5 Makanan Ini Disebut Jadi “Bahan Bakar” Sel Kanker, Banyak Dikonsumsi Warga Indonesia

Kebiasaan jajan dan konsumsi makanan olahan bersuhu tinggi kini menjadi perhatian serius bagi kesehatan masyarakat. Sejumlah penelitian menyebut proses memasak di atas 120 derajat Celsius dapat membentuk zat akrilamida yang berpotensi bersifat karsinogenik.

Akrilamida terbentuk saat gula alami bereaksi dengan asam amino dalam makanan yang digoreng, dipanggang, atau dibakar. Paparan jangka panjang terhadap senyawa ini diduga dapat merusak struktur sel dan meningkatkan risiko keganasan.

Mengutip laporan Times of India pada Februari 2026, beberapa jenis makanan sehari hari diketahui mengandung kadar akrilamida cukup tinggi. Jenis makanan ini juga termasuk yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia.

Berikut lima makanan yang berpotensi mengandung kadar akrilamida lebih tinggi.

1. Gorengan

Keripik kentang, kentang goreng, dan aneka makanan yang digoreng menjadi penyumbang utama. Semakin lama proses penggorengan dan semakin gelap warnanya, kadar akrilamida cenderung meningkat.

Studi keamanan pangan menunjukkan kadar akrilamida pada keripik kentang dapat berkisar antara 300 hingga lebih dari 2000 µg per kg. Pada kentang goreng, kadarnya dilaporkan berada di kisaran 200 hingga 700 µg per kg.

Metode memasak seperti merebus atau menggunakan air fryer dapat membantu menekan pembentukan zat tersebut. Menghindari penggorengan berlebihan juga menjadi langkah pencegahan sederhana.

2. Biskuit dan Kue Kering Kemasan

Biskuit dan kue kering umumnya dipanggang pada suhu tinggi. Produk ini juga kerap mengandung gula rafinasi dan bahan tambahan lain.

Penelitian menunjukkan kadar akrilamida dalam biskuit dapat berkisar antara 160 hingga 1000 µg per kg. Angka ini bergantung pada bahan baku dan metode pemanggangan.

Memilih camilan dengan pemanggangan lebih ringan atau membuat sendiri dengan tepung gandum utuh bisa menjadi alternatif. Pengurangan gula juga dapat membantu menekan risiko.

3. Roti Panggang dan Roti Kecokelatan

Warna roti yang semakin cokelat menandakan proses pemanggangan dengan suhu tinggi. Kondisi ini meningkatkan pembentukan akrilamida.

Kadar akrilamida pada roti panggang dilaporkan berkisar antara 50 hingga 500 µg per kg. Roti yang dipanggang lebih gelap cenderung memiliki kadar lebih tinggi.

Memanggang roti hingga warna keemasan yang lebih terang dapat mengurangi risiko. Roti gandum utuh atau multigrain dengan pemanggangan ringan juga menjadi pilihan yang lebih sehat.

4. Kopi

Akrilamida juga terbentuk selama proses pemanggangan biji kopi. Tahap awal pemanggangan menghasilkan kadar lebih tinggi dibandingkan tahap akhir.

Data menunjukkan kopi seduh dapat mengandung 5 hingga 20 µg per liter. Sementara itu, kopi instan dalam bentuk bubuk dilaporkan memiliki kadar 100 hingga 400 µg per kg.

Pemilihan jenis sangrai dan konsumsi dalam jumlah wajar dapat menjadi langkah bijak. Konsultasi dengan tenaga medis juga disarankan bagi individu dengan risiko kesehatan tertentu.

5. Sereal Sarapan Kemasan

Corn flakes dan sereal panggang lain dibuat melalui proses pemanasan suhu tinggi. Produk dengan kadar gula tinggi dan warna kecokelatan umumnya memiliki pembentukan akrilamida lebih besar.

Penelitian menunjukkan kadar akrilamida dalam sereal sarapan dapat berkisar antara 150 hingga 1200 µg per kg. Variasi angka tergantung pada merek dan teknik produksi.

Alternatif seperti oat, poha, atau biji bijian yang dimasak secara tradisional dapat menjadi pilihan lebih aman. Metode pengolahan sederhana cenderung menghasilkan kadar senyawa berbahaya yang lebih rendah.

Berikut ringkasan kadar akrilamida berdasarkan jenis makanan.

No Jenis Makanan Kisaran Kadar Akrilamida
1 Keripik kentang 300 hingga lebih dari 2000 µg per kg
2 Kentang goreng 200 hingga 700 µg per kg
3 Biskuit 160 hingga 1000 µg per kg
4 Roti panggang 50 hingga 500 µg per kg
5 Kopi instan 100 hingga 400 µg per kg
6 Sereal sarapan 150 hingga 1200 µg per kg

Kesadaran terhadap metode memasak dan pemilihan bahan menjadi kunci pencegahan. Mengurangi frekuensi konsumsi makanan yang digoreng atau dipanggang berlebihan dapat membantu menekan paparan zat berisiko.

Langkah sederhana seperti menghindari warna terlalu gelap saat memasak dan memilih metode pengolahan yang lebih ringan dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat. Edukasi publik mengenai bahaya akrilamida juga dinilai penting untuk mencegah risiko kesehatan jangka panjang.

Berita Terkait

Back to top button