Ilmuwan Temukan Golongan Darah Hibrida Langka, Hanya Ditemukan pada 3 Orang di Dunia

Penemuan golongan darah hibrida langka baru saja diungkap oleh para ilmuwan di Thailand. Studi yang melibatkan lebih dari setengah juta sampel dari donor dan pasien mengidentifikasi hanya tiga orang dengan golongan darah hibrida unik ini.

Golongan darah ini dinamakan fenotipe B(A), yang memperlihatkan karakteristik darah tipe B dengan sedikit ekspresi antigen A. Kondisi ini sangat langka sehingga belum pernah terdokumentasi secara luas sebelumnya.

Varian Genetik dan Pengaruhnya pada Golongan Darah

Peneliti menemukan empat varian baru pada gen ABO, khususnya pada ekson 7, yang mengubah enzim glikosiltransferase B. Perubahan ini menyebabkan sel darah merah tipe B mengekspresikan jejak antigen A secara tidak biasa.

Dalam sistem golongan darah ABO, antigen pada permukaan sel darah merah menentukan tipe darah seseorang. Biasanya, antigen A dan antigen B hadir secara eksklusif pada golongan darah A dan B. Namun, golongan darah hibrida ini mencampurkan kedua antigen tersebut.

Hal ini menimbulkan tantangan dalam transfusi darah karena tes darah standar bisa gagal mendeteksi keberadaan antigen A pada golongan darah B hibrida. Jika darah dari individu ini ditransfusikan tanpa deteksi yang tepat, risiko reaksi imun atau komplikasi medis bisa meningkat.

Kendala Deteksi dan Implikasinya

Golongan darah hibrida ini baru teridentifikasi berkat pengurutan genetik, setelah hasil tes darah rutin menunjukkan inkonsistensi. Pada tes konvensional, darah ketiga individu ini terlihat bergolongan darah B, tetapi antibodi plasma menunjukkan reaksi mirip golongan darah A.

Di banyak negara, terutama dengan sumber daya terbatas, pengurutan genetik belum menjadi bagian dari skrining darah standar. Oleh sebab itu, kemungkinan besar varian langka seperti ini tersembunyi dan belum terdeteksi di berbagai populasi.

Peneliti juga menyatakan bahwa varian darah hibrida ini dapat menyebabkan beberapa reaksi transfusi yang sebelumnya tidak terjelaskan. Maka, penting untuk mengembangkan metode skrining yang lebih canggih dan memperluas registri donor darah langka.

Dampak pada Praktik Transfusi dan Keamanan Pasien

Keberadaan golongan darah hibrida ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan sistem pencocokan darah yang lebih presisi. Pasien dengan golongan darah langka mungkin membutuhkan donor khusus yang sesuai secara genetik untuk menghindari komplikasi transfusi.

Langkah-langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan keselamatan transfusi meliputi:

  1. Mengintegrasikan pengujian genetik dalam skrining darah di fasilitas medis.
  2. Memperluas registri pendonor darah langka secara nasional dan internasional.
  3. Meningkatkan pelatihan dan kesadaran tenaga medis mengenai golongan darah langka dan hibrida.
  4. Melakukan penelitian berkelanjutan untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan varian golongan darah baru.

Masa Depan Ilmu Golongan Darah

Temuan ini menandai perkembangan penting dalam ilmu hematologi. Para ilmuwan yakin masih banyak varian golongan darah tersembunyi yang akan terungkap seiring kemajuan teknologi pengurutan genetik.

Penemuan golongan darah hibrida tersebut dapat membantu mengurangi risiko reaksi transfusi yang tidak terduga dan meningkatkan kualitas perawatan transfusi secara global. Upaya kolaborasi internasional dalam mendata dan mengelola golongan darah langka menjadi kunci dalam memastikan keamanan pasien.

Selain itu, penelitian ini membuka wawasan baru tentang keragaman genetika manusia yang selama ini belum terungkap. Dengan demikian, pemahaman baru ini akan berperan penting dalam dunia medis dan penyelamatan nyawa di masa mendatang.

Baca selengkapnya di: lifestyle.bisnis.com
Exit mobile version