Samsung Galaxy S26+ hadir sebagai model besar di lini flagship Samsung dengan layar 6,7 inci, bodi setebal 7,3 mm, dan bobot 190 gram. Ponsel ini diumumkan pada 25 Februari 2026 dan mulai tersedia pada 6 Maret 2026, menandai posisi pentingnya sebagai opsi premium di antara perangkat Galaxy S26 series.
Di atas kertas, Galaxy S26+ membawa kombinasi spesifikasi yang menyasar pengguna yang ingin layar luas, performa tinggi, dan fitur lengkap tanpa harus masuk ke kelas Ultra. Samsung juga menempatkan perangkat ini di segmen atas dengan banderol global yang setara dengan $1.069,99, €985,99, £1.099, atau ₹119.999, yang jika dikonversi kurang lebih berada di kisaran Rp17 jutaan hingga Rp18 jutaan, tergantung kurs saat pembelian.
Desain dan ketahanan
Samsung Galaxy S26+ mengusung desain khas flagship modern dengan kaca di bagian depan dan belakang, sama-sama memakai Gorilla Glass Victus 2. Bingkai aluminium turut dipakai, sementara varian bodi juga disebut menggunakan Armor aluminum 2 frame untuk memperkuat struktur perangkat.
Ponsel ini memiliki sertifikasi IP68 yang membuatnya tahan debu dan air, dengan kemampuan terendam hingga 1,5 meter selama 30 menit. Dimensi bodinya 158,4 x 75,8 x 7,3 mm, sehingga masih tergolong tipis untuk perangkat berlayar 6,7 inci.
Samsung menawarkan beberapa pilihan warna, yaitu Cobalt Violet, Sky Blue, Black, White, Silver Shadow, dan Pink Gold. Pilihan ini memberi ruang bagi pengguna yang ingin tampil lebih formal maupun lebih ekspresif tanpa keluar dari karakter premium.
Layar 6,7 inci dengan kecerahan tinggi
Bagian layar menjadi salah satu daya tarik utama Galaxy S26+. Samsung memakai panel Dynamic LTPO AMOLED 2X berukuran 6,7 inci dengan refresh rate 120Hz dan dukungan HDR10+. Resolusinya mencapai 1440 x 3120 piksel dengan rasio 19,5:9, sehingga kerapatan layarnya berada di level sekitar 516 ppi.
Kecerahan puncaknya tercatat 2600 nits, sementara hasil pengujian yang dilaporkan menunjukkan angka 1498 nits pada pengukuran maksimal. Ini penting bagi pengguna yang sering memakai ponsel di luar ruangan, karena layar tetap mudah dibaca di bawah cahaya terang.
Layar tersebut juga dilindungi Corning Gorilla Glass Victus 2 dengan tingkat ketahanan Mohs level 5. Kombinasi ini menempatkan Galaxy S26+ sebagai perangkat yang tidak hanya tajam secara visual, tetapi juga siap dipakai intensif untuk aktivitas harian.
Performa: Snapdragon 8 Elite Gen 5 atau Exynos 2600
Samsung kembali memakai strategi chip berbeda untuk pasar yang berbeda. Versi Amerika Serikat dan Tiongkok memakai Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 berbasis fabrikasi 3 nm, sedangkan pasar lain mendapat Exynos 2600 dengan proses 2 nm.
Untuk Snapdragon, Samsung memasangkan CPU octa-core dengan susunan 2×4,74 GHz Oryon V3 Phoenix L dan 6×3,62 GHz Oryon V3 Phoenix M. Sementara itu, varian Exynos membawa CPU 10-core dengan skema 1×3,80 GHz C1-Ultra, 3×3,25 GHz C1-Pro, dan 6×2,75 GHz C1-Pro.
Dari sisi grafis, varian Snapdragon memakai Adreno 840, sedangkan varian lainnya menggunakan Xclipse 960. Untuk sistem operasi, Galaxy S26+ langsung berjalan dengan Android 16 dan One UI 8.5, dengan janji hingga 7 kali pembaruan Android besar.
Hasil uji awal memberi gambaran kinerja
Samsung belum menempatkan Galaxy S26+ sebagai ponsel gaming ekstrem, tetapi hasil uji yang beredar menunjukkan performa tinggi. Skor AnTuTu yang tercatat berada di 2.459.298 pada v10 dan 3.142.032 pada v11, lalu GeekBench v6 mencatat 10.982 poin.
Pada 3DMark Wild Life Extreme, perangkat ini meraih 7.138 poin. Angka-angka tersebut menegaskan bahwa Galaxy S26+ masuk dalam kelompok smartphone yang sangat kuat untuk multitasking, pengeditan konten, dan gim berat.
