
Stres yang dialami pada usia muda kini diketahui berpotensi mengganggu detak jantung secara signifikan. Hal ini disebabkan oleh peningkatan hormon adrenalin saat stres sehingga jantung berdetak lebih cepat dan tidak teratur, kondisi yang dikenal dengan aritmia.
Tidak hanya stres, pola tidur yang kacau juga menjadi faktor pengganggu utama kesehatan jantung sekaligus sistem saraf pengatur detak jantung. Kafein, nikotin, dan alkohol turut memperburuk kondisi ini dengan memicu ketidakseimbangan elektrolit dan stimulasi berlebihan pada sistem saraf.
Dehidrasi serta ketidakseimbangan mineral seperti kalium dan magnesium juga memperbesar risiko aritmia. Kondisi tersebut terutama berbahaya bagi mereka yang rutin melakukan olahraga intens atau mengonsumsi obat diuretik.
Selain faktor internal, paparan cahaya biru dari layar gadget juga memengaruhi kesehatan jantung. Kurangnya aktivitas fisik membuat jantung bekerja kurang efisien dan berisiko menimbulkan gangguan irama jantung.
Cara Mencegah Gangguan Detak Jantung Karena Stres
Berikut ini beberapa langkah yang disarankan oleh ahli jantung untuk menjaga detak jantung tetap sehat, khususnya bagi usia muda:
- Rutin lakukan olahraga isotonik, seperti jalan kaki, jogging, berenang, atau yoga selama 40-45 menit dengan frekuensi 3-5 kali per minggu.
- Kelola stres menggunakan teknik meditasi atau pernapasan dalam secara teratur.
- Batasi konsumsi kafein, alkohol, serta hindari rokok, vape, dan suplemen stimulan tanpa pengawasan medis.
- Pilih pola makan seimbang terdiri dari karbohidrat tinggi serat, sayur, buah, serta protein kaya magnesium, kalium, dan omega-3 seperti salmon dan tuna.
- Batasi konsumsi garam, gula, makanan olahan, serta lemak trans yang dapat memperburuk tekanan darah dan peradangan jantung.
- Pastikan kecukupan asupan cairan untuk menghindari dehidrasi dan palpitasi jantung.
- Ciptakan kualitas tidur optimal dengan durasi 6-7 jam, tidur sebelum pukul 12 malam, serta hindari paparan gadget dan makanan berat sebelum tidur.
Dokter Agus Harsoyo dari Mayapada Hospital menekankan pentingnya memeriksakan kondisi jantung jika merasakan gejala seperti palpitasi sangat cepat, pusing, sesak napas, atau nyeri dada. Pemeriksaan EKG, Holter monitor, dan tes stres jantung akan membantu diagnosis aritmia secara tepat.
Kesadaran menjaga kesehatan jantung sejak dini menjadi kunci pencegahan aritmia dan komplikasi jantung lainnya. Mayapada Hospital menyediakan layanan Cardiovascular Center dengan penanganan lengkap mulai dari pencegahan hingga rehabilitasi.
Dalam kondisi darurat serangan jantung, fasilitas Cardiac Emergency siap memberikan tindakan cepat Primary PCI dalam waktu kurang dari 60 menit. Aplikasi MyCare juga mendukung pemantauan kesehatan jantung dengan berbagai fitur seperti Emergency Call, artikel kesehatan, dan integrasi data aktivitas harian.
Dengan pola hidup sehat dan deteksi dini, risiko gangguan irama jantung di usia muda dapat diminimalisir. Menjaga kesehatan mental dan fisik secara bersamaan adalah investasi terbaik untuk jantung yang kuat sepanjang usia.
Baca selengkapnya di: lifestyle.bisnis.com




