Anggota Komisi IX DPR, Arzeti Bilbina, memberikan respons positif terkait kenaikan anggaran riset kesehatan di Indonesia pada 2026 yang mencapai Rp 12 triliun. Namun, ia menegaskan bahwa peningkatan dana tersebut harus memberikan dampak nyata bagi sistem kesehatan nasional, bukan sekadar peningkatan angka dalam anggaran.
Menurut Arzeti, tujuan utama dari peningkatan anggaran ini adalah untuk menemukan formula yang tepat sebagai dasar perbaikan kualitas kesehatan masyarakat. Ia mengingatkan agar peningkatan anggaran riset jangan sampai hanya berakhir pada angka besar tanpa hasil nyata yang memperkuat ketahanan kesehatan bangsa.
Pentinya Dampak Nyata dari Dana Riset Kesehatan
Arzeti Bilbina menyoroti perlunya roadmap yang jelas dalam pengelolaan dana riset kesehatan. Ia menyatakan bahwa anggaran riset sebesar Rp 12 triliun hanya akan bermanfaat bila terarah dan terukur dalam memperkuat sistem kesehatan nasional. Hal ini bertujuan agar ketahanan kesehatan Indonesia tidak tetap rentan meskipun anggaran riset terus bertambah.
Ia juga menekankan bahwa pengelolaan dana harus melibatkan kolaborasi aktif antara Kementerian Kesehatan dan seluruh stakeholder kesehatan. Keterlibatan berbagai pihak penting agar hasil penelitian dapat diaplikasikan secara langsung untuk manfaat masyarakat luas.
Kebutuhan Kolaborasi dan Pengelolaan Terarah
Menurut Arzeti, kolaborasi sektor kesehatan menjadi kunci utama dalam memastikan riset yang dilakukan mampu memberikan kontribusi signifikan. Ia mengingatkan bahwa riset harus diarahkan untuk menyelesaikan masalah kesehatan yang relevan dan konkret, bukan hanya untuk memenuhi target administratif.
“Setiap penelitian harus membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Arzeti. Ia menilai bahwa sistem pengelolaan dana riset yang terukur akan mempercepat perbaikan sistem kesehatan serta ketahanan nasional di masa depan.
Fokus pada Ketahanan Kesehatan Nasional
Anggota DPR ini juga menegaskan pentingnya fokus pada ketahanan kesehatan nasional. Meningkatkan anggaran riset harus diikuti dengan implementasi hasil penelitian yang efektif agar kualitas layanan kesehatan dapat meningkat secara signifikan.
Ia mengingatkan bahwa tanpa pengelolaan yang baik, kenaikan dana riset tidak akan mengurangi kerentanan sistem kesehatan Indonesia. Oleh karena itu, transformasi riset kesehatan perlu difokuskan pada upaya-upaya yang memperkuat daya tahan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan.
Beberapa poin penting terkait dana riset kesehatan menurut Arzeti Bilbina:
- Anggaran riset harus berdampak langsung pada sistem kesehatan nasional.
- Perlunya roadmap yang jelas dan terukur sebagai panduan pengelolaan dana.
- Kolaborasi aktif antara Kementerian Kesehatan dan stakeholder terkait.
- Riset harus menghasilkan solusi yang aplikatif bagi masyarakat.
- Fokus pada penguatan ketahanan kesehatan nasional secara berkelanjutan.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa peningkatan anggaran riset tidak boleh sekadar angka statistik, tetapi harus menjadi alat strategis dalam upaya meningkatkan ketahanan sektor kesehatan. Upaya kolaboratif dan pengelolaan dana riset yang terarah sangat dibutuhkan untuk memastikan manfaat optimal bagi kesehatan masyarakat Indonesia.





