Jejak Kudeta Gagal Yoon Suk Yeol Terungkap, Kepala Inteljen Korea Selatan Ditangkap!
Kasus politik Korea Selatan kembali bergolak setelah mantan Kepala Badan Intelijen Nasional (NIS), Cho Tae-yong, ditangkap pada 12 November 2025. Penangkapan ini merupakan bagian dari penyelidikan upaya kudeta gagal yang melibatkan mantan Presiden Yoon Suk Yeol.
Cho Tae-yong diduga tidak melaporkan rencana penahanan beberapa pemimpin politik penting di bawah deklarasi darurat militer yang dideklarasikan Yoon pada 3 Desember 2024. Faktanya, Cho telah mengetahui rencana tersebut secara rinci, namun tidak memberitahu Majelis Nasional Korea Selatan.
Dugaan Pelanggaran dan Penahanan Pemimpin Politik
Cho tidak hanya gagal melaporkan rencana tersebut, tetapi juga diduga berperan dalam menutupi tindakan militer yang berencana menahan pemimpin oposisi Lee Jae Myung dan pemimpin partai berkuasa Han Dong-hoon. Kegagalan ini memperkuat dugaan adanya upaya sistematis menutup-nutupi langkah kontroversial mantan presiden Yoon.
Deklarasi darurat militer oleh Yoon yang dinyatakan pada Desember 2024 memicu krisis politik hebat. Yoon menuduh pihak oposisi bersimpati pada Korea Utara dan merencanakan pemberontakan, sementara unit militer dilaporkan telah memblokir gedung parlemen. Namun, deklarasi tersebut hanya bertahan beberapa jam dan segera dicabut oleh parlemen.
Dampak Politik dan Hukum Bagi Yoon Suk Yeol
Setelah deklarasi darurat militer yang kontroversial, Yoon Suk Yeol akhirnya dimakzulkan pada akhir Desember 2024. Pada 10 Juli 2025, pengadilan Seoul mengeluarkan surat perintah penangkapan dan melakukan penahanan kedua terhadap Yoon terkait upayanya memberlakukan darurat militer.
Sebelumnya, Yoon ditahan pada Januari 2025, tetapi dibebaskan pada Maret karena pengadilan menolak permintaan perpanjangan penahanan. Selain mantan presiden, skandal ini juga menyeret keluarganya. Istri Yoon, Kim Keon-hee, ditangkap pada Agustus 2025 atas tuduhan korupsi.
Signifikansi Penangkapan Cho Tae-yong
Penangkapan mantan Kepala Intelijen Nasional ini menandai perluasan penyelidikan ke jajaran elit pemerintahan terdahulu yang diduga terlibat dalam kudeta konstitusional. Keterlibatan Cho menunjukkan upaya sistematis yang mencoba melanggar konstitusi dan demokrasi Korea Selatan.
Pihak berwajib di Korea Selatan menunjukkan tekad kuat untuk menuntaskan kasus ini sampai ke akar-akarnya. Hal ini sekaligus menjadi sinyal keras bagi semua pihak bahwa pelanggaran terhadap tata kelola demokrasi tidak akan ditolerir.
Fakta Penting Kasus Kudeta Gagal Yoon Suk Yeol
- Mantan Kepala NIS, Cho Tae-yong, ditangkap atas tuduhan gagal melaporkan rencana darurat militer.
- Rencana penahanan terhadap dua tokoh penting politik, Lee Jae Myung dan Han Dong-hoon, tidak dilaporkan ke Majelis Nasional.
- Deklarasi darurat militer diumumkan Yoon pada 3 Desember 2024, dan dinyatakan ilegal oleh parlemen.
- Yoon Suk Yeol menghadapi proses hukum dan penahanan terkait upaya kudeta ini.
- Istri Yoon juga ditangkap atas kasus korupsi yang terkait dengan skandal tersebut.
Kasus ini masih dalam proses penyelidikan yang terus berlanjut. Penangkapan Cho Tae-yong mengindikasikan bahwa aparat hukum Korea Selatan berkomitmen mengungkap seluruh jaringan dan kronologi kudeta yang mengguncang stabilitas politik negara tersebut. Masyarakat dan dunia internasional pun mengawasi dengan ketat perkembangan kasus yang berdampak besar pada demokrasi Korea Selatan ini.
Baca selengkapnya di: www.suara.com




