The Siu Siu, yang akrab dikenal sebagai Ratu Lemon, membuktikan bahwa usia lanjut bukan penghalang untuk tetap aktif dan produktif. Di tengah tantangan fisik dan penurunan daya ingat, ia terus mengelola distribusi hasil panen petani ke pasar yang lebih luas, termasuk supermarket.
Kegigihan The Siu Siu dalam menjaga aktivitas sehari-hari menegaskan bahwa kualitas hidup menjadi faktor utama, bukan sekadar umur yang panjang. Namun, perjalanan ini tidak mudah karena setelah mengalami jatuh, kondisi fisiknya mulai menurun.
Persendian menjadi kaku dan tenaga berkurang, sehingga aktivitas ringan sehari-hari berubah menjadi tantangan tersendiri. Perubahan ini juga berdampak pada kepercayaan dirinya, sebagaimana diperhatikan oleh Kak Denny Howman, pelatih tari yang membimbingnya.
Sebagai pelatih, Kak Denny menyatakan bahwa keluhan fisik dan memori yang menurun turut memengaruhi semangat hidup The Siu Siu. Saat itulah ia mengenal terapi regeneratif MitoNAD Cell di SAÉ Clinique yang fokus memperbaiki fungsi mitokondria sebagai pusat energi di dalam sel.
Setelah menjalani terapi ini, stamina dan daya ingat The Siu Siu menunjukkan perkembangan positif. Gerakannya kembali lebih ringan, sehingga ia bisa melanjutkan aktivitasnya dengan semangat baru. Perbaikan ini bukan hanya soal fisik, melainkan juga mengembalikan inspirasi dan makna dalam hidupnya.
Menurut dr. Sebastian, Founder dan Medical Director SAÉ Clinique, pendekatan kesehatan usia lanjut harus berfokus pada menjaga fungsi tubuh dan semangat hidup agar tidak menurun. Ia menekankan perlunya solusi medis yang mendukung orang tetap aktif dan bermakna, bukan hanya sekedar memperpanjang usia.
Selain MitoNAD Cell, SAÉ Clinique juga menawarkan Baby Cell Therapy, terapi regeneratif yang membantu sel memperbaiki dan meregenerasi diri secara alami. Terapi ini dirancang untuk mengatasi penurunan fungsi biologis akibat penuaan, stres, dan gaya hidup yang kurang sehat.
Dalam pandangan Kak Denny, perubahan positif yang dialami The Siu Siu membuktikan bahwa usia lanjut bukan akhir dari produktivitas. Dengan perawatan dan gaya hidup yang tepat, seseorang tetap bisa mengejar passion dan berkontribusi meski di usia matang.
Kisah The Siu Siu memberikan gambaran nyata bahwa longevity bukan sekadar soal hidup lebih lama, tapi bagaimana seseorang tetap berdaya guna, memberi inspirasi, dan aktif berperan dalam setiap fase usia. Ini menjadi pengingat penting di tengah masyarakat yang kian menua, bahwa menjaga kualitas hidup adalah kunci utama agar usia lanjut tetap penuh makna dan aktivitas.
Baca selengkapnya di: www.suara.com




