Waspadai Tanda Ginjal Bermasalah: Sering Pipis Malam dan Kaki Bengkak Bisa Jadi Gejala

Sering buang air kecil di malam hari dan pembengkakan pada kaki tidak boleh dianggap remeh. Dua gejala ini ternyata dapat menandakan penurunan fungsi ginjal yang serius dan memerlukan perhatian medis segera.

Dr. Hemant Chaugule, ahli nefrologi dari Rumah Sakit Holy Family di Mumbai, menegaskan bahwa gangguan ginjal tidak hanya muncul pada stadium akhir. Menurutnya, tubuh memberikan tanda-tanda sejak dini bahwa ginjal mulai bermasalah dalam menjalankan fungsinya.

Perubahan Pola Buang Air Kecil sebagai Tanda Awal

Salah satu indikasi paling umum gangguan ginjal adalah perubahan kebiasaan buang air kecil. Penderita sering terbangun di malam hari karena ingin buang air kecil lebih sering dari biasanya. Selain frekuensi, kualitas urine juga menjadi petunjuk penting. Misalnya, urine yang berbusa menandakan kebocoran protein (albumin), sedangkan urine yang keruh atau bercampur darah menunjukkan adanya masalah pada ginjal.

Pembengkakan Tubuh Akibat Fungsi Ginjal Menurun

Ketika ginjal tidak lagi dapat menyaring cairan dan garam secara efektif, penumpukan cairan terjadi di jaringan tubuh. Kondisi ini menyebabkan edema atau pembengkakan yang terlihat pada kaki, pergelangan kaki, dan wajah, terutama di sekitar mata. Berbeda dengan penambahan berat badan biasa, pembengkakan akibat ginjal dapat berubah-ubah selama hari berjalan.

Gejala Lain yang Sering Terabaikan

Selain perubahan buang air kecil dan pembengkakan, terdapat beberapa gejala lain yang penting dikenali:

  1. Kelelahan ekstrem yang disebabkan oleh anemia karena ginjal gagal memproduksi hormon eritropoietin.
  2. Gangguan pencernaan seperti mual dan rasa logam di mulut yang berhubungan dengan akumulasi racun dalam darah.
  3. Tekanan darah tinggi yang sulit dikendalikan meskipun sudah mengonsumsi obat antihipertensi.

Deteksi Dini dan Pencegahan Penyakit Ginjal

Data dari National Kidney Association menunjukkan bahwa sekitar 10% penduduk dunia menderita penyakit ginjal kronis. Untuk mencegah kondisi ini berkembang menjadi gagal ginjal, terutama pada kelompok berisiko seperti penderita diabetes dan hipertensi, disarankan melakukan pemeriksaan fungsi ginjal secara rutin. Pemeriksaan darah seperti kadar ureum dan kreatinin serta tes urine menjadi langkah penting untuk deteksi dini.

Dr. Chaugule mengingatkan agar masyarakat tidak menunda konsultasi ke dokter spesialis nefrologi ketika gejala sudah mulai muncul. Penanganan sejak dini sangat krusial agar kerusakan ginjal tidak bertambah parah dan kualitas hidup tetap terjaga.

Dengan memahami gejala-gejala tersebut dan melakukan pemeriksaan rutin, seseorang memiliki kesempatan lebih besar untuk menjaga fungsi ginjal agar tetap optimal dan menghindari komplikasi serius di masa depan.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button