Samsung Galaxy A57 5G mulai menarik perhatian karena spesifikasinya sudah muncul di basis data GSMArena menjelang jadwal rilis yang diperkirakan pada 10 April 2026. Ponsel ini juga tercatat sudah diumumkan pada 25 Maret 2026, sehingga minat pasar terhadap penerus lini Galaxy A kelas menengah Samsung pun ikut naik.
Perangkat ini membawa pendekatan yang cukup fokus pada keseimbangan antara desain, layar, kamera, dan daya tahan baterai. Dengan harga referensi ₹56.999, jika dikonversi langsung setara sekitar Rp10,9 juta, Galaxy A57 diposisikan Samsung untuk pengguna yang ingin fitur premium tanpa masuk ke kelas flagship.
Desain tipis dengan perlindungan kuat
Samsung Galaxy A57 5G hadir dengan bodi berukuran 161,5 x 76,8 x 6,9 mm dan bobot 179 gram. Dimensi ini membuat perangkat tergolong ramping untuk ponsel dengan baterai besar 5.000 mAh.
Samsung juga memakai material yang terasa lebih serius untuk kelas menengah. Bagian depan dan belakang menggunakan Gorilla Glass Victus+, sementara bingkainya memakai aluminium, dan perangkat ini sudah mengantongi sertifikasi IP68 untuk ketahanan debu serta air hingga 1,5 meter selama 30 menit.
Layar Super AMOLED+ 120Hz yang lebih terang
Di sektor tampilan, Galaxy A57 dibekali panel Super AMOLED+ seluas 6,7 inci. Layar ini mendukung refresh rate 120Hz, HDR10+, tingkat kecerahan 1.200 nits dalam mode HBM, dan hingga 1.900 nits pada puncaknya.
Resolusi layar berada di angka 1080 x 2340 piksel dengan rasio 19,5:9. Dengan kepadatan sekitar 385 ppi, tampilan ini seharusnya cukup tajam untuk menonton video, bermain gim, dan membaca konten dalam waktu lama.
Chip Exynos 1680 dan dukungan Android panjang
Samsung menanamkan chipset Exynos 1680 fabrikasi 4 nm pada Galaxy A57. Prosesornya memakai konfigurasi octa-core, dengan inti utama Cortex-720 berkecepatan hingga 2,9 GHz, yang dipadukan dengan inti performa lain dan inti hemat daya Cortex-520.
Dari sisi perangkat lunak, ponsel ini menjalankan Android 16 dengan antarmuka One UI 8.5. Samsung juga menjanjikan hingga enam pembaruan Android besar, yang menjadi nilai penting bagi pengguna yang mengutamakan umur pakai perangkat.
Pilihan memori dan penyimpanan cukup fleksibel
Samsung Galaxy A57 5G tersedia dalam beberapa opsi memori internal. Pilihannya mencakup 128GB dengan RAM 8GB, 256GB dengan RAM 8GB, 256GB dengan RAM 12GB, dan 512GB dengan RAM 12GB.
Ponsel ini tidak menyediakan slot kartu memori tambahan. Artinya, calon pembeli perlu memilih kapasitas penyimpanan sejak awal sesuai kebutuhan, terutama jika sering menyimpan video 4K, game besar, atau file kerja.
Kamera utama tiga lensa untuk kebutuhan harian
Di bagian belakang, Galaxy A57 membawa tiga kamera. Sensor utamanya beresolusi 50 MP dengan aperture f/1.8, dukungan PDAF, OIS, dan ukuran sensor 1/1.56 inci.
Kamera ini ditemani lensa ultra-wide 12 MP dengan sudut pandang 123 derajat dan kamera makro 5 MP. Samsung juga menambahkan fitur Best Face, LED flash, panorama, dan HDR untuk memperluas opsi pemotretan.
Rekaman videonya mendukung 4K pada 30 fps dan 1080p pada 30 atau 60 fps, lengkap dengan HDR dan gyro-EIS. Kombinasi ini menunjukkan Samsung masih mempertahankan fokus pada stabilisasi video dan hasil foto yang konsisten di berbagai kondisi.
Kamera depan 12 MP dengan perekaman 4K
Untuk selfie, Samsung menyematkan kamera depan 12 MP dengan lensa wide. Kamera ini juga mendukung perekaman video 4K pada 30 fps dan 1080p pada 30 atau 60 fps, plus 10-bit HDR.
Spesifikasi itu memberi sinyal bahwa Galaxy A57 tidak hanya menargetkan pengguna kasual. Fitur kamera depan seperti ini juga relevan untuk konten kreator, panggilan video berkualitas tinggi, dan perekaman vlog singkat.
Baterai 5.000 mAh dan pengisian 45W
Salah satu daya tarik utama Galaxy A57 ada pada baterainya. Samsung membekali perangkat ini dengan baterai 5.000 mAh yang didukung pengisian cepat kabel 45W.
Kapasitas sebesar ini umumnya cukup untuk penggunaan seharian penuh, termasuk media sosial, streaming, navigasi, dan aktivitas multitasking. Dalam data label energi Uni Eropa, perangkat ini juga tercatat memiliki endurance 52 jam dan mendukung 1.200 siklus pengisian, yang memberi gambaran soal daya tahan jangka panjang.
Konektivitas lengkap untuk kelas menengah atas
Galaxy A57 datang dengan dukungan jaringan GSM, HSPA, LTE, dan 5G. Dukungan pita 5G-nya juga cukup luas, mencakup SA, NSA, dan Sub-6, sehingga perangkat ini disiapkan untuk kebutuhan jaringan modern di banyak pasar.
Untuk konektivitas nirkabel, ponsel ini mendukung Wi-Fi 6E, Bluetooth 6.0, GPS, GALILEO, GLONASS, BDS, QZSS, dan NFC tergantung wilayah penjualan. Port USB Type-C 2.0 juga sudah tersedia, meski Samsung tidak lagi menyertakan jack audio 3,5 mm.
Fitur pendukung dan varian warna
Sensor yang tersedia meliputi fingerprint di bawah layar dengan pemindai optik, accelerometer, gyro, proximity, dan compass. Di sisi audio, perangkat ini sudah memakai speaker stereo, yang biasanya memberi pengalaman multimedia lebih luas.
Samsung menyiapkan empat pilihan warna, yaitu Navy, Gray, Icyblue, dan Lilac. Dari daftar model yang muncul, varian ini hadir dalam beberapa kode, termasuk SM-A576B, SM-A576B/DS, SM-A576Q, SM-A576U1, SM-A576W, SM-A576Z, dan SM-A5760.
Posisi Samsung Galaxy A57 di pasar
Jika melihat spesifikasinya, Galaxy A57 tampak diarahkan untuk pengguna yang menginginkan layar berkualitas tinggi, bodi premium, baterai besar, dan pembaruan perangkat lunak panjang. Dengan kombinasi itu, Samsung berupaya menjaga daya saing seri Galaxy A di tengah persaingan ketat pasar menengah-premium.
Informasi yang beredar saat ini masih berstatus perangkat dengan peluncuran yang segera datang, sehingga detail harga dan ketersediaan resmi di tiap negara masih berpeluang berubah. Namun, dari data spesifikasi yang telah muncul, Samsung Galaxy A57 5G sudah terlihat sebagai salah satu kandidat kuat di kelasnya berkat dukungan layar 120Hz, Exynos 1680, kamera 50 MP dengan OIS, baterai 5.000 mAh, serta komitmen update Android hingga enam generasi.



