keselamatan.
Lemahnya Regulasi dan Rekomendasi Perubahan
NTSB mencatat bahwa lemahnya regulasi nasional maupun internasional juga berkontribusi pada kecelakaan Titan. Pedoman keselamatan untuk kapal selam kecil belum cukup ketat dan belum mampu memastikan perusahaan-perusahaan yang menjalankan operasi semacam ini mematuhi standar industri secara menyeluruh.
Untuk itu, NTSB merekomendasikan agar Penjaga Pantai AS melakukan kajian ulang terhadap peraturan keselamatan kapal selam berpenumpang serta memperbarui regulasi agar lebih ketat. Tujuannya adalah mencegah terjadinya kecelakaan serupa di masa depan dengan memastikan setiap kapal selam yang beroperasi memenuhi standar keamanan yang tinggi.
Dampak dan Langkah Selanjutnya
Setelah terungkapnya penyebab kecelakaan, OceanGate mengumumkan penghentian operasional kapal selam Titan secara permanen. Pemerintah Kanada juga mulai melakukan penyelidikan terkait hilangnya kapal selam wisata tersebut di Atlantik. Keseluruhan kejadian ini menimbulkan peringatan keras bagi industri wisata bawah laut dan pengembangan teknologi kapal selam bertekanan kecil.
Tragedi Titan menjadi pelajaran penting tentang pentingnya penerapan standar keselamatan yang ketat, pengujian teknis lengkap, serta transparansi dalam budaya kerja perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi berisiko tinggi. Pengawasan regulasi yang lebih kuat dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan mutlak diperlukan untuk melindungi nyawa manusia dalam eksplorasi kelautan di masa depan.
Source: mediaindonesia.com





