
Mata kering merupakan masalah umum yang sering disalahpahami sebagai hanya akibat kekurangan air mata. Padahal, gangguan pada lapisan lipid dan fungsi kelenjar meibom juga menjadi penyebab utama yang mempengaruhi keseimbangan air mata dan kesehatan mata. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa perih, kekeringan, bahkan penglihatan kabur yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam jurnal Cornea, sekitar 50 persen pasien mengalami evaporative dry eye, yaitu mata kering akibat penguapan air mata berlebihan. Sekitar 36 persen pasien mengalami kombinasi antara evaporative dan aqueous deficient dry eye, sementara hanya 14 persen yang mengalami kekurangan air mata secara murni. Temuan ini menegaskan bahwa pengobatan mata kering perlu mengatasi masalah lebih luas daripada sekadar menambah kelembapan.
Faktor Penyebab Mata Kering di Asia
Prevalensi Meibomian Gland Dysfunction (MGD), penyebab utama evaporative dry eye, di Asia tergolong tinggi, yaitu mencapai 46 hingga 70 persen. Kondisi ini menyebabkan kelainan pada kelenjar minyak di kelopak mata yang bertugas menghasilkan lapisan lipid air mata. Selain itu, faktor lingkungan seperti suhu panas, kelembapan rendah, dan polusi udara turut memperburuk gejala mata kering, khususnya di kawasan perkotaan Asia.
Kelenjar meibom yang tidak bekerja optimal membuat lapisan lipid tidak mampu menahan air mata sehingga mempercepat penguapan cairan mata. Akibatnya, pasien merasakan ketidaknyamanan yang signifikan saat beraktivitas, termasuk kemerahan dan sensasi terbakar.
Pendekatan Terapi Mata Kering yang Komprehensif
Solusi untuk mata kering harus menyasar seluruh lapisan air mata agar hasilnya maksimal. Dalam peluncuran produk terbaru yang dilakukan PT Anugrah Argon Medica bersama Alcon pada Februari 2026 di Jakarta, diperkenalkan Systane® Complete Multi-Dose Preservative-Free. Produk ini adalah tetes mata inovatif yang dirancang untuk menangani spektrum lengkap mata kering, mulai dari evaporative, aqueous deficient, hingga mixed dry eye.
Tetes mata ini menggunakan teknologi Hydroxypropyl Guar (HP-Guar) dan nanosize lipid droplets, yang membantu memulihkan lapisan lipid dan menjaga stabilitas film air mata secara menyeluruh. Dengan kemasan multidose tanpa pengawet dan valve satu arah teknologi PureFlow, produk ini mencegah kontaminasi dan memudahkan penggunaan di era modern.
Manfaat Terapi Berbasis Teknologi Modern
Menurut Patcharin Charmnoot, Head Alcon SEA Cluster, teknologi penyebaran tetesan produk ini memungkinkan distribusi obat yang optimal pada permukaan mata. Hal ini membuat terapi menjadi lebih efektif dibandingkan produk tetes mata biasa yang hanya fokus menambah kelembapan saja.
Sementara itu, Prof Dr dr Ratna Sitompul, Ketua INOIIS PERDAMI, menyatakan bahwa kehadiran produk ini sangat membantu tenaga medis untuk memberikan terapi yang lebih sesuai dengan kondisi pasien. Terapi yang melibatkan pengembalian fungsi lapisan lipid akan sangat efektif untuk pasien dengan MGD dan evaporative dry eye.
Langkah Praktis Mengatasi Mata Kering
Pasien dan tenaga medis dapat mengikuti langkah berikut untuk mengatasi mata kering secara menyeluruh:
- Diagnosa akurat untuk menentukan tipe mata kering yang dialami pasien.
- Penanganan khusus untuk mengembalikan fungsi kelenjar meibom dan lapisan lipid air mata.
- Penggunaan tetes mata multifungsi tanpa pengawet yang mampu merawat seluruh lapisan air mata.
- Menghindari faktor lingkungan seperti udara kering dan polusi dengan penggunaan pelindung mata.
- Rutin melakukan pemeriksaan mata untuk memantau perkembangan terapi.
Pemahaman yang komprehensif tentang penyebab dan penanganan mata kering akan membantu mengurangi risiko komplikasi jangka panjang. Produk Systane® Complete Multi-Dose Preservative-Free menjadi inovasi penting untuk mendukung terapi lengkap pasien mata kering, khususnya bagi mereka yang mengalami evaporative dry eye akibat gangguan kelenjar meibom.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com




