Kasus Superflu varian Influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia mulai meningkat dengan penyebaran yang cukup cepat. Virus ini pertama kali terdeteksi pada Agustus 2025 melalui sistem surveilans Kementerian Kesehatan dan ditemukan di delapan provinsi, termasuk Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat sebagai area dengan jumlah kasus terbanyak.
Meski Superflu dikenal memiliki penularan yang cepat, tingkat keparahannya tidak jauh berbeda dari influenza musiman biasa. Namun, gejalanya bisa terasa lebih berat dan durasinya lebih lama, sehingga pencegahan yang tepat harus menjadi prioritas untuk mengendalikan penyebaran virus ini.
Penularan Superflu dan Faktor Risiko
Superflu menyebar melalui droplet yang keluar saat batuk, bersin, atau berbicara, mirip dengan mekanisme penularan influenza dan COVID-19. Kelompok yang paling rentan terkena adalah anak-anak dan perempuan, sesuai data yang dikumpulkan Kementerian Kesehatan. Peningkatan aktivitas masyarakat yang padat juga memperbesar risiko penularan virus ini secara cepat.
Selain Indonesia, peningkatan kasus Superflu juga dilaporkan di beberapa negara seperti Amerika Serikat dan kawasan Eropa. Pada musim flu 2025–2026, Amerika Serikat mencatat lonjakan rawat inap akibat varian H3N2, menunjukkan bahwa virus ini mampu menyebar luas dan mempengaruhi kesehatan masyarakat secara global.
Langkah-langkah Efektif Mencegah Superflu
Mengontrol penyebaran Superflu membutuhkan tindakan preventif yang bisa dilakukan oleh semua lapisan masyarakat. Berikut adalah langkah pencegahan yang direkomendasikan berdasarkan panduan Kemenkes dan WHO:
- Tetap di rumah saat mengalami demam atau batuk dan tunggu minimal 24 jam setelah demam hilang tanpa obat sebelum kembali beraktivitas.
- Gunakan masker terutama di tempat ramai, tertutup, atau saat gejala flu muncul untuk mengurangi risiko transmisi droplet.
- Rutin mencuci tangan dengan sabun selama minimal 20 detik atau memakai hand sanitizer, serta selalu terapkan etika batuk dan bersin yang benar.
- Menjaga ventilasi ruangan dengan membuka jendela atau menggunakan sirkulasi udara agar virus tidak terkonsentrasi di dalam ruang tertutup.
- Batasi interaksi dan lindungi kelompok rentan seperti lansia dan penderita penyakit penyerta dengan penggunaan masker di lingkungan rumah.
- Tingkatkan daya tahan tubuh dengan pola tidur yang cukup, istirahat memadai, konsumsi makanan bergizi, dan hidrasi yang baik.
Peran Konsistensi dalam Pencegahan
Pencegahan Superflu bukan hanya soal menghindari kontak langsung dengan virus tetapi juga menjaga kebiasaan hidup sehat. Konsistensi dalam menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci utama untuk menekan penyebaran virus. Meski belum ditemukan gejala baru, potensi komplikasi akibat flu yang lebih berat wajib diwaspadai.
Pemantauan dan kewaspadaan masyarakat penting terutama dengan potensi peningkatan kasus di musim flu mendatang. Informasi terkini dan kepatuhan terhadap anjuran kesehatan akan membantu mengurangi risiko penularan luas dan melindungi kesehatan publik secara menyeluruh.
Baca selengkapnya di: lifestyle.bisnis.com




