Memahami Cachexia dan Peran Nutrisi dalam Mendukung Anak dengan Kanker secara Optimal

Cachexia adalah kondisi serius yang berdampak pada anak penderita kanker, ditandai dengan kehilangan berat badan dan massa otot secara progresif. Kondisi ini bukan hanya akibat dari nafsu makan yang menurun, tetapi juga gangguan metabolik yang menghambat tubuh mempertahankan jaringan otot dan lemak.

Nutrisi memiliki peran krusial dalam mendukung perawatan kanker pada anak. Tanpa nutrisi yang cukup, malnutrisi dapat berkembang dan memperburuk kondisi hingga menjadi cachexia, yang jika tak ditangani berpotensi berlanjut ke sarcopenia, sebuah kondisi lebih parah yang melibatkan pelemahan otot yang signifikan.

Menurut dr. Dedyanto Henky Saputra, Medical General Manager PT Kalbe Farma Tbk., penyebab utama kanker pada anak adalah mutasi genetik, bukan pola makan tidak sehat. Namun, pemenuhan kebutuhan nutrisi adalah pondasi penting keberhasilan terapi kanker. Nutrisi yang baik membantu tubuh melawan efek samping seperti mual dan sariawan akibat kemoterapi.

Kondisi malnutrisi pada anak kanker sering muncul karena anoreksia, yaitu hilangnya nafsu makan yang disebabkan oleh mual, muntah, atau perubahan rasa makanan akibat obat-obatan. Jika tidak ditangani segera, malnutrisi dapat memperlambat jadwal kemoterapi dan memperburuk kondisi kesehatan anak.

Dukungan ahli gizi menjadi bagian penting dalam penanganan nutrisi anak penderita kanker. Mereka membantu mengatur pola makan dengan porsi kecil tapi kandungan gizi tinggi agar kebutuhan anak tetap terpenuhi meski nafsu makan menurun.

Dalam beberapa kasus, suplemen nutrisi seperti susu khusus dapat diberikan agar asupan kalori dan zat gizi tetap terpenuhi. Jika anak tidak mampu makan normal, nutrisi enteral melalui selang atau parenteral lewat infus dapat menjadi alternatif untuk memastikan asupan gizi mencukupi selama masa terapi.

Berikut adalah beberapa strategi yang bisa diterapkan untuk mencegah cachexia pada anak penderita kanker:

1. Mengatur pola makan dengan porsi kecil dan sering agar anak tetap mendapat energi.
2. Menambahkan bahan makanan bergizi tinggi, seperti sayur berdaun hijau, ikan berlemak, dan kacang-kacangan.
3. Suplemen nutrisi sesuai anjuran medis untuk memenuhi kebutuhan kalori tambahan.
4. Penggunaan nutrisi enteral atau parenteral jika anak kesulitan makan.
5. Pemberian obat yang dapat meningkatkan nafsu makan berdasarkan resep dokter.

Setiap penanganan nutrisi harus disesuaikan dengan kondisi unik anak dan dilakukan bersama tim medis. Keluarga wajib berdiskusi intensif dengan dokter dan ahli gizi untuk mengelola nutrisi, memastikan pemulihan optimal, dan menekan risiko komplikasi akibat malnutrisi atau cachexia.

Menghadapi kanker pada anak tidak hanya soal mengobati tumor, tetapi juga menjaga kondisi fisik melalui pola nutrisi yang tepat. Penanganan nutrisi yang baik dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pejuang kanker anak dan mendukung keberhasilan terapi secara menyeluruh. Nutrisi yang optimal adalah bagian integral dalam perjalanan penyembuhan mereka.

Baca selengkapnya di: lifestyle.bisnis.com

Berita Terkait

Back to top button