Peran Anak Muda sebagai Garda Terdepan dalam Mencegah Penyakit Tak Menular

Penyakit tidak menular (PTM) seperti kanker, diabetes, penyakit jantung, dan gangguan pernapasan menjadi tantangan kesehatan yang kian mengkhawatirkan di Indonesia. Faktor utama penyebabnya adalah kombinasi gaya hidup yang kurang sehat dan paparan lingkungan yang merugikan, yang biasanya mulai terbentuk sejak usia muda.

Karena perkembangan PTM berlangsung secara perlahan, pencegahan sejak dini menjadi sangat penting. Sayangnya, kurangnya literasi kesehatan di kalangan remaja menyebabkan risiko penyakit ini semakin meningkat seiring waktu. Oleh karena itu, peran anak muda dalam pencegahan PTM sangat krusial dalam menurunkan beban penyakit di masa depan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Peran Anak Muda Sebagai Agen Perubahan

Generasi muda seringkali dianggap sebagai kelompok yang relatif sehat, tetapi sebenarnya masa remaja dan usia awal dewasa merupakan periode yang menentukan pola kesehatan di masa mendatang. Kebiasaan seperti merokok, pola makan tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik yang terjadi selama periode ini dapat meningkatkan risiko PTM secara signifikan.

Untuk itu, AstraZeneca meluncurkan Young Health Programme (YHP) yang fokus pada kelompok usia 10-24 tahun. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja tentang risiko PTM melalui pendekatan edukasi sebaya dan penguatan kapasitas kepemimpinan sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan di komunitasnya.

Strategi Pendekatan Komunitas dan Edukasi Sebaya

Young Health Programme menggunakan model pembelajaran komunitas yang memungkinkan remaja saling berbagi informasi dan mengedukasi teman sebaya secara efektif. Pendekatan ini terbukti meningkatkan pemahaman kesehatan sekaligus mendorong perilaku hidup sehat secara berkelanjutan.

Selain itu, YHP juga mengintegrasikan isu kesehatan lingkungan, seperti dampak polusi udara dan perubahan iklim, guna menyadarkan generasi muda akan keterkaitan erat antara kondisi lingkungan dan kesehatan. Melalui pendekatan holistik ini, anak muda didorong untuk mengambil keputusan yang lebih tepat dalam menjaga kesehatannya.

Kolaborasi Multisektor dalam Pencegahan PTM

Keberhasilan pencegahan PTM tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Program YHP bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat sipil, sekolah, dan fasilitas layanan kesehatan. Kolaborasi ini menciptakan jaringan dukungan yang kuat bagi generasi muda agar dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga kesehatan diri dan komunitas.

Inisiatif seperti pengembangan peer educators dan penguatan organisasi kepemudaan juga menjadi bagian penting dari strategi YHP. Forum dialog antara anak muda dan pembuat kebijakan membuka ruang komunikasi yang konstruktif untuk mendukung kebijakan kesehatan yang ramah bagi remaja.

Dampak dan Harapan Program Pencegahan PTM

Esra Erkomay, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, menegaskan bahwa Young Health Programme membekali generasi muda bukan hanya dengan pengetahuan, tapi juga ruang partisipasi dan kepercayaan diri. Pemberdayaan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional dan mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Pencegahan PTM melalui peran aktif anak muda menegaskan bahwa kesehatan adalah hasil kolaborasi berkelanjutan antara sektor swasta, masyarakat, dan pemerintah. Dengan keterlibatan generasi muda, diharapkan masa depan kesehatan Indonesia menjadi lebih setara dan berkelanjutan tanpa dibebani penyakit-penyakit yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini.

Baca selengkapnya di: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button