Kasus Cacar Monyet Terdeteksi di Luar Afrika, Termasuk Malaysia dan Negara Lain

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan adanya deteksi kasus cacar monyet atau mpox di beberapa negara di luar Afrika, termasuk Malaysia, Namibia, Belanda, Portugal, dan Spanyol. Kasus baru ini menunjukkan adanya penyebaran Clade Ib MPXV, jenis virus mpox yang sebelumnya belum terdeteksi di wilayah-wilayah tersebut.

Mpox adalah infeksi virus yang menyebar melalui kontak dekat antarindividu, dengan gejala utama berupa demam, nyeri, dan munculnya lesi bernanah di kulit. Meski gejala umumnya ringan, penyakit ini tetap berpotensi mengancam jiwa, terutama bagi anak-anak dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Penularan awal virus ini diduga berasal dari hewan liar, khususnya hewan pengerat, sebelum kemudian menyebar ke manusia.

Selama beberapa dekade terakhir, wabah mpox terutama terpusat di Kongo, yang menjadi negara dengan kasus terbesar. Namun sejak beberapa tahun terakhir, virus ini menunjukkan pola penyebaran yang berbeda, dengan serangan yang meluas ke berbagai negara dan populasi. Sebagian besar kasus baru dilaporkan terjadi di kalangan pria yang berhubungan seks dengan pria, yang menyebabkan WHO menetapkan wabah ini sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (PHEIC) pada musim panas tahun 2024.

Lonjakan kasus mpox di wilayah Afrika dan negara-negara lain pada tahun 2024 memicu peningkatan kewaspadaan global. WHO bahkan menetapkan status PHEIC sebagai tingkat darurat tertinggi, hanya diberikan pada empat penyakit lain sebelumya. Namun seiring dengan menurunnya jumlah kasus dalam beberapa bulan terakhir, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada 5 September 2024 mengumumkan pengakhiran status PHEIC untuk mpox. Keputusan ini berdasarkan rekomendasi dari komite penasihat WHO, meski epidemi mpox masih terus terjadi di beberapa daerah di Afrika.

Deteksi Kasus Mpox di Malaysia dan Negara Lain

Deteksi kasus mpox di Malaysia menandai pentingnya kewaspadaan di kawasan Asia Tenggara. Meskipun belum menjadi wabah besar seperti di Afrika atau Eropa, kemunculan virus ini di luar wilayah endemik menunjukkan potensi penyebaran yang lebih luas. Saat ini, Malaysia bersama beberapa negara lain mencatat adanya Clade Ib MPXV, yang sebelumnya belum pernah dilaporkan oleh WHO di wilayah tersebut.

Kasus yang ditemukan biasanya ditandai dengan munculnya lepuh atau lesi bernanah yang menyakitkan di berbagai bagian tubuh, terutama pada tangan dan wajah. Penularan antar manusia terjadi melalui kontak fisik langsung, termasuk kontak dengan cairan dari lesi, dan kontak dekat lainnya. Oleh karena itu, pengendalian dan skrining dini menjadi sangat penting untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Risiko dan Penanganan

Mpox berpotensi menimbulkan komplikasi serius terutama bagi anak-anak dan orang dengan imun yang terganggu. Penanganan medis sejauh ini difokuskan pada mengurangi gejala dan mencegah infeksi sekunder. Vaksinasi terhadap beberapa jenis cacar juga dinilai dapat memberikan perlindungan silang terhadap virus mpox, sehingga negara-negara dihadapkan pada kebutuhan untuk meningkatkan kesiapsiagaan vaksin.

WHO terus memantau perkembangan wabah dan mengimbau masyarakat serta pihak berwenang di seluruh dunia untuk meningkatkan kewaspadaan. Informasi yang cepat dan akurat mengenai gejala serta cara penularan sangat penting untuk mencegah penyebaran virus ini.

Data dan Fakta Penting

  1. Virus mpox menyebar melalui kontak dekat antarindividu.
  2. Gejala utama berupa demam, lesi bernanah, dan flu ringan.
  3. Kasus mpox di luar Afrika kini terdeteksi di Malaysia, Namibia, Belanda, Portugal, dan Spanyol.
  4. Wabah tahun 2024 telah menyebabkan WHO menetapkan PHEIC sebelum akhirnya dicabut pada September 2024.
  5. Mpox memiliki risiko kematian lebih tinggi pada anak-anak dan pasien imunokompromais.

Meski saat ini status mpox tidak lagi sebagai darurat kesehatan internasional, peningkatan kasus di beberapa negara mengingatkan pentingnya pengawasan dan pencegahan berkelanjutan, khususnya di negara-negara yang baru mengalami deteksi virus ini. Hal ini menjadi perhatian global mengingat potensi virus untuk menyebar secara cepat melalui kontak langsung dalam komunitas.

Source: mediaindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button