5 Fakta Unik Proyek Kereta Cepat Jeddah–Riyadh 1.500 Km Bernilai Rp116 T

Arab Saudi tengah gencar membangun proyek jalur kereta cepat yang menghubungkan Jeddah di pesisir Laut Merah dengan Riyadh, ibu kota negara. Proyek ini mengusung konsep transportation modern yang bernilai sekitar Rp116 triliun dan memiliki panjang rute hampir 1.500 kilometer. Tahap pembangunan kereta cepat ini menjadi bagian penting dari Saudi Land Bridge Project yang dikembangkan di bawah visi nasional Vision 2030.

1. Perjalanan Cepat Hanya Kurang dari 4 Jam
Kereta cepat Jeddah-Riyadh dirancang untuk menempuh jarak sejauh 1.500 km hanya dalam waktu kurang dari empat jam. Angka ini sangat signifikan dibandingkan dengan perjalanan darat menggunakan mobil yang biasanya memakan waktu hingga 10 hingga 12 jam. Kecepatan operasional kereta yang diperkirakan mencapai 200 kilometer per jam, akan menghadirkan alternatif transportasi darat yang jauh lebih efisien bagi masyarakat Arab Saudi.

2. Menghubungkan Dua Laut Penting di Arab Saudi
Proyek Land Bridge merupakan terobosan strategis yang berhasil menyatukan jalur transportasi di sepanjang pantai barat (Laut Merah) dan pantai timur (Teluk Arab). Jalur ini tidak hanya memudahkan mobilitas penumpang, melainkan juga memfasilitasi pergerakan barang antara pelabuhan utama Jeddah Islamic Port dan pelabuhan Dammam. Proyeksi efisiensi biaya logistik diperkirakan dapat menekan pengeluaran hingga USD4,2 miliar setiap tahun.

3. Ekspansi Jaringan Kereta Api Nasional
Pembangunan jalur kereta cepat ini turut berkontribusi pada perluasan jaringan rel kereta api nasional Saudi Arabian Railways (SAR). Dari panjang jalur keseluruhan sekitar 5.300 km, proyek ini menargetkan peningkatan hingga lebih dari 8.000 km. Ekspansi ini bukan hanya melalui pembangunan rute baru sepanjang 950 km Jeddah-Riyadh, tetapi juga peningkatan jalur yang sudah ada serta pembentukan pusat logistik baru yang mendukung konektivitas dan efisiensi distribusi.

4. Investasi Fantastis Mendukung Infrastruktur dan Teknologi
Dengan nilai investasi sekitar US$7 miliar atau Rp116 triliun, proyek ini masuk dalam deretan program transportasi paling mahal di kawasan Timur Tengah. Pemerintah Arab Saudi menggandeng berbagai perusahaan internasional untuk membangun infrastruktur rel, memasang sistem sinyal canggih, dan mengaplikasikan teknologi operasi kereta modern. Jalur kereta cepat ini juga akan melayani fasilitas freight line guna mempercepat distribusi barang di seluruh negeri.

5. Tantangan Konstruksi di Kondisi Gurun Ekstrem
Kondisi geografis yang menantang menjadi perhatian utama dalam pembangunan jalur kereta cepat ini. Bagian besar lintasan akan melewati gurun dengan suhu ekstrem yang dapat mencapai lebih dari 50 derajat Celsius di musim panas. Untuk menjaga kestabilan kinerja rel dan kereta, kontraktor menggunakan material khusus tahan panas dan sistem proteksi yang mengantisipasi gangguan akibat pasir gurun, sehingga memastikan keandalan operasi di lingkungan keras tersebut.

Proyek Kereta Cepat Jeddah-Riyadh ini menunjukkan komitmen Arab Saudi dalam mengembangkan infrastruktur transportasi yang tidak hanya modern dan efisien, tetapi juga berkelanjutan serta mampu mengangkat posisi negara tersebut sebagai pusat logistik utama di Timur Tengah. Dengan begitu, Saudi Land Bridge diyakini akan memacu pertumbuhan ekonomi dan mempercepat integrasi regional dalam waktu dekat.

Source: www.medcom.id

Berita Terkait

Back to top button