Puasa di bulan Ramadan kerap dimanfaatkan sebagai momen untuk memperbaiki pola makan dan mengendalikan berat badan. Banyak orang berharap puasa membantu menurunkan berat badan sekaligus mencegah risiko obesitas dan penyakit kronis terkait.
Menurut dokter spesialis penyakit dalam, dr. M. Vardian Mahardika, bulan Ramadan memang dapat menjadi kesempatan menurunkan berat badan jika dijalani dengan pola makan yang tepat. Namun, penurunan lemak tubuh sangat bergantung pada jenis dan jumlah kalori yang dikonsumsi selama berpuasa.
Puasa dan Pembakaran Lemak
Dr. Vardian menyatakan bahwa berpuasa mungkin meningkatkan pembakaran lemak, tapi hasil akhirnya tergantung pada asupan kalori harian. "Apakah saat berpuasa bakar lemak lebih banyak? Mungkin iya, tapi apakah hilangnya banyak atau tidak? Semua itu tergantung dari jumlah kalori yang kita makan," jelasnya.
Faktor utama keberhasilan menurunkan berat badan selama Ramadan adalah menjaga asupan kalori yang seimbang dan terkontrol. Mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak berlebih justru bisa menggagalkan tujuan tersebut.
Olahraga Sebelum Berbuka Puasa
Selain menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik juga penting untuk mendukung pencegahan obesitas. Dr. Vardian merekomendasikan olahraga sebelum berbuka puasa sebagai waktu yang ideal. "Olahraga yang bagus, misalnya lari, dilakukan sebelum iftar atau sebelum berbuka. Itu ternyata memiliki efek yang kondisinya baik," ujarnya.
Olahraga sebelum berbuka membantu meningkatkan metabolisme dan pembakaran kalori secara lebih efektif. Dr. Vardian mencontohkan, dengan melakukan latihan aerobik seperti lari dalam zona detak jantung optimal, yaitu 60–70% dari maksimal heart rate, pembakaran lemak menjadi lebih maksimal.
Mengatur Pola Makan Sahur
Terkait konsumsi karbohidrat saat sahur, keputusan menyesuaikan asupan nasi bisa disesuaikan dengan kebutuhan individu. "Kurangi nasi boleh atau tidak, tergantung masing-masing. Kalau dari segi tujuan untuk menurunkan berat badan, boleh saja," jelas dr. Vardian. Namun, sahur tetap penting untuk menyediakan energi agar tubuh kuat menjalani puasa sepanjang hari.
Keseimbangan antara asupan yang cukup saat sahur dan kebutuhan energi saat beraktivitas menjadi kunci agar puasa efektif untuk menurunkan berat badan tanpa membuat tubuh lemas.
Pentingnya Aktivitas dan Gerak Tubuh
Meskipun puasa dapat memperbaiki pola makan, hasil penurunan berat badan akan kurang maksimal tanpa olahraga. "Yang penting itu kita bergerak," tegas dr. Vardian. Aktivitas fisik sangat membantu mempercepat metabolisme dan pembakaran lemak selama Ramadan.
Dr. Vardian menambahkan bahwa olahraga seperti jalan cepat atau lari tidak hanya membantu menurunkan berat badan, tetapi juga berperan sebagai antidepresan alami yang meningkatkan kesehatan mental selama berpuasa.
Panduan Praktis Menjaga Berat Badan Saat Ramadan
- Pilih makanan sehat dan seimbang saat sahur dan berbuka.
- Hindari makanan tinggi gula dan lemak jenuh.
- Sesuaikan porsi karbohidrat saat sahur sesuai kebutuhan energi.
- Lakukan olahraga ringan hingga sedang sebelum berbuka puasa.
- Monitor detak jantung selama olahraga untuk hasil optimal.
- Pastikan tetap aktif bergerak meski berpuasa.
Puasa di bulan Ramadan merupakan kesempatan tepat untuk memperbaiki pola makan sekaligus mengelola berat badan. Namun, keberhasilan mencegah obesitas selama Ramadan membutuhkan kombinasi asupan nutrisi yang tepat dan aktivitas fisik yang cukup. Dengan strategi terencana, puasa bukan hanya ritual spiritual, tapi juga langkah efektif dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Baca selengkapnya di: lifestyle.bisnis.com




