Jet tempur ringan Tejas milik Angkatan Udara India mengalami kecelakaan tragis saat atraksi udara di Dubai Airshow 2025. Insiden tersebut menyebabkan kematian Wing Commander Naman Syal, pilot jet tempur yang menjadi simbol modernisasi kekuatan udara India.
Tejas adalah jet tempur ringan bermesin tunggal yang dikembangkan secara lokal di India. Pesawat ini dirancang untuk menggantikan armada lama MiG-21 dan meningkatkan kemandirian industri dirgantara India.
Spesifikasi Teknis Jet Tempur Tejas
- Mesin: Tejas dilengkapi dengan mesin General Electric F404-GE-IN20 turbofan. Mesin ini menghasilkan dorongan tinggi sekaligus hemat bahan bakar guna mendukung manuver udara yang agresif.
- Kecepatan: Pesawat ini mampu mencapai kecepatan maksimum Mach 1,6 atau sekitar 1.950 km/jam.
- Jangkauan: Kapasitas jelajah Tejas mencapai 1.700 kilometer, ideal untuk patroli udara dan serangan cepat.
- Struktur: Lebih dari 40 persen bodi pesawat menggunakan bahan komposit karbon. Material ini membuat pesawat ringan sekaligus mengurangi jejak radar.
Persenjataan dan Sistem Tempur
Tejas memiliki delapan titik cantelan yang memungkinkan pemasangan bermacam-macam senjata. Persenjataan standar meliputi rudal Python dan R-73 untuk dogfight, serta rudal Astra jarak menengah produksi India. Bom presisi laser dan kanon GSh 23 mm juga dipasang sebagai persenjataan rendah dan dekat. Pesawat ini berfungsi dalam misi intersepsi, serangan presisi, dan pertahanan wilayah.
Avionik dan Radar Canggih
Kokpit Tejas mengadopsi desain digital dengan sistem kontrol fly-by-wire. Ini memudahkan manuver ekstrem tanpa mengorbankan kestabilan terbang. Radar utama menggunakan teknologi Active Electronically Scanned Array (AESA), sehingga mampu melacak banyak target sekaligus dengan jangkauan deteksi puluhan kilometer. Teknologi ini menempatkan Tejas setara dengan jet tempur kelas dunia lainnya.
Peran Strategis bagi Kekuatan Udara India
India menargetkan pengadaan hampir 220 unit Tejas sebagai tulang punggung Angkatan Udara Nasional. Saat ini terdapat program pembelian 97 unit Tejas Mk 1A yang diperkirakan mulai masuk layanan pada 2027, setelah penundaan produksi mesin. Selain untuk kepentingan domestik, India juga aktif mempromosikan Tejas di pasar ekspor global, termasuk upaya penjualan di Dubai Airshow.
Rekam Jejak Insiden dan Pengembangan
Sebelum kecelakaan di Dubai, Tejas pernah mengalami kecelakaan latihan di India pada Maret 2024. Pilot saat itu berhasil menyelamatkan diri menggunakan kursi lontar tanpa menimbulkan korban di darat. Pemerintah India tetap melanjutkan produksi dan pengembangan karena Tejas dianggap sebagai proyek kedaulatan nasional.
Posisi Tejas sebagai pesawat tempur ringan modern dan produksi dalam negeri sangat penting bagi modernisasi kekuatan udara India. Meskipun terdapat beberapa insiden, investasi terus dilakukan untuk menyempurnakan teknologi dan memperkuat pertahanan udara nasional. Insiden terbaru di Dubai Airshow menjadi pengingat bagi India untuk terus meningkatkan aspek keselamatan sekaligus mempertahankan visi mandiri dalam sektor pertahanan udara.





