Ancaman penyakit dengue terus menjadi perhatian serius di Kota Palembang. Sampai akhir tahun 2025, Palembang mencatat kasus dengue tertinggi di Provinsi Sumatera Selatan dengan 968 kasus dan 3 kematian, menjadikan anak usia sekolah sebagai kelompok yang paling rentan terkena penyakit ini.
Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan menunjukkan bahwa dalam tujuh tahun terakhir, 41 persen kematian akibat dengue terjadi pada anak usia 5–14 tahun. Hal ini menandakan perlunya fokus khusus pada kelompok usia sekolah untuk pengendalian dan pencegahan dengue.
Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue di Palembang
Sebagai respons atas situasi tersebut, Dinas Kesehatan Kota Palembang bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya melaksanakan program Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue. Program ini melibatkan sekitar 7.500 siswa di 60 Sekolah Dasar yang berlokasi di wilayah puskesmas dengan laporan kasus dengue tinggi. Dari jumlah tersebut, sekitar 5.000 anak telah menerima vaksinasi dengue.
Pemantauan aktif tidak hanya berupa pemberian vaksin, tetapi juga pengawasan kesehatan anak secara berkelanjutan. Ini bertujuan memberikan data yang terstruktur untuk membantu menentukan kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran di masa mendatang. Pendekatan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mencapai target nol kematian dengue pada tahun 2030.
Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Strategi Utama
Program vaksinasi ini menjadi bagian dari inisiatif multinegara yang juga diterapkan di Thailand dan Malaysia. Kolaborasi melibatkan pemerintah daerah, institusi akademik, serta pihak swasta seperti PT Takeda Innovative Medicines yang ikut mendukung. Pendekatan lintas sektor ini dianggap esensial karena dengue merupakan masalah yang kompleks dan membutuhkan penanganan terintegrasi.
Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, menekankan pentingnya pengendalian vektor dan edukasi masyarakat sebagai fondasi utama. Ia menegaskan bahwa inovasi teknologi dan kolaborasi berbasis bukti ilmiah menjadi kunci untuk peningkatan efektivitas pencegahan dengue secara berkelanjutan.
Peran Pendidikan dan Teknologi dalam Pengendalian Dengue
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. H. Trisnawarman, menyebutkan bahwa upaya pencegahan harus dilakukan secara konsisten dengan menerapkan langkah 3M Plus (menguras, menutup, dan mengubur tempat penampungan air) serta pemanfaatan teknologi inovatif seperti Ovitrap. Keterlibatan Fakultas Kedokteran Unsri juga memperkuat pengembangan riset dan edukasi kesehatan, yang menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dr. Ariesti Karmila, Ketua Pelaksana Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Sumatera Selatan, menambahkan bahwa vaksinasi merupakan pelengkap strategi pencegahan yang sudah berlangsung. Dengan vaksinasi, risiko berkembangnya dengue berat dan kematian dapat ditekan secara signifikan.
Langkah Terpadu Menuju Nol Kematian Dengue
Upaya Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue di Palembang jadi model pembelajaran penting dalam pengendalian dengue di Indonesia. Kombinasi antara pendekatan 3M Plus, penguatan peran juru pemantau jentik (jumantik), inovasi teknologi, dan vaksinasi diarahkan untuk mencapai target nasional dan global, yakni nol kematian akibat dengue pada 2030.
Inisiatif ini juga menunjukkan bagaimana kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta mampu memberikan dampak nyata bagi perlindungan kesehatan anak dan masyarakat. Pemantauan jangka panjang yang berbasis data diharapkan dapat menghasilkan kebijakan pencegahan yang lebih efektif serta memperkuat ketahanan masyarakat dari ancaman dengue.
Baca selengkapnya di: www.suara.com




