China Kirim Astronaut Termuda & 4 Tikus ke Luar Angkasa dalam Misi Shenzhou-21

China berhasil mengirim tiga astronaut ke Stasiun Luar Angkasa Tiangong, salah satunya merupakan astronaut termuda di negara tersebut, dalam misi Shenzhou-21 yang resmi merapat pada Sabtu pagi, 1 November 2025. Selain manusia, misi ini juga membawa empat tikus percobaan sebagai bagian dari eksperimen biologis pertama untuk hewan pengerat dalam orbit, menandai langkah penting dalam program luar angkasa ambisius China.

Peluncuran dan Kedatangan di Tiangong

Pesawat luar angkasa Shenzhou-21 yang membawa awak misi lepas landas sekitar tiga setengah jam sebelum berhasil merapat di stasiun luar angkasa pada pukul 3.22 pagi waktu setempat (19.22 GMT). Peluncuran berlangsung di Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan yang berlokasi di wilayah barat laut China, menggunakan roket Long March-2F, teknologi andalan dalam program eksplorasi luar angkasa China.

Profil Awak Misi Shenzhou-21

Tim awak Shenzhou-21 terdiri dari tiga astronaut, yakni komandan misi sekaligus pilot veteran Zhang Lu, insinyur penerbangan Wu Fei yang berusia 32 tahun dan menjadi astronaut termuda China dalam misi berawak, serta spesialis muatan Zhang Hongzhang. Ketiganya memberikan isyarat perpisahan kepada keluarganya dan rekan kerja di gurun Gobi, lokasi peluncuran yang terpencil. Zhang Lu menyatakan keyakinannya bahwa tim akan kembali dengan membawa kesuksesan penuh kepada tanah air dan rakyat China.

Wu Fei, dalam kesempatan konferensi pers sebelum peluncuran, mengungkapkan rasa beruntung dan antusiasmenya menjalani misi pertamanya di luar angkasa. Dengan latar belakang sebagai insinyur penerbangan, Wu Fei menjadi simbol generasi baru astronaut China yang membawa harapan besar bagi kemajuan program luar angkasa nasional.

Eksperimen Biologis dan Inovasi Teknologi

Berbeda dari misi sebelumnya, Shenzhou-21 turut membawa empat tikus percobaan, terdiri dari dua jantan dan dua betina, untuk diuji dalam eksperimen biologis gravitasi mikro di orbit luar angkasa. Ini merupakan percobaan pertama bagi hewan pengerat dalam program luar angkasa China yang bertujuan untuk memahami bagaimana organisme kecil bereaksi terhadap lingkungan ruang angkasa.

Eksperimen ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan China untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi terkait biologi antariksa, yang diharapkan dapat mendukung misi-misi berawak jangka panjang, termasuk rencana eksplorasi dan pembangunan pangkalan di Bulan.

Misi Jangka Panjang dan Ambisi China dalam Luar Angkasa

Program Stasiun Luar Angkasa Tiangong merupakan proyek strategis China yang mengandalkan pergantian awak setiap enam bulan untuk menjaga operasi stasiun tetap berjalan dengan baik. Dalam beberapa tahun terakhir, China mengalokasikan anggaran miliaran dolar demi mengejar ketertinggalan dari Amerika Serikat dan Rusia dalam perlombaan eksplorasi luar angkasa.

Rencana besar China mencakup pengiriman misi berawak ke Bulan pada akhir dekade 2020-an dengan tujuan akhirnya membangun pangkalan permanen di permukaan bulan. Program Shenzhou-21 dan eksperimen yang diusungnya menjadi bagian dari tahapan penting dalam mencapai visi tersebut, sekaligus memperkuat posisi China sebagai kekuatan utama dalam bidang antariksa.

Dukungan dan Persepsi Publik

Keberhasilan peluncuran dan operasi awak Shenzhou-21 disambut positif oleh pemerintah China, media nasional, dan masyarakat. Tanggapan ini terlihat dari perhatian luas yang diberikan media pemerintah seperti Xinhua dan reportase mendalam oleh Channel News Asia. Astronaut termuda Wu Fei, misalnya, menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menekuni bidang sains dan teknologi.

Selain itu, misi ini menegaskan kapasitas China dalam mengelola stasiun luar angkasa dengan awak manusia dan eksperimen ilmiah yang kompleks, mempersiapkan kondisi untuk kolaborasi internasional dan pengembangan teknologi ruang angkasa lebih lanjut pada masa depan.

Shenzhou-21 membawa harapan baru bagi kemajuan eksplorasi ruang angkasa China serta memberikan data berharga dalam bidang sains yang dapat menunjang berbagai program inovatif di kemudian hari. Segala hasil dan temuan dari misi ini akan sangat dinantikan oleh para ilmuwan dan pengamat teknologi antarabangsa.

Source: www.medcom.id

Berita Terkait

Back to top button