Zohran Mamdani, politisi muda Partai Demokrat berusia 34 tahun, baru saja meraih kemenangan dalam pemilihan Wali Kota New York yang digelar pada 5 November 2025. Kemenangan ini menjadikannya wali kota termuda dalam lebih dari satu dekade sekaligus pria Muslim pertama dan keturunan Asia Selatan pertama yang memimpin kota terbesar di Amerika Serikat.
Dalam pidato kemenangannya pada Kamis (6/11/2025), Mamdani langsung menyasar Presiden Donald Trump, yang juga berasal dari New York dan memiliki karier bisnis di sana. Ia menyatakan, “Cara membuat seorang pelaku kekerasan takut adalah dengan menghancurkan kondisi yang memberinya kekuasaan,” seraya menantang Trump untuk “menguatkan volumenya” karena ia tahu sang mantan presiden sedang mengawasi pidatonya.
Pernyataan Mamdani tersebut dianggap sebagai deklarasi perang politik yang nyata. Trump pun merespons secara singkat melalui platform Truth Social dengan pesan singkat, “Sudah dimulai!” yang mengindikasikan ketegangan politik semakin memanas antara keduanya.
Ahli strategi Partai Demokrat Basil Smikle mengungkapkan dinamika hubungan Mamdani dan Trump. “Mereka berdua sama-sama lahir di New York, tetapi mengejar tujuan yang sepenuhnya berlawanan,” katanya kepada media The Hill. Pernyataan ini mempertegas adanya pertentangan yang tajam antara agenda progresif Mamdani dan kebijakan konservatif Trump.
Zohran Mamdani lahir pada 1991 dari pasangan keturunan India yang tinggal di Uganda. Ia menghabiskan masa kecilnya di Cape Town, Afrika Selatan, sebelum pindah ke New York pada usia tujuh tahun. Mamdani adalah lulusan Bowdoin College dengan fokus studi Afrika dan pernah bekerja sebagai konselor perumahan di Queens. Sosoknya dikenal aktif dalam isu sosial dan hak-hak imigran, serta pernah berkecimpung di dunia musik rap dengan nama Mr Cardamom.
Pemilihan Mamdani juga menandai perubahan besar dalam lanskap politik New York. Ia mengusung agenda pro-imigrasi dan kebijakan sosial progresif yang bertujuan memperbaiki kehidupan kelas pekerja. Beberapa janji kampanyenya meliputi:
1. Transportasi bus kota gratis
2. Kenaikan upah minimum hingga tahun 2030
3. Biaya penitipan anak yang terjangkau
4. Kebijakan menjaga stabilitas harga sewa rumah
5. Pajak yang lebih tinggi untuk perusahaan besar dan 1% warga terkaya
Di tengah kemenangan tersebut, Mamdani juga menegaskan sikap keras melawan kebijakan imigrasi yang diberlakukan oleh Donald Trump. Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai ancaman nyata terhadap keberagaman dan identitas New York.
Menanggapi ancaman dari Trump yang menyebut pemerintah federal dapat memotong dana untuk kota New York, Mamdani menyatakan keteguhan sikapnya. Ia menyoroti fakta bahwa pada tahun fiskal 2026, dana federal untuk kota New York mencapai US$ 7,4 miliar atau sekitar 6,4% dari total anggaran kota. Mamdani percaya bahwa New York bisa menjadi contoh nasional dalam melawan kebijakan Trump.
Untuk memperkuat pertahanan hukum dan administratif, Mamdani mengumumkan rencana penambahan 200 pengacara di Departemen Kehakiman kota. Ia siap menghadapi segala upaya penyalahgunaan kekuasaan yang mungkin dilakukan Gedung Putih terhadap pemerintahannya.
Selain itu, Mamdani menanggapi ancaman pengerahan Garda Nasional oleh Trump dengan sindiran kepada Partai Republik. Ia mengingatkan bahwa sebagian besar negara bagian dengan tingkat kejahatan tinggi justru dikuasai oleh Partai Republik dan menyarankan Trump untuk mengirim pasukan ke wilayah tersebut jika serius soal keamanan.
Penasihat senior Demokrat David Axelrod melihat gaya retoris Mamdani yang menantang Trump sebagai pedang bermata dua. Menurut Axelrod, adu mulut dengan Trump bukanlah strategi yang paling cerdas, meskipun mempertahankan sikap tegas menjadi penting jika kota ini terus diserang.
Sementara analis politik Anthony Coley memprediksi konfrontasi antara Mamdani dan Trump akan berlangsung sengit. Ia juga menilai bahwa keberhasilan Mamdani dalam memobilisasi pemilih muda, termasuk di antara pendukung Trump sebelumnya, memberikan keunggulan politik yang signifikan bagi wali kota baru ini.
Pemilihan Zohran Mamdani membuka babak baru dalam politik New York. Dengan sikap yang berani dan agenda progresif, pertempuran politik antara Mamdani dengan Trump diperkirakan akan menjadi sorotan utama di tahun-tahun mendatang.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com




