Strategi Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting dan Dukung Ibu Melahirkan Bayi Sehat

Desa Cibatok 1 di Kabupaten Bogor berhasil menurunkan angka stunting hingga hanya 2,46 persen dalam waktu 2,5 tahun. Penurunan ini jauh lebih baik dibandingkan rata-rata nasional yang masih mencapai 19,8 persen pada tahun 2024.

Penurunan ini tercapai melalui program Posyandu Teladan yang diinisiasi sejak 2023. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah desa dan sektor swasta dengan fokus utama pada pendampingan ibu hamil dan anak baduta (bayi di bawah dua tahun).

Strategi Pengentasan Stunting Melalui Posyandu Teladan

Program ini menargetkan 2.017 ibu hamil dan ibu dengan bayi di bawah dua tahun yang mendapatkan kunjungan intensif dari petugas kesehatan sebanyak empat hingga lima kali selama 2,5 tahun. Pendampingan meliputi edukasi gizi, pemantauan kesehatan, dan dukungan psikososial.

Kader kesehatan yang dilatih dalam program ini menyampaikan penyuluhan gizi dan kesehatan ibu serta anak secara rutin. Eneng, salah satu kader, menyatakan bahwa pelatihan meningkatkan rasa percaya dirinya dalam melayani masyarakat.

Dampak Signifikan pada Berat Badan Lahir dan Kondisi Ibu Hamil

Selain menurunkan angka stunting, Desa Cibatok 1 juga berhasil menurunkan angka bayi berat lahir rendah (BBLR) dari 37,5 persen menjadi 7,4 persen. Kondisi ini menunjukkan perbaikan signifikan dalam status gizi ibu hamil yang memperoleh pendampingan gizi dan kesehatan.

Contohnya adalah Nuzullah, seorang ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK). Dengan bimbingan kader posyandu, ia rutin mengonsumsi tablet tambah darah, mendapatkan asupan protein hewani, dan melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala. Hasilnya, Nuzullah berhasil melahirkan bayi dengan berat 2,9 kilogram dan panjang 49 sentimeter.

Pengakuan dan Harapan Keberlanjutan Program

Keberhasilan Desa Cibatok 1 juga diakui oleh Kementerian Kesehatan RI yang memberikan penghargaan Posyandu Champion pada 26 November 2024. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi multipihak dan program Posyandu Teladan merupakan model efektif dalam mengatasi stunting.

Kepala Desa Cibatok 1, Cecep Haeruddin, menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan waktu dan komitmen berkelanjutan. Ia berharap kader posyandu tetap aktif menjalankan program untuk mencegah terjadinya stunting pada generasi mendatang.

Berikut adalah poin-poin penting dari program Posyandu Teladan Desa Cibatok 1:

  1. Kolaborasi pemerintah dan swasta dalam pengelolaan program.
  2. Pelatihan dan pendampingan intensif pada kader kesehatan.
  3. Target pendampingan pada ibu hamil dan bayi baduta.
  4. Monitoring gizi dan kesehatan secara rutin.
  5. Pencapaian penurunan stunting hingga 2,46 persen.
  6. Pengurangan angka bayi berat lahir rendah signifikan.
  7. Penghargaan Posyandu Champion dari Kemenkes RI.

Keberhasilan Desa Cibatok 1 menjadi contoh penting bahwa penanganan stunting yang terintegrasi dapat memberikan hasil nyata. Pendampingan gizi dan kesehatan bagi ibu hamil sangat berperan dalam memastikan tumbuh kembang anak yang optimal sejak dalam kandungan. Program ini layak untuk dijadikan model replikasi di daerah lain dengan masalah stunting serupa.

Baca selengkapnya di: www.suara.com
Exit mobile version