Kisah Gaun Desainer Palestina yang Mewarnai Malam Kemenangan Wali Kota New York

Istri wali kota New York terpilih, Rama Duwaji, menarik perhatian saat mendampingi suaminya, Zohran Mamdani, dalam malam kemenangan di Brooklyn Paramount Theater pada 4 November lalu. Penampilan publik perdana Duwaji sebagai first lady termuda New York ini langsung ramai dibicarakan karena gaun yang dikenakannya penuh makna dan memiliki nilai simbolik mendalam.

Duwaji tampil elegan dengan busana hitam berbahan denim berukir laser rancangan desainer muda Zeid Hijazi. Label asal London ini milik desainer keturunan Palestina-Yordania yang dikenal memadukan folklor Timur Tengah dengan sentuhan futuristik Arab. Gaun tersebut memiliki potongan basque waist yang memperkuat kesan modern namun tetap kaya akan nilai tradisional.

Gaun Simbolik dan Pesan Solidaritas

Gaun yang dikenakan Duwaji pada malam kemenangan bukan sekadar pilihan mode, tetapi juga sebuah pernyataan politik dan kemanusiaan. Hijazi menggambarkan karyanya sebagai eksplorasi misteri Timur Tengah dengan nuansa futuristik dan distopia. Desain tersebut menggabungkan keindahan kerajinan tradisional dengan estetika mode kontemporer nan kuat.

Dengan busana ini, Duwaji secara simbolis menyampaikan solidaritasnya terhadap perjuangan Palestina. Hal ini sejalan dengan sikap vokal Duwaji yang dikenal aktif mengkritik kebijakan kontroversial dan mendukung isu-isu kemanusiaan. Sebelumnya, ia juga mengecam kebijakan mantan Presiden AS Donald Trump dan tindakan Israel di wilayah Palestina.

First Lady Termuda dengan Identitas Kuat

Rama Duwaji berusia 28 tahun dan memegang peran sebagai first lady termuda dalam sejarah Kota New York. Anak muda berdarah Suriah dan penekun seni ini membawa pesan kuat tentang keberagaman dan inklusivitas budaya di kota yang multietnis seperti New York. Dalam pidato kemenangan suaminya, Mamdani menekankan pentingnya melindungi seluruh warga dan merawat keberagaman di masyarakat.

Penampilan publik Duwaji juga memperlihatkan identitas Arab yang berkelas, memberi ruang dalam panggung politik besar sekaligus menjadi bentuk representasi budaya yang langka di tingkat pemerintahan kota besar di Amerika Serikat.

Profil Rama Duwaji dan Zohran Mamdani

Rama Duwaji dikenal sebagai animator dan illustrator yang karya-karyanya telah ditampilkan di media internasional bereputasi seperti BBC News, The New York Times, The Washington Post, Vice, dan dipamerkan di Museum Tate Modern, London. Suaminya, Zohran Mamdani, yang berdarah India, membuat sejarah sebagai wali kota Muslim pertama Kota New York.

Pasangan ini menikah pada Desember 2024 dan bersama-sama mencerminkan wajah baru politik kota yang lebih inklusif dan progresif. Mamdani, dengan dukungan istrinya, berkomitmen melanjutkan perjuangan untuk kota yang adil dan ramah terhadap semua komunitas.

Makna Mendalam di Balik Busana

Pemilihan gaun oleh Duwaji menjadi sorotan bukan hanya karena keindahannya, tetapi pesan yang disampaikan secara halus kepada publik global. Gaun karya Zeid Hijazi menunjukkan bagaimana seni dan mode dapat menjadi alat ekspresi politik dan budaya sekaligus media komunikasi sosial yang efektif.

Lewat busana itu, Duwaji mengajak publik internasional untuk melihat realitas Timur Tengah dari perspektif yang lebih manusiawi dan kompleks. Ini sekaligus membuka diskursus tentang bagaimana identitas Arab dan Palestina dapat diangkat di panggung dunia melalui medium seni dan mode.

Dengan keberanian dan pilihan simbolik tersebut, Rama Duwaji bukan hanya mengenakan sebuah gaun, melainkan juga membawakan cerita besar tentang solidaritas, sejarah, dan harapan dari sebuah wilayah yang penuh liku. Penampilannya di malam kemenangan Mamdani menjadi momentum penting bagi representasi masyarakat Arab dan Palestina dalam kancah politik dan budaya Amerika Serikat.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button