Pemerintah Vietnam melaporkan bahwa banjir dahsyat yang melanda wilayah selatan–tengah telah menewaskan 55 orang dan masih ada 13 orang yang hilang hingga Sabtu, 22 November 2025. Bencana ini menjadi salah satu banjir paling mematikan di Vietnam pada tahun ini, akibat hujan deras yang melanda sejak akhir Oktober.
Hujan deras tanpa henti menyebabkan sejumlah daerah wisata populer seperti Kota Nha Trang terendam banjir hingga satu blok penuh. Selain itu, longsor tanah di daerah dataran tinggi sekitar Da Lat turut menimbulkan korban jiwa dan kerusakan parah.
Menurut Kementerian Lingkungan Hidup Vietnam, keenam provinsi terdampak menggambarkan skala bencana dengan korban terbanyak di provinsi pegunungan Dak Lak yang mencatat lebih dari 24 orang tewas. Tim penyelamat terus melakukan pencarian terhadap 13 warga yang masih hilang.
Evakuasi dilakukan secara intensif oleh tim SAR dengan mengevakuasi warga dari atap rumah serta puncak pohon saat air mulai surut pada Jumat kemarin. Namun, akses ke beberapa ruas jalan masih terputus sehingga menghambat distribusi bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak.
Pemadaman listrik masih dialami sekitar 300.000 warga hingga Sabtu, dari total lebih dari satu juta jiwa yang sempat kehilangan akses listrik akibat banjir. Kondisi ini memperparah situasi dan menuntut respons cepat dari pihak berwenang.
Menurut data kantor statistik nasional Vietnam, bencana alam sepanjang Januari hingga Oktober 2025 telah menyebabkan 279 korban jiwa dan hilang serta kerugian ekonomi mencapai lebih dari 2 miliar dolar AS. Hal ini menegaskan tingginya risiko bencana alam di negara tersebut.
Para ahli menyatakan bahwa perubahan iklim menyebabkan peningkatan frekuensi dan intensitas hujan ekstrem di Asia Tenggara, termasuk Vietnam. Kondisi ini membuat kawasan semakin rentan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Berikut ini ringkasan dampak utama banjir Vietnam dalam angka:
1. Korban meninggal: 55 orang
2. Korban hilang: 13 orang
3. Provinsi terdampak: 6 provinsi
4. Korban terbanyak: Provinsi Dak Lak (>24 orang tewas)
5. Warga terdampak pemadaman listrik: >1 juta orang (300.000 masih belum menyala)
6. Kerugian ekonomi diperkirakan lebih dari 2 miliar USD
Pemerintah dan tim SAR Vietnam terus bekerja keras untuk mempercepat evakuasi dan penyediaan bantuan bagi ribuan warga yang terdampak banjir ini. Perbaikan infrastruktur dan mitigasi bencana menjadi fokus penting ke depan agar risiko serupa dapat diminimalisasi.
Situasi banjir di Vietnam mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim yang semakin nyata. Koordinasi antar lembaga dan dukungan internasional diperlukan untuk mengurangi kerugian lebih besar di masa mendatang.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com




