Ajang Miss Universe 2025 menjadi sorotan internasional setelah insiden penghinaan yang dialami oleh wakil Meksiko. Pada acara pra-kontes, Direktur Miss Universe Thailand, Nawat Itsaragrisil, memarahi Fatima Bosch di depan banyak peserta.
Nawat menuduh Fatima gagal mempromosikan konten yang diminta. Ketika Fatima mencoba menjelaskan, Nawat memanggil petugas keamanan dan mengancam siapa saja yang mendukung Fatima akan didiskualifikasi.
Reaksi Kontestan dan Publik
Peristiwa tersebut terekam kamera dan menjadi viral di media sosial. Fatima Bosch akhirnya meninggalkan ruangan akibat tekanan tersebut. Beberapa kontestan lainnya, seperti Miss Denmark Victoria Kjaer Theilvig, ikut walkout sebagai tanda solidaritas.
Victoria menyatakan bahwa ia aksi tersebut untuk membela hak perempuan yang direndahkan. Dia menilai perilaku Nawat sangat tidak sopan dan seharusnya tidak terjadi di ajang sebesar Miss Universe.
Pernyataan Resmi Miss Universe Organization (MUO)
Presiden MUO, Raul Rocha, secara tegas mengutuk perilaku Nawat. Rocha menyebut tindakan tersebut “kejam, mempermalukan, dan kurang menghormati” Fatima Bosch.
Rocha menilai memanggil petugas keamanan untuk mengintimidasi peserta adalah pelecehan serius. MUO berencana membatasi keterlibatan Nawat dalam acara, dan mempertimbangkan langkah hukum atas insiden ini.
Tekanan Terhadap Nawat dan Permintaan Maaf
Usai kontroversi meluas, Nawat Itsaragrisil mengeluarkan permintaan maaf. Ia membantah kata-kata kasar seperti yang diberitakan, namun mengaku telah melakukan kesalahan.
Ia meminta maaf kepada Fatima dan seluruh kontestan yang merasa tersinggung akibat perlakuannya. Meski begitu, video klarifikasi Nawat tetap menuai kritik tajam dari berbagai pihak.
Dampak Insiden bagi Miss Universe 2025
Meskipun kericuhan ini mencoreng suasana, rangkaian acara Miss Universe tetap berjalan. Para peserta melanjutkan serangkaian kegiatan di Bangkok pada 5 November 2025.
Namun, insiden ini menjadi catatan hitam bagi penyelenggaraan Miss Universe 2025. Kompetisi ini sejatinya bertujuan memberdayakan perempuan secara global, bukan merendahkan mereka di depan umum.
Fakta Penting Terkait Insiden
- Peristiwa terjadi pada 4 November 2025 di acara pra-kontes.
- Nawat Itsaragrisil adalah Direktur Miss Universe Thailand.
- Fatima Bosch adalah wakil dari Meksiko dalam kontes ini.
- Miss Denmark dan beberapa peserta lain melakukan walkout sebagai bentuk solidaritas.
- MUO mengutuk dan memberi sanksi terhadap Nawat.
Insiden ini mengingatkan pentingnya menjaga martabat dan sikap hormat dalam kompetisi internasional. Ajang sebesar Miss Universe seharusnya menjadi platform yang mempromosikan kesetaraan dan dukungan antar peserta.
Publik dan para pendukung berharap agar pihak penyelenggara dapat mengambil tindakan tegas agar situasi serupa tidak terulang di masa depan. Komitmen untuk pemberdayaan perempuan harus dijunjung tinggi tanpa kompromi.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com




