Gempa bumi berkekuatan 6,9 skala Richter mengguncang lepas pantai Prefektur Iwate, Jepang, pada Minggu malam, 9 November 2023. Peristiwa ini memicu gelombang tsunami kecil setinggi 20 sentimeter serta sejumlah gempa susulan yang terjadi hingga pukul 20.30 waktu setempat.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan gempa awalnya tercatat bermagnitudo 6,7 sebelum dikoreksi menjadi 6,9. Gempa ini menghasilkan intensitas shindo 4 pada skala seismik Jepang di beberapa kota, termasuk Morioka dan Yahaba di Prefektur Iwate serta Wakuya di Miyagi.
Peringatan dan Dampak Tsunami
Setelah gempa utama, JMA mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir Iwate dengan potensi gelombang hingga 1 meter. Peringatan ini diikuti dengan gelombang tsunami yang tercatat setinggi 20 sentimeter di Pelabuhan Ofunato dan Kuji.
Peringatan tsunami dicabut pada pukul 20.00 setelah dinilai aman. Meski gelombang kecil, evakuasi dan kewaspadaan tinggi diterapkan di sejumlah kota pesisir. Langkah ini sebagai tindakan pencegahan menghadapi potensi gelombang susulan.
Gempa Susulan dan Kondisi Wilayah
Hingga pukul 20.30, terjadi 11 kali gempa susulan, termasuk satu gempa berkekuatan 6,3 skala Richter dengan intensitas shindo 3. Meski demikian, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa atau kerusakan berat akibat gempa susulan.
Gangguan operasional sempat terjadi pada kereta cepat Tohoku Shinkansen akibat kehilangan daya listrik di antara Stasiun Sendai dan Shin-Aomori. Namun, layanan tersebut kini sudah berangsur pulih secara bertahap.
Keamanan Pembangkit Listrik dan Imbauan Pemerintah
Tohoku Electric Power memastikan tidak ada masalah pada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Onagawa di Prefektur Miyagi pascagempa. Keamanan fasilitas ini menjadi fokus pemerintah untuk mencegah potensi bahaya radiasi.
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengimbau masyarakat agar menjauhi wilayah pantai dan tetap waspada terhadap gempa susulan dan potensi tsunami tambahan. Ia menegaskan pentingnya kesiapsiagaan untuk keselamatan publik.
Potensi Gempa Lebih Besar
Dalam konferensi pers, pejabat Badan Meteorologi Jepang menyoroti kemungkinan gempa dengan kekuatan serupa atau bahkan lebih kuat masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. Hal ini mengharuskan kewaspadaan terus dijaga di wilayah terdampak.
Jepang, sebagai negara yang rawan gempa bumi, terus meningkatkan sistem peringatan dini dan respons evakuasi. Data gempa di Iwate menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi risiko seismik dan tsunami di kawasan ini.
Langkah Kesiapsiagaan Masyarakat
- Ikuti instruksi evakuasi dari pemerintah setempat segera setelah terjadi gempa besar.
- Hindari daerah pesisir yang berpotensi terdampak tsunami.
- Simpan informasi kontak darurat dan siapkan perlengkapan darurat.
- Pantau informasi resmi dari Badan Meteorologi Jepang dan sumber terpercaya lainnya secara berkala.
- Waspadai gempa susulan yang mungkin terjadi setelah gempa utama.
Kejadian gempa dan tsunami kecil di Prefektur Iwate menjadi contoh nyata betapa pentingnya sistem mitigasi bencana di Jepang. Pemerintah dan masyarakat terus bekerja sama untuk meminimalkan risiko dan dampak dari gempa bumi dan tsunami di masa mendatang.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com




