Oppo A6c resmi meluncur di China pada 15 Januari 2026 dan langsung masuk ke pasar dengan status tersedia. Ponsel ini mengusung layar 6,75 inci, baterai 6.500 mAh, serta sertifikasi IP64 yang membuatnya lebih siap menghadapi percikan air dan debu.
Di kelas entry-level, Oppo A6c hadir sebagai opsi yang menonjol lewat kombinasi layar 120Hz, desain sederhana, dan daya tahan baterai besar. Dengan harga yang belum dicantumkan pada data referensi, perangkat ini tampak diarahkan untuk pengguna yang butuh ponsel harian yang awet, lancar untuk penggunaan ringan, dan tetap membawa fitur modern seperti Android 15 dan USB Type-C.
Peluncuran Oppo A6c di pasar China
Oppo memperkenalkan A6c pada 15 Januari 2026, dan perangkat ini langsung tersedia di pasar China pada tanggal yang sama. Kehadiran model ini memperlihatkan fokus Oppo pada segmen terjangkau yang masih memiliki permintaan besar, terutama di pasar domestik.
Dari sisi nama, Oppo A6c menjadi bagian dari lini A-series yang selama ini dikenal mengutamakan keseimbangan antara harga, baterai, dan pengalaman pakai harian. Smartphone ini juga tercatat memakai nomor model PMC110.
Layar besar dengan refresh rate 120Hz
Oppo A6c memakai panel IPS LCD berukuran 6,75 inci dengan resolusi 720 x 1570 piksel. Rasionya 19,5:9 dan tingkat kerapatan pikselnya sekitar 256 ppi, sehingga karakter layarnya lebih mengarah ke konsumsi konten dasar ketimbang ketajaman tinggi.
Meski resolusinya belum Full HD, layar ini sudah mendukung refresh rate 120Hz dan puncak kecerahan 1125 nits. Kombinasi tersebut penting untuk memberi pengalaman yang lebih mulus saat scrolling, membuka aplikasi, dan melihat layar di kondisi cahaya terang.
Performa Snapdragon 685 untuk kebutuhan harian
Di sektor dapur pacu, Oppo membekali A6c dengan chipset Qualcomm SM6225 Snapdragon 685 berbasis proses 6 nm. Chip ini dipasangkan dengan CPU octa-core yang terdiri dari empat core Cortex-A73 2,8 GHz dan empat core Cortex-A53 1,9 GHz, serta GPU Adreno 610.
Susunan hardware seperti ini menunjukkan fokus ke efisiensi daya dan pemakaian ringan sampai menengah. Untuk aktivitas seperti media sosial, pesan instan, streaming, dan navigasi harian, spesifikasi tersebut masih berada di jalur yang relevan untuk kelasnya.
Memori, penyimpanan, dan sistem operasi
Oppo A6c dibekali RAM 6GB dan penyimpanan internal 128GB dengan teknologi UFS 2.2. Jika kapasitas itu masih dirasa kurang, pengguna juga mendapat slot microSDXC untuk memperluas ruang simpan.
Sistem operasinya sudah langsung menjalankan Android 15 dengan antarmuka ColorOS 15. Ini memberi nilai tambah karena pengguna mendapatkan platform yang lebih baru, baik dari sisi tampilan maupun fitur inti sistem.
Kamera sederhana untuk kebutuhan dasar
Di bagian belakang, Oppo A6c membawa kamera utama 13 MP dengan aperture f/2.2 dan autofokus. Kamera ini dilengkapi LED flash, HDR, dan panorama, lalu mendukung perekaman video hingga 1080p pada 30 fps.
Sementara di depan, tersedia kamera selfie 5 MP dengan aperture f/2.2 dan dukungan video 1080p 30 fps. Konfigurasi ini menegaskan bahwa Oppo menempatkan A6c sebagai ponsel foto dasar, bukan perangkat yang diburu untuk fotografi berat.
Fitur konektivitas dan sensor
Untuk konektivitas, Oppo A6c mendukung Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac dual-band dan Bluetooth 5.0 dengan A2DP, LE, serta aptX. Dukungan lokasi juga cukup lengkap melalui GPS, Galileo, GLONASS, BDS, dan QZSS.
Ponsel ini tidak membawa NFC, sementara radio tercatat tidak dijelaskan secara spesifik. Di sisi port, Oppo memakai USB Type-C 2.0 dengan OTG, dan masih mempertahankan jack audio 3,5 mm yang kini mulai jarang di kelas smartphone baru.
Cocok untuk pengguna yang mengutamakan baterai
Daya tarik terbesar Oppo A6c ada pada baterai 6.500 mAh. Kapasitas ini jauh di atas rata-rata smartphone entry-level, sehingga pengguna berpotensi mendapat daya tahan lebih panjang untuk pemakaian seharian penuh bahkan lebih.
Pengisian dayanya masih menggunakan kabel, dengan dukungan 5W reverse wired. Berikut ringkasan poin baterai dan pengisian yang tercatat:
- Kapasitas baterai: 6.500 mAh
- Pengisian: wired
- Reverse charging: 5W reverse wired
Dengan daya sebesar ini, Oppo A6c tampak cocok untuk pengguna yang sering berada di luar rumah dan membutuhkan ponsel yang jarang diisi ulang.
Desain, dimensi, dan perlindungan bodi
Secara fisik, Oppo A6c memiliki dimensi 166,6 x 78,5 x 8,6 mm dan bobot 210 gram. Bodinya menggunakan kaca di bagian depan, sementara frame dan panel belakang memakai plastik.
Ponsel ini juga sudah mengantongi rating IP64, yang berarti tahan debu dan tahan terhadap cipratan air. Untuk perangkat di kelas harganya, perlindungan seperti ini menjadi nilai tambah yang cukup penting.
Pilihan warna dan target pasar
Oppo A6c tersedia dalam dua warna, yaitu Violet Purple dan Olive Green. Keduanya memberi pilihan yang cukup segar bagi pengguna muda yang umumnya menjadi target utama ponsel di segmen ini.
Ciri lain yang menonjol adalah pemindai sidik jari di sisi bodi, accelerometer, proximity, dan compass. Untuk penggunaan harian, paket fitur tersebut sudah cukup lengkap meski tetap berada dalam batas perangkat kelas terjangkau.
Posisi Oppo A6c di tengah persaingan
Jika dilihat dari spesifikasinya, Oppo A6c bermain di area yang sangat kompetitif. Layar 120Hz, baterai 6.500 mAh, Android 15, dan sertifikasi IP64 memberi identitas yang jelas, sementara resolusi HD+ dan kamera 13 MP menunjukkan kompromi khas ponsel murah.
Strategi ini masuk akal untuk pasar China, di mana konsumen sering mencari ponsel dengan baterai besar dan harga terjangkau tanpa mengejar spesifikasi tinggi di semua lini. Dengan profil seperti ini, Oppo A6c berpeluang menarik perhatian pengguna yang memprioritaskan ketahanan, kestabilan, dan pengalaman dasar yang lengkap dalam satu perangkat.



