Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjadi sorotan utama dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-47 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia. Kehadirannya dianggap sebagai bentuk dukungan Washington terhadap stabilitas dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara. Dalam pertemuan ini, Trump tampil sebagai tokoh yang memperkuat komitmen dialog dan kerja sama regional yang menjadi fondasi utama bagi menjaga keamanan dan kerjasama di tengah situasi geopolitik global yang semakin dinamis.
KTT ASEAN ke-47 dan Deklarasi Perdamaian
KTT ASEAN kali ini berlangsung dengan sejumlah keputusan penting, termasuk penandatanganan deklarasi bersama yang menegaskan komitmen anggota ASEAN terhadap dialog terbuka, perdamaian, dan multilateralisme. Deklarasi bersama ini menjadi respons tegas terhadap berbagai tantangan yang muncul dari perubahan politik dan ekonomi dunia. Salah satu pencapaian utama adalah kesepakatan perdamaian antara Kamboja dan Thailand, dua negara yang sebelumnya memiliki ketegangan terkait wilayah perbatasan. Kesepakatan yang diraih dinilai sebagai tonggak baru yang memperkokoh persatuan dan solidaritas di antara negara-negara anggota ASEAN.
Peran Donald Trump dalam Memperkuat Perdamaian
Analisis dari pakar Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, menekankan peran penting Presiden Donald Trump dalam KTT kali ini. Menurut Rezasyah, Trump sukses menampilkan dirinya sebagai jembatan perdamaian, walaupun beberapa ide besar yang diajukan terkadang sulit diimplementasikan. “Presiden Donald Trump berhasil membuktikan kepada dunia bahwa dirinya mampu menjadi perajut perdamaian di seluruh belahan bumi,” kata Rezasyah. Dukungan langsung dari pemimpin AS dianggap memberikan sinyal kuat terhadap komitmen Amerika Serikat dalam menjaga stabilitas Asia Tenggara.
Rezasyah juga menilai bahwa perdamaian antara Kamboja dan Thailand berpotensi bertahan selama kedua negara dapat mengelola wilayah perbatasannya secara efektif dan tidak terpengaruh oleh dinamika ekonomi kelompok non-negara yang bisa mengganggu stabilitas politik kawasan. Keberhasilan penyelesaian konflik ini diyakini akan memperkuat kerjasama bilateral serta konsolidasi di tingkat regional ASEAN.
Manfaat Ekonomi dan Keikutsertaan Timor Leste
Selain isu perdamaian, KTT ASEAN ke-47 turut membahas peluang ekonomi penting bagi negara-negara berkembang di Asia Tenggara. Timor Leste menjadi salah satu negara yang paling diuntungkan oleh momentum ini. Sebagai anggota terbaru ASEAN, Timor Leste mendapat kesempatan untuk mempelajari mekanisme ASEAN Plus Three yang mencakup kerja sama dengan tiga kekuatan ekonomi utama Asia, yakni Jepang, Republik Korea, dan Tiongkok.
Menurut Teuku Rezasyah, posisi unik Timor Leste membuka peluang untuk menjajaki berbagai investasi di sektor-sektor strategis seperti pertanian, kehutanan, kelautan, dan perikanan. Potensi besar ini diharapkan dapat mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Timor Leste, sekaligus memberikan kontribusi positif pada integrasi ekonomi kawasan. Hal ini sekaligus menjadi indikator penting bagaimana ASEAN memperluas perannya tidak hanya sebagai komunitas politik dan keamanan, tetapi juga sebagai motor pertumbuhan ekonomi regional.
Dukungan Global dan Implikasi KTT ASEAN
Partisipasi Presiden Donald Trump dalam KTT ASEAN ke-47 menunjukkan bagaimana peran negara-negara besar dunia dapat memengaruhi dinamika kawasan Asia Tenggara. Konferensi ini menegaskan kembali perlunya dialog terbuka dan kerja sama internasional dalam menghadapi berbagai tantangan, seperti perbatasan, keamanan, hingga pertumbuhan ekonomi. Dengan keterlibatan sejumlah negara besar, termasuk Amerika Serikat, ASEAN bisa menunjukkan kesiapannya dalam memperkuat perdamaian sekaligus membangun zona ekonomi yang inklusif.
Selain itu, emosi yang terlihat pada saat penandatanganan deklarasi penerimaan Timor Leste sebagai anggota resmi ASEAN juga menandai momen simbolik yang mempertegas aspirasi kawasan untuk terus memperluas solidaritas dan inklusivitas. ASEAN semakin menegaskan diri sebagai salah satu blok regional yang penting di panggung dunia, didukung oleh komitmen bersama para anggotanya dan dukungan mitra global.
Secara keseluruhan, KTT ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur bukan hanya sekadar ajang diplomasi biasa, melainkan menjadi moment strategis yang menonjolkan peran tokoh dunia seperti Donald Trump dalam memperkuat komitmen perdamaian dan dialog di Asia Tenggara di tengah ketidakpastian geopolitik global. Upaya bersama ini diharapkan dapat membangun fondasi yang lebih kokoh bagi stabilitas dan kemakmuran kawasan di masa depan.
Source: mediaindonesia.com





