Advertisement

Waspada Super Flu pada Anak di Indonesia, Ini Langkah Efektif untuk Mencegahnya

Virus influenza H3N2 subclade K atau yang dikenal sebagai super flu saat ini sedang merebak di berbagai negara, termasuk berpotensi mengancam anak-anak di Indonesia. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan yang sangat cepat dari virus ini.

Super flu disebut demikian karena tingkat penularannya sangat agresif. Dalam kondisi tertentu, satu orang yang terinfeksi bisa menularkan virus kepada dua hingga tiga orang di sekitarnya, sehingga kewaspadaan bersama sangat penting untuk mencegah lonjakan kasus.

Apa Itu Super Flu dan Mengapa Berbahaya?
Super flu adalah varian dari virus influenza tipe A H3N2 subclade K. Virus ini mudah menyebar melalui percikan ludah saat batuk dan bersin (droplet) serta kontak dengan permukaan terkontaminasi yang kemudian menyentuh wajah, hidung, atau mulut. Penyebarannya yang cepat menjadikan virus ini sangat berbahaya, terutama bagi kelompok rentan.

Kelompok Berisiko Tinggi Terinfeksi Super Flu
Musim hujan dan banjir yang melanda beberapa daerah di Indonesia meningkatkan risiko penyebaran virus ini. Kelompok berisiko tinggi yang perlu diperhatikan meliputi anak-anak dengan penyakit penyerta seperti asma, penyakit jantung, dan diabetes; lansia; ibu hamil; pasien kanker; penderita HIV; serta pasien dengan penyakit autoimun. Mereka berpotensi mengalami komplikasi serius yang memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.

Vaksinasi sebagai Cara Pencegahan Utama
Menurut IDAI, vaksinasi influenza adalah langkah paling efektif untuk melindungi diri dari super flu. Vaksin ini dianjurkan mulai usia enam bulan dan perlu diberikan setiap tahun karena virus influenza cepat bermutasi. Imunisasi rutin membantu tubuh mengenali varian virus terbaru dan memperkuat perlindungan. Anak-anak, serta mereka yang baru kembali dari luar negeri dan belum imunisasi, disarankan segera mendapatkan vaksin ini.

Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Selain vaksinasi, pembatasan penularan dapat dilakukan lewat PHBS. Langkah-langkah sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer sebelum makan dan setelah beraktivitas, memakai masker terutama saat sakit atau berada di tempat ramai, serta menutup mulut saat batuk dan bersin dengan tisu atau siku bagian dalam, terbukti efektif mengurangi penyebaran virus.

Menjaga Daya Tahan Tubuh agar Tetap Fit
Daya tahan tubuh yang kuat membantu menurunkan risiko gejala berat akibat super flu. Pola makan sehat dengan konsumsi buah dan sayur yang cukup sangat dianjurkan. Olahraga rutin juga penting untuk menjaga kebugaran. Hindari kebiasaan merokok, kurang tidur, dan konsumsi alkohol yang berlebihan karena dapat melemahkan sistem imun.

Waspadai Gejala dan Segera Periksakan ke Dokter
Gejala super flu mirip dengan influenza biasa, seperti demam, batuk, hidung berair, nyeri tenggorokan, nyeri otot, dan rasa lelah berlebihan. Pada kasus ringan, gejala membaik dengan istirahat cukup. Namun, bagi anak-anak dengan komorbid dan lansia, pemeriksaan medis harus tetap dilakukan. Penanganan antiviral sejak dini sangat krusial untuk mencegah komplikasi serius.

Meningkatkan Kesadaran Masyarakat untuk Cegah Penyebaran
IDAI mengimbau semua lapisan masyarakat untuk tidak meremehkan gejala flu, terutama di musim banjir dan cuaca ekstrem karena lonjakan kasus dapat memperparah kondisi kesehatan. Batasi aktivitas dan istirahat di rumah saat sakit, serta jaga kebersihan lingkungan terutama di permukaan benda yang sering disentuh agar risiko tertular virus ini bisa diminimalisir.

Dengan kombinasi vaksinasi yang tepat, PHBS ketat, dan menjaga kesehatan, penyebaran super flu di Indonesia dapat dikendalikan. Fokus pada perlindungan anak dan kelompok rentan sangat penting agar ikhtiar pencegahan dapat berhasil di tengah ancaman virus ini.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button