Kamera masih mengandalkan format triple camera
Di sektor kamera, Samsung mempertahankan konfigurasi tiga kamera belakang. Sensor utamanya beresolusi 50 MP dengan aperture f/1.8, autofocus dual pixel PDAF, OIS, dan ukuran sensor 1/1.56 inci.
Lensa telefoto hadir dengan resolusi 10 MP, aperture f/2.4, dan kemampuan 3x optical zoom. Sementara itu, kamera ultrawide memakai sensor 12 MP dengan sudut pandang 120 derajat serta dukungan Super Steady video.
Fitur pemotretan yang disediakan meliputi Best Face, Horizon Lock, LED flash, auto-HDR, dan panorama. Untuk perekaman video, Galaxy S26+ mampu merekam hingga 8K pada 24 atau 30 fps, serta 4K pada 30 dan 60 fps.
Kamera depan dan kemampuan video
Untuk kebutuhan selfie, Samsung menyematkan kamera depan 12 MP dengan aperture f/2.2 dan autofocus dual pixel PDAF. Kamera ini juga mendukung HDR dan HDR10+, yang berguna saat pengguna memotret di kondisi pencahayaan yang kontras.
Perekaman video dari kamera depan mendukung 4K pada 30 dan 60 fps, serta 1080p pada 30 fps. Ini membuat Galaxy S26+ tetap relevan untuk video call, konten media sosial, hingga pembuatan vlog ringan.
Baterai dan pengisian daya
Samsung Galaxy S26+ membawa baterai 4900 mAh berbasis Li-Ion. Kapasitas ini disiapkan untuk menopang layar besar, konektivitas 5G, serta sistem operasi yang lebih baru.
Pengisian dayanya mendukung 45W wired dengan PD3.0 dan klaim pengisian 69% dalam 30 menit. Selain itu, ada dukungan 20W wireless melalui Qi2.2 dan 4,5W reverse wireless untuk mengisi perangkat lain.
Pada hasil pengujian, perangkat ini mencatat active use score selama 16:25 jam. Angka tersebut menunjukkan daya tahan yang kompetitif di kelas flagship modern.
Konektivitas dan fitur pendukung
Galaxy S26+ sudah mendukung jaringan GSM, CDMA, HSPA, EVDO, LTE, dan 5G. Untuk Wi-Fi, perangkat ini mendukung Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac/6e/7 dengan tri-band dan Wi-Fi Direct.
Bluetooth 6.0, NFC, GPS, GLONASS, BDS, GALILEO, dan QZSS juga tersedia. Samsung menambahkan USB Type-C 3.2, DisplayPort 1.2, OTG, serta stereo speaker untuk pengalaman multimedia yang lebih baik.
Fitur keamanannya memakai fingerprint ultrasonik di bawah layar. Selain itu, Galaxy S26+ juga membawa Samsung DeX, Wireless DeX, serta dukungan Ultra Wideband atau UWB untuk ekosistem perangkat pintar.
Penyimpanan, model, dan posisi harga
Samsung hanya menyediakan dua opsi penyimpanan internal, yakni 256GB dengan 12GB RAM dan 512GB dengan 12GB RAM. Tidak ada slot kartu memori, sehingga pengguna perlu memilih kapasitas sejak awal sesuai kebutuhan.
Berikut ringkasannya:
- Varian RAM: 12GB
- Penyimpanan: 256GB atau 512GB
- Slot microSD: Tidak tersedia
- Konektivitas utama: 5G, Wi-Fi 7, Bluetooth 6.0, NFC
- Fitur unggulan: DeX, UWB, layar LTPO AMOLED 120Hz
Model yang tercatat antara lain SM-S947B, SM-S947U, SM-S947W, SM-S947N, hingga beberapa varian regional lain. Samsung juga mencantumkan tingkat SAR US sebesar 1,15 W/kg untuk kepala dan 1,17 W/kg untuk tubuh, sedangkan SAR EU ada di 0,78 W/kg untuk kepala dan 1,22 W/kg untuk tubuh.
Di kelas flagship 2026, Galaxy S26+ terlihat diposisikan sebagai pilihan seimbang antara ukuran layar besar, performa tinggi, kamera lengkap, dan daya tahan baterai yang solid. Dengan kombinasi Android 16, panel LTPO AMOLED 120Hz, opsi chip terbaru, serta harga premium sekitar Rp17 juta hingga Rp18 jutaan, perangkat ini menyasar pengguna yang mencari smartphone flagship serba bisa tanpa harus naik ke model paling mahal.



