Orang tua perlu memahami bahwa susu tidak dapat menggantikan peran makanan utama bagi anak. Makan lengkap dengan berbagai jenis makanan tetap menjadi kebutuhan utama untuk pertumbuhan anak yang optimal.
Dr. Rita Ramayulis, ahli gizi dari Asosiasi Ahli Gizi Olahraga Indonesia, menegaskan bahwa susu hanya melengkapi asupan nutrisi anak dan bukan pengganti makanan utama. Anak harus diberikan makanan dengan porsi dan kandungan gizi seimbang pada waktu makan utamanya.
Susu memang mengandung protein dan kalsium yang penting untuk perkembangan tulang dan otot anak. Namun, jika asupan utama anak hanya berupa susu, risiko kekurangan zat gizi seperti karbohidrat kompleks, serat, serta vitamin dan mineral lain yang diperlukan tubuh meningkat.
Penting untuk diketahui, makanan cair seperti susu tidak mampu memenuhi kebutuhan serat yang mendukung pencernaan sehat pada anak. Pola makan yang hanya mengandalkan makanan cair berpotensi mengganggu proses pencernaan dan metabolisme anak.
Untuk mencegah masalah gizi, orang tua disarankan membiasakan anak makan makanan utama yang bervariasi dan seimbang. Melatih anak agar terbiasa makan makanan padat di waktu yang tepat merupakan kunci pembentukan pola makan sehat sepanjang masa pertumbuhan.
Strategi yang dapat dilakukan adalah melibatkan anak dalam menentukan menu makan agar sesuai dengan selera sekaligus sehat. Modifikasi makanan yang menarik tetapi tetap kaya nutrisi juga bisa meningkatkan keinginan anak untuk makan dengan baik.
Susu dapat diberikan sebagai pelengkap pada waktu selingan untuk memenuhi kekurangan nutrisi tertentu, misalnya jika anak membutuhkan tambahan protein atau kalsium. Namun, konsumsi susu disarankan bersama dengan makanan lain seperti buah untuk menjaga keseimbangan gizi.
Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak secara optimal:
1. Pastikan anak makan makanan utama dalam porsi cukup, seperti nasi, lauk pauk, sayuran, dan buah.
2. Gunakan susu sebagai suplemen untuk melengkapi kebutuhan kalsium dan protein di sela waktu makan.
3. Libatkan anak dalam memilih menu agar terbentuk kebiasaan makan yang baik dan menyenangkan.
4. Hindari mengganti makan utama dengan susu secara penuh karena dapat menyebabkan kekurangan gizi.
5. Perhatikan tekstur dan kandungan gizi makanan agar sesuai dengan usia dan kebutuhan anak.
Pemenuhan gizi lengkap untuk anak membutuhkan kombinasi makanan yang beragam. Susu dapat membantu tetapi tidak boleh menjadi satu-satunya sumber nutrisi. Anak yang mendapatkan asupan makanan seimbang di masa golden age akan lebih berpeluang tumbuh sehat dan optimal.
Dengan pendekatan yang tepat, orang tua bisa memastikan anak mendapatkan kebutuhan energi dan nutrisi secara utuh. Hal ini sangat penting untuk perkembangan fisik dan kecerdasan anak di masa pertumbuhan kritis mereka.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com




