Zohran Mamdani resmi terpilih sebagai Wali Kota New York setelah memenangkan pemilihan umum pada 4 November 2025. Kemenangan ini menandai perubahan signifikan dalam lanskap politik kota sekaligus mengakhiri dominasi dinasti politik lama.
Dalam pidato kemenangannya, Mamdani menegaskan bahwa warga New York telah berhasil menggulingkan dinasti politik yang telah bertahan lama. “Masa depan ada di tangan kita, teman-teman. Kita telah menggulingkan dinasti politik,” ujarnya dengan tegas di atas mimbar di Brooklyn, seperti dikutip dari YouTube ABC News.
Partisipasi pemilih pada pemilu kali ini mencatat rekor baru dengan lebih dari dua juta orang memberikan suara. Jumlah ini melonjak drastis dibandingkan pemilu 2021 yang hanya mencapai sekitar 1,15 juta pemilih.
Zohran Mamdani berhasil mengalahkan dua pesaing kuat, yaitu Andrew Cuomo yang maju sebagai kandidat independen dan Curtis Sliwa dari Partai Republik. Mamdani memperoleh 50,5 persen suara dari 85 persen suara yang sudah dihitung, menegaskan posisinya sebagai pemenang yang sah.
Pria berusia 34 tahun ini akan dilantik sebagai Wali Kota New York ke-111 pada hari Tahun Baru 2026. Selain menjadi pemimpin termuda, dia juga mencatatkan sejarah sebagai Muslim pertama yang memimpin kota dengan populasi Yahudi terbesar di dunia.
Mamdani membawakan platform kerja progresif dengan sejumlah kebijakan ambisius dan kontroversial. Di antaranya adalah pendirian toko swalayan milik negara, penyediaan layanan bus cepat dan gratis, serta pembekuan harga sewa di beberapa perumahan.
Dalam mendanai kebijakan tersebut, ia berencana meningkatkan pajak kaum kaya untuk memastikan anggaran yang dibutuhkan mencukupi. Sikap tegas ini bahkan membuatnya dijuluki sebagai “mimpi terburuk Donald Trump” sejak Agustus lalu.
“Kita menang karena warga New York membiarkan diri mereka berharap bahwa hal yang mustahil bisa menjadi mungkin,” kata Mamdani menegaskan kemenangan dengan penuh rasa optimisme.
Zohran Mamdani juga tidak hanya menjadi figur politik semata, tetapi sosoknya dan keluarganya kini menarik perhatian publik luas. Istrinya, Rama Duwaji, dianggap sebagai salah satu pilar penting di balik kesuksesan karir politik Mamdani.
Perjalanan politik Mamdani menunjukkan pergeseran nilai dan aspirasi warga New York. Electorate kota terbesar di Amerika Serikat ini telah memilih sosok baru yang menawarkan harapan dan perubahan setelah bertahun-tahun dikuasai oleh elite politik lama.
Dengan posisi barunya sebagai Wali Kota, tantangan besar menanti Zohran Mamdani. Ia harus mampu mewujudkan janji kebijakan progresif serta membangun koalisi yang kuat untuk menghadapi beragam kepentingan dan resistensi.
Kemenangan ini sekaligus menjadi refleksi keinginan warga New York untuk memperbaiki pemerintahan dengan wajah dan ide-ide segar. Ke depan, pengaruh politik Mamdani akan menjadi sorotan bukan hanya dalam konteks lokal tapi juga nasional.
Seiring pelantikannya pada awal 2026, publik dan pengamat politik akan menunggu implementasi kebijakan-kebijakan Mamdani. Keberhasilan atau kegagalannya akan menjadi tolak ukur baru bagi era kepemimpinan di salah satu kota paling penting di dunia.





