Waspada Kasus Campak Meningkat, IDAI Anjurkan Hindari Sentuh Anak Saat Lebaran

Kasus campak pada anak-anak di Indonesia menunjukkan tren meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat saat bersilaturahmi di momen Lebaran, terutama dalam berinteraksi dengan anak-anak.

Piprim menyebutkan bahwa kebiasaan menyentuh, mencium, atau menyuapi anak tanpa kehati-hatian bisa meningkatkan risiko penularan campak. Mengingat sistem kekebalan tubuh anak masih berkembang, mereka menjadi lebih rentan terhadap infeksi penyakit yang mudah menular tersebut.

Risiko Penularan Campak Saat Silaturahmi Lebaran

Campak merupakan penyakit yang sangat menular, apalagi ketika banyak orang berkumpul dalam satu tempat. Piprim menyarankan agar orang tua melindungi bayinya dari kontak langsung dengan orang yang tidak dikenal atau saat berada di kerumunan. Hal ini penting mengingat potensi persebaran virus yang cepat di masa Lebaran.

Menurut dokter anak ini, meski menyentuh anak sering dimotivasi oleh rasa sayang, rupanya kebiasaan tersebut membawa risiko tinggi penularan penyakit. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk lebih selektif dan berhati-hati.

Faktor Penurunan Herd Immunity dan Imunisasi Campak

Salah satu penyebab utama meningkatnya kasus campak adalah menurunnya tingkat cakupan imunisasi di kalangan anak-anak. Kondisi ini mengakibatkan terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity yang tidak optimal. Akibatnya, penularan campak menjadi lebih mudah terjadi di masyarakat.

Data Kementerian Kesehatan pada 2025 mencatat 63.769 kasus suspek campak dengan 11.094 kasus terkonfirmasi. Kasus kematian tercatat sebanyak 69 orang, menunjukkan case fatality rate sekitar 0,1 persen. Pada awal 2026, hingga minggu ke-7, dilaporkan 8.224 kasus suspek dengan 572 kasus terkonfirmasi dan empat kematian (CFR 0,05 persen).

Panduan Vaksinasi Campak untuk Perlindungan Anak

Imunisasi menjadi langkah paling efektif untuk mencegah campak. Piprim mengimbau para orang tua segera memeriksa dan melengkapi jadwal vaksinasi anak. Vaksin campak diberikan sebanyak tiga dosis:

  1. Dosis pertama pada usia 9 bulan
  2. Dosis kedua antara usia 15-18 bulan
  3. Dosis ketiga saat anak berusia sekitar 5 tahun

Jika anak terlambat mendapatkan vaksinasi, imunisasi tetap harus dikejar agar perlindungan bisa optimal sebelum memasuki dosis berikutnya.

Imbauan IDAI untuk Masyarakat

Ketua IDAI menegaskan pentingnya menjaga kesehatan bayi dan anak-anak saat Lebaran. Selain membatasi kontak langsung, menjaga kebersihan tangan dan menghindari kerumunan bisa mengurangi risiko penularan campak. Silaturahmi memang penting, namun kesehatan anak harus tetap menjadi prioritas utama.

Masyarakat juga disarankan untuk melaporkan kepada fasilitas kesehatan apabila menemukan gejala campak atau kasus luar biasa yang terjadi di lingkungan sekitar. Langkah ini akan membantu kontrol dan penanganan yang lebih cepat dan tepat.

Baca selengkapnya di: lifestyle.bisnis.com
Exit mobile version