Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Jawa Timur menetapkan penurunan angka stunting sebagai fokus utama pada tahun 2026. Saat ini, prevalensi stunting di Jawa Timur mencapai 14,7 persen dan masih ada beberapa daerah dengan angka stunting di atas 29 persen.
Pelaksana Harian Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Sukamto, menegaskan pentingnya fokus pada kelompok 3B yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Kelompok ini dianggap kunci dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting secara efektif.
Dalam upaya tersebut, peran kader di lapangan sangat krusial. Kader diharapkan aktif melakukan pendampingan dan intervensi untuk percepatan penurunan prevalensi stunting di tingkat kabupaten dan kota masing-masing.
Selain itu, BKKBN Jatim menjalankan program ASN Peduli-Berbagi yang memberikan bantuan langsung kepada keluarga risiko stunting. Bantuan ini diperuntukkan bagi kelompok 3B sebagai bagian dari intervensi cepat di lingkungan sekitar kantor BKKBN.
Meskipun angka stunting menurun, kondisi ini masih menuntut kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat agar penanganannya merata. Intervensi berkelanjutan sangat diperlukan guna menekan angka stunting di daerah dengan prevalensi tinggi.
Keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pemerintah dan BKKBN saja. Keterlibatan masyarakat, kader, dan berbagai pemangku kepentingan harus terus ditingkatkan untuk mencapai target yang diharapkan pada tahun 2026.
Berikut langkah-langkah utama yang disiapkan BKKBN Jatim dalam menurunkan angka stunting:
1. Fokus intervensi pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (kelompok 3B).
2. Penguatan peran kader lapangan untuk pendampingan langsung masyarakat.
3. Penyaluran bantuan melalui program ASN Peduli-Berbagi kepada keluarga risiko stunting.
4. Kolaborasi lintas sektor pemerintah daerah dan organisasi masyarakat.
5. Monitoring dan evaluasi berkala di tingkat kabupaten dan kota untuk menyesuaikan intervensi.
Data menunjukkan bahwa meskipun prevalensi stunting di Jawa Timur berangsur turun, perhatian serius pada daerah dengan angka tinggi masih mendesak. Penanganan yang menyeluruh dan terpadu menjadi kunci agar target penurunan stunting sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dapat tercapai.
Dengan langkah besar dan sinergi yang kuat, diharapkan program penurunan stunting di Jawa Timur dapat berjalan optimal dan memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan kesehatan anak-anak. Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen nasional untuk memajukan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com