Xiaomi Poco X8 Pro muncul sebagai salah satu ponsel kelas menengah yang paling menarik perhatian karena membawa kombinasi layar premium, baterai besar, dan performa tinggi. Perangkat ini, yang juga dikenal sebagai Xiaomi Poco X8 Pro 5G, tercatat meluncur pada 17 Maret 2026 dan langsung tersedia di pasar dengan banderol global sekitar US$399,50 atau setara kurang lebih Rp6,6 juta, jika mengacu kurs rata-rata awal April 2026.
Di atas kertas, Poco X8 Pro menyasar pengguna yang mencari ponsel cepat, awet, dan siap pakai untuk multimedia maupun gaming. Xiaomi membekalinya dengan chipset MediaTek Dimensity 8500 Ultra fabrikasi 4 nm, RAM hingga 12 GB, penyimpanan UFS 4.1, serta sistem operasi Android 16 dengan antarmuka HyperOS 3.
Layar AMOLED 120Hz dengan tingkat kecerahan tinggi
Salah satu daya tarik utama Poco X8 Pro ada pada layarnya yang berukuran 6,59 inci. Panel AMOLED ini mendukung 120Hz, 68 miliar warna, Dolby Vision, dan HDR10+, sehingga cocok untuk konsumsi konten video dan gim yang membutuhkan pergerakan halus.
Kecerahan puncaknya juga tergolong tinggi, yakni mencapai 3.500 nits, sementara kecerahan tipikal pada mode high brightness tercatat 2.000 nits. Resolusinya 1268 x 2756 piksel dengan kepadatan sekitar 460 ppi, sehingga detail gambar tetap tajam saat dipakai membaca, menonton, atau mengedit foto.
Perlindungan layar juga tidak diabaikan. Xiaomi memakai Corning Gorilla Glass 7i dan mendukung PWM 3840Hz, fitur yang membantu mengurangi risiko flicker pada sejumlah kondisi penggunaan.
Desain lebih tangguh untuk pemakaian harian
Secara fisik, Poco X8 Pro punya bodi dengan dimensi 157,5 x 75,2 x 8,4 mm dan bobot 201,5 gram. Ponsel ini memakai kaca depan Gorilla Glass 7i serta rangka aluminium, yang memberi kesan lebih solid dibanding banyak ponsel di kelas harga serupa.
Nilai jual lain ada pada sertifikasi ketahanan air dan debu. Perangkat ini membawa rating IP68/IP69K, yang berarti tahan debu dan tahan air bertekanan tinggi, serta dapat bertahan saat direndam hingga 1,5 meter selama 30 menit. Sertifikasi IP69K disebut bersifat tergantung pasar atau wilayah.
Untuk penggunaan harian, Poco X8 Pro juga membawa slot dual Nano-SIM. Xiaomi menyediakan tiga pilihan warna, yaitu Black, White, dan Mint Green.
Performa kencang untuk game dan multitasking
Xiaomi menempatkan Dimensity 8500 Ultra sebagai otak utama perangkat ini. Chipset 4 nm itu dipadukan dengan CPU octa-core yang terdiri dari inti Cortex-A725 berkecepatan hingga 3,4 GHz, lalu GPU Mali-G720 MC8 untuk pengolahan grafis.
Dalam pengujian yang tercantum, Poco X8 Pro mencatat skor AnTuTu 1.663.640 pada versi 10 dan 2.074.721 pada versi 11. Skor GeekBench v6 berada di angka 6.298, sedangkan 3DMark Wild Life Extreme mencatat 4.103 poin, angka yang menunjukkan kemampuan tinggi untuk kelasnya.
Skema memorinya juga cukup menarik, dengan opsi 256 GB/8 GB RAM, 512 GB/8 GB RAM, dan 512 GB/12 GB RAM. Xiaomi memakai penyimpanan UFS 4.1, sementara slot kartu memori tidak tersedia, sehingga pengguna perlu memilih kapasitas yang sesuai sejak awal.
Kamera ganda dengan OIS dan perekaman 4K
Pada sektor kamera, Poco X8 Pro membawa konfigurasi utama ganda. Sensor utamanya beresolusi 50 MP dengan bukaan f/1.5, dukungan PDAF, dan OIS, sedangkan kamera ultrawide beresolusi 8 MP dengan bukaan f/2.2.
Kombinasi ini membuat ponsel cukup fleksibel untuk memotret dalam berbagai kondisi. Fitur tambahan seperti LED flash, HDR, dan panorama juga tersedia, sementara perekaman video mendukung hingga 4K 60 fps dan 1080p sampai 960 fps pada mode tertentu.
Di bagian depan, Xiaomi menanamkan kamera selfie 20 MP f/2.2. Kamera ini mendukung perekaman video 1080p pada 30 fps dan 60 fps, sehingga masih memadai untuk video call, konten media sosial, dan swafoto harian.
Baterai besar menjadi salah satu keunggulan utama
Xiaomi menyematkan baterai Si/C Li-Ion 6.500 mAh di Poco X8 Pro. Kapasitas ini tergolong besar dan memberi ruang penggunaan yang panjang untuk aktivitas campuran seperti browsing, streaming, hingga bermain gim.
Pengisian dayanya juga sangat agresif. Ponsel ini mendukung fast charging kabel 100W, PPS 100W, dan PD3.0, dengan klaim pengisian penuh 100% dalam 48 menit. Selain itu, ada fitur reverse wired charging 27W yang memungkinkan ponsel mengisi daya perangkat lain.
Dalam pengujian internal, baterainya mencatat active use score 16 jam 52 menit. Di atas kertas, angka itu menempatkan Poco X8 Pro sebagai salah satu kandidat menarik bagi pengguna yang tidak ingin terlalu sering mencari colokan.
Audio, konektivitas, dan fitur pendukung
Untuk pengalaman multimedia, Poco X8 Pro memakai stereo speaker dengan dukungan Dolby Atmos. Xiaomi juga menyertakan sertifikasi audio 24-bit/192kHz Hi-Res dan Hi-Res Wireless, meskipun port jack 3,5 mm tidak tersedia.
Di sisi konektivitas, perangkat ini mendukung Wi-Fi 6, Bluetooth 6.0, NFC di pasar tertentu, serta infrared port. Sistem navigasinya juga cukup lengkap, dengan dukungan GPS L1+L5, BDS, Galileo, QZSS, NavIC, dan GLONASS.
Ponsel ini membawa sensor sidik jari di bawah layar, akselerometer, giroskop, kompas, dan proximity sensor. Untuk transfer data, Xiaomi menyediakan USB Type-C 2.0 dengan OTG.
Posisi Poco X8 Pro di pasar kelas menengah
Dengan harga sekitar Rp6,6 juta, Poco X8 Pro masuk ke segmen yang kompetitif. Di rentang ini, konsumen biasanya mencari performa tinggi, baterai besar, dan layar berkualitas tanpa harus masuk ke kelas flagship.
Poco X8 Pro menawarkan kombinasi itu lewat layar AMOLED 120Hz, chipset Dimensity 8500 Ultra, baterai 6.500 mAh, dan pengisian 100W. Jika melihat spesifikasinya, perangkat ini jelas ditujukan untuk pengguna yang mengutamakan performa, daya tahan, dan fitur lengkap dalam satu paket yang tetap relatif terjangkau.



