Kisah Heroik Mayor Ukraina Selamatkan Anak-anak dari Serangan Drone di Kharkiv

Mayor Jenderal Oleksandr Volobuev dari Dinas Perlindungan Sipil Ukraina menunjukkan tindakan heroik saat berhasil menyelamatkan puluhan anak-anak dari serangan drone Rusia di Kharkiv. Pada insiden yang menimpa taman kanak-kanak Honey Academy ini, Volobuev dan timnya segera bergerak setelah menerima laporan serangan, meskipun risiko serangan lanjutan tetap mengancam.

Serangan Drone di Taman Kanak-kanak Honey Academy

Drone Shahed asal Iran yang digunakan dalam serangan ini menghantam gedung dua lantai di distrik Kholodnohirsky, Kharkiv. Bangunan tersebut tidak memiliki target militer di sekitarnya, namun menjadi sasaran karena keberadaan anak-anak di dalamnya. Akibat serangan, bangunan rusak parah dan menimbulkan kepanikan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara tegas mengutuk serangan tersebut. “Tidak ada pembenaran untuk menyerang taman kanak-kanak, dan tidak akan pernah ada,” ujar Zelensky. Ia menambahkan bahwa tindakan Rusia tersebut semakin memperlihatkan keberanian mereka dalam agresi yang dilancarkan.

Evakuasi dan Penyelesaian Darurat

Sebanyak 48 anak berhasil dievakuasi dari ruang bawah tanah tempat mereka berlindung saat serangan berlangsung. Mayor Jenderal Volobuev terlihat dalam foto yang viral menggendong seorang anak perempuan dengan jaket hangat, sebuah simbol keteguhan dan kepedulian di tengah krisis. Salah satu anggota tim penyelamat, Fedir Uhnenko, yang biasanya bertugas sebagai petugas pers, turut serta membantu proses evakuasi dan memberikan kenyamanan bagi anak-anak yang ketakutan. “Ada ketakutan di mata mereka,” ungkap Uhnenko. Ia membantu seorang bocah laki-laki melewati puing dan api, sekaligus memberikan semangat agar tidak merasa trauma.

Dampak Serangan dan Korban

Meskipun semua anak selamat tanpa luka serius, serangan tersebut menyebabkan satu orang dewasa tewas dan sembilan lainnya mengalami luka-luka. Di antaranya terdapat korban wanita dengan luka bakar parah dan satu korban yang kehilangan kaki. Kejadian ini semakin memperlihatkan brutalitas serangan terhadap wilayah sipil tanpa pandang bulu.

Fenomena Serangan Ganda “Double Tap”

Ukraina menuduh Rusia sengaja melakukan serangan ganda atau “double tap” yang dimaksudkan untuk menargetkan petugas penyelamat yang datang membantu korban awal. Serangan kedua yang terjadi sehari setelah insiden di Kharkiv bahkan menewaskan seorang pemadam kebakaran di desa terdekat. Taktik ini menimbulkan risiko besar bagi tim penyelamat dan memperburuk situasi krisis kemanusiaan di wilayah konflik.

Semangat dan Harapan di Tengah Derita

Mayor Jenderal Volobuev menyadari betul risiko yang dihadapinya saat melakukan penyelamatan itu. Namun, ia tetap teguh dengan keyakinan untuk melewati situasi sulit dan memenangkan peperangan ini. Ketika ditanya tentang masa depan anak-anak yang diselamatkannya, Volobuev menanggapi dengan optimisme, “Tentu saja masa depan yang bahagia. Saya ingin semua anak bisa hidup dalam damai.”

Tindakan heroik Volobuev dan timnya tidak hanya menyelamatkan nyawa anak-anak, tetapi juga menjadi simbol keteguhan dan harapan rakyat Ukraina di tengah tekanan invasi. Foto-foto yang tersebar luas memperlihatkan betapa pentingnya peran petugas perlindungan sipil dan penyelamat dalam konflik yang melibatkan serangan terhadap warga sipil.

Peristiwa di Kharkiv ini mengingatkan dunia bahwa korban perang tidak hanya terbatas pada personel militer, tetapi juga anak-anak dan warga sipil tak berdosa yang menjadi sasaran kekerasan. Amerika Serikat serta sejumlah negara Barat telah menyatakan keprihatinan dan mengutuk serangan seperti ini, serta berkomitmen membantu Ukraina mempertahankan kemerdekaan dan keselamatan rakyatnya. (BBC/Z-2)

Source: mediaindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button