Penyakit jantung kini semakin sering ditemukan pada usia muda di Indonesia. Perubahan gaya hidup yang minim aktivitas fisik dan pola makan tidak seimbang menjadi penyebab utama peningkatan risiko penyakit jantung pada kalangan muda.
Dokter spesialis bedah torak, kardiak, dan vaskular, dr. Marolop Pardede, Sp.BTKV., Subsp.VE (K), menjelaskan bahwa penyakit jantung tidak hanya dipengaruhi faktor keturunan. Gaya hidup modern yang serba praktis dan minim gerak memicu penurunan fungsi jantung secara signifikan.
Gaya hidup sedentari menyebabkan jantung tidak terlatih optimal sehingga lebih rentan mengalami gangguan fungsi. Kurangnya olahraga rutin dan pola makan yang tidak sehat membuat jantung serta pembuluh darah mudah rusak dan kehilangan elastisitasnya.
Dokter Marolop mengidentifikasi beberapa kebiasaan yang meningkatkan risiko penyakit jantung, antara lain kurangnya aktivitas fisik, pola hidup instan, pola makan tidak sehat, dan rendahnya kesadaran menjaga kesehatan jantung sejak usia muda. Semua faktor ini mempercepat terjadinya gangguan jantung.
Selain faktor gaya hidup, penyakit penyerta seperti diabetes dan hipertensi juga memperburuk kondisi kesehatan pembuluh darah. Penyakit ini dulunya banyak ditemukan pada usia paruh baya, namun kini semakin banyak dijumpai pada usia produktif.
Diabetes melitus dapat menyebabkan kerusakan dinding pembuluh darah secara progresif. Hipertensi menimbulkan tekanan berlebih pada jantung dan pembuluh darah, memperbesar risiko gagal jantung. Gangguan metabolik akibat pola hidup tidak sehat turut menjadi faktor penting.
dr. Marolop menekankan pentingnya pencegahan sejak dini dengan mengubah gaya hidup. Aktivitas fisik rutin dan pola makan seimbang perlu diterapkan untuk menjaga elastisitas dan kekuatan jantung. Hal ini menjadi langkah utama menghadapi tren makin banyaknya penyakit jantung pada usia muda.
Berikut faktor gaya hidup dan kondisi medis yang perlu diperhatikan untuk mencegah penyakit jantung:
1. Rutin melakukan olahraga minimal 30 menit per hari.
2. Menghindari makanan tinggi lemak dan gula berlebihan.
3. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala terutama tekanan dan gula darah.
4. Mengurangi stres dan istirahat cukup.
5. Menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan.
Pergeseran usia penderita penyakit jantung menjadi lebih muda harus menjadi alarm bagi masyarakat dan tenaga kesehatan. Kesadaran untuk menjaga kesehatan jantung perlu ditingkatkan agar risiko komplikasi fatal dapat diminimalisir.
Menjaga kesehatan jantung bukan hanya tugas dokter, tetapi tanggung jawab setiap individu sejak usia muda. Pola hidup sehat menjadi kunci utama agar jantung tetap berfungsi optimal dan terhindar dari risiko gangguan yang bisa terjadi kapan saja.





