Memasuki periode awal tahun dan puncak musim hujan di Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang lebih mudah menular pada anak-anak. Kondisi sekolah yang mulai aktif, ditambah curah hujan dan kelembapan tinggi, menciptakan situasi ideal bagi munculnya penyakit menular seperti influenza, diare, dan demam berdarah.
Ketua IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan anak harus tetap menjadi prioritas utama meski proses belajar mengajar sangat penting untuk perkembangan anak. Orang tua, guru, dan pihak sekolah perlu menerapkan langkah-langkah pencegahan secara komprehensif untuk mengurangi risiko penyakit sekaligus menjaga kelangsungan pendidikan anak.
Kesehatan dan Daya Tahan Tubuh Anak
Untuk memastikan anak siap mengikuti aktivitas sekolah di musim hujan, IDAI menganjurkan pemenuhan status imunisasi dasar dan lanjutan sesuai usia, termasuk vaksinasi untuk penyakit yang dapat dicegah seperti campak, difteri, pertusis, dan influenza. Nutrisi seimbang dengan protein hewani dan asupan cairan yang cukup penting untuk menjaga daya tahan tubuh. Waktu tidur yang cukup, yakni 8-10 jam per malam, berperan mengoptimalkan sistem imun anak.
Segera periksakan anak ke fasilitas kesehatan dan berikan istirahat total jika muncul gejala sakit seperti demam, batuk, pilek, atau diare. Hal ini membantu mencegah penularan penyakit di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.
Etiket Batuk dan Hidup Bersih Sehat
Mengajarkan anak etiket batuk dengan menutup mulut menggunakan lengan atas bagian dalam saat bersin atau batuk dapat meminimalisir penyebaran kuman. Kebiasaan mencuci tangan pakai sabun di bawah air mengalir sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan usai bermain juga harus dibiasakan. Penggunaan masker dianjurkan terutama saat anak mengalami gejala infeksi saluran pernapasan atau saat berada di kerumunan.
Orangtua dan pendidik diimbau agar anak tidak berbagi alat makan, minum, dan perlengkapan kebersihan pribadi untuk menghindari penularan penyakit.
Pencegahan Penyakit Musim Hujan
IDAI mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip 3M Plus: menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air untuk menghilangkan sarang nyamuk. Penggunaan losion anti nyamuk, kelambu, dan pakaian berlengan panjang juga disarankan agar terhindar dari gigitan nyamuk yang membawa virus penyebab demam berdarah.
Untuk mencegah diare dan leptospirosis yang dapat muncul akibat kontaminasi dari lingkungan basah dan kotor, anak harus memakai alas kaki saat bermain. Selain itu, konsumsi makanan dan minuman yang terjamin kebersihannya sangat dianjurkan.
Kesiapsiagaan Menghadapi Risiko Banjir dan Bencana
Komunikasi yang baik antara orang tua, sekolah, dan pemerintah daerah sangat krusial dalam menghadapi risiko banjir dan bencana hidrometeorologi. Informasi tentang kondisi kesehatan anak dan perkembangan situasi harus disampaikan secara aktif melalui grup komunikasi keluarga maupun sekolah.
Anak-anak perlu diajarkan prosedur evakuasi dan lokasi titik kumpul saat bencana di sekolah. Orang tua juga harus memahami rencana tanggap darurat sekolah untuk memastikan kesiapan jika terjadi keadaan darurat.
Menyiapkan tas siaga bencana berisi jas hujan, makanan tahan lama, obat-obatan pribadi, serta perlengkapan darurat lain dapat membantu anak lebih siap jika harus mengungsi. Selama perjalanan ke dan dari sekolah, kewaspadaan terhadap genangan air, pohon tumbang, dan arus lalu lintas harus diperhatikan, khususnya saat hujan lebat.
Peran Sekolah dan Pemerintah Daerah
IDAI mendorong sekolah untuk menyediakan sarana cuci tangan, air bersih, dan toilet yang higienis. Disinfeksi rutin lokasi dan benda yang sering disentuh menjadi bagian penting dalam pencegahan penularan penyakit di lingkungan sekolah.
Kerja sama antara sekolah dengan puskesmas setempat diharapkan dapat memperkuat pemantauan kesehatan warga sekolah sekaligus memberikan edukasi yang benar. Pemerintah daerah juga diharapkan mengoptimalkan fasilitas kesehatan, memastikan keamanan lingkungan sekolah dari risiko banjir dan longsor, serta memperkuat sistem peringatan dini yang terkoordinasi dengan baik.
Melalui sinergi antara orang tua, sekolah, tenaga medis, dan pemerintah daerah, risiko penyakit dan bencana di musim hujan dapat diminimalisasi. Dengan demikian, anak-anak dapat melanjutkan proses belajar dengan aman dan tumbuh kembang secara optimal meski menghadapi tantangan dari cuaca ekstrim.
Baca selengkapnya di: lifestyle.bisnis.com




