Pergantian tahun biasanya dinantikan dengan penuh harapan dan semangat baru. Namun, tidak sedikit orang yang justru mengalami perasaan cemas yang intens saat menyambut tahun baru, kondisi yang dikenal sebagai new year anxiety.
New year anxiety adalah kecemasan yang muncul berkaitan dengan pergantian tahun. Kondisi ini termasuk dalam anticipatory anxiety, yaitu rasa khawatir terhadap hal-hal yang belum terjadi di masa depan. Alih-alih merasa optimis, individu yang mengalami ini sering dipenuhi kekhawatiran tentang apa yang akan terjadi dan tekanan untuk mencapai target yang belum tercapai.
Fenomena kecemasan ini sering terabaikan karena tertutup oleh suasana perayaan dan harapan baru. Pergantian tahun membawa makna simbolis sebagai awal yang baru sekaligus waktu refleksi intens. Hal ini dapat memicu tekanan emosional dari ekspektasi tinggi yang baik berasal dari diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Beberapa faktor praktis turut memicu new year anxiety. Misalnya, jadwal liburan yang padat, waktu berkumpul dengan keluarga yang lebih intens, dan tekanan finansial akibat pengeluaran ekstra di akhir tahun. Ketidakpastian kondisi ekonomi juga menambah beban psikologis bagi banyak orang.
Selain faktor praktis, pertanyaan eksistensial juga sering muncul. Refleksi tentang makna hidup, pencapaian pribadi, serta arah masa depan kerap menimbulkan rasa tidak puas dan kecemasan jika tidak dikelola dengan baik. Hal ini diperparah oleh kontras aktivitas setelah Natal yang biasanya sangat sibuk lalu menjadi sepi dan hampa, memicu keresahan terutama bagi yang sulit beradaptasi.
Dampak new year anxiety dapat cukup signifikan. Kecemasan yang berkepanjangan menurunkan kualitas fokus dan istirahat. Beberapa orang bahkan merasa kesepian di tengah suasana perayaan. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat mengganggu kesejahteraan mental dan mengurangi potensi awal tahun yang seharusnya positif.
Mengelola new year anxiety membutuhkan pendekatan yang sehat dan langkah nyata. Berikut beberapa cara yang direkomendasikan:
1. Menciptakan struktur harian ringan agar emosi lebih stabil dan fokus pada aktivitas saat ini.
2. Menjaga pola tidur dan kebiasaan perawatan diri, termasuk membatasi konsumsi alkohol dan meluangkan waktu untuk aktivitas menenangkan.
3. Menetapkan tujuan realistis dengan langkah kecil yang dapat dicapai tanpa tekanan berlebihan.
4. Mengakui dan menerima perasaan tanpa menghakimi, menyadari bahwa kecemasan adalah respons alami terhadap ketidakpastian.
5. Menyambut tahun baru dengan sikap lebih tenang dan rasional, bukan terburu-buru mengejar target sempurna.
Memahami new year anxiety penting agar kita bisa menjalani pergantian tahun dengan lebih bijak dan penuh kesadaran. Kondisi ini bukan tanda kelemahan, melainkan reaksi normal terhadap perubahan dan refleksi diri. Dengan cara pengelolaan yang tepat, kecemasan tersebut dapat dikurangi sehingga awal tahun terasa lebih bermakna dan penuh harapan.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com




