Menkes Pastikan IGD Rumah Sakit Pemerintah Tetap Buka Saat Hari Libur Lebaran

Pemerintah memastikan bahwa unit Instalasi Gawat Darurat (IGD) di rumah sakit milik Kementerian Kesehatan tetap buka dan melayani pasien selama libur panjang Idulfitri dan Nyepi. Kebijakan ini diambil untuk menjamin layanan kesehatan kedaruratan berjalan lancar tanpa hambatan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan segera.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa sesuai arahan Presiden, semua layanan emergensi, termasuk IGD, wajib beroperasi selama masa liburan. Contohnya, pasien dengan kondisi seperti stroke tetap akan dilayani tanpa gangguan di IGD rumah sakit pemerintah.

Penyesuaian Jadwal Pelayanan Medis

Pada tanggal 20 hingga 23 Maret 2026, seluruh rumah sakit yang dikelola Kemenkes akan menyesuaikan jadwal pelayanannya. Fokus utama adalah memprioritaskan kasus-kasus darurat, sementara tindakan medis yang bersifat elektif atau rutin akan dijadwalkan ulang. Kebijakan ini bertujuan agar tenaga medis fokus menangani kasus kritis terlebih dahulu.

Menkes menyebutkan pasien kanker yang menerima terapi penyinaran juga tetap akan mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan. Meskipun ada libur empat hari, jadwal terapi yang rutin sebanyak 25 kali dalam seminggu akan digeser baik sebelum maupun sesudah libur agar tidak terlewat.

Fasilitas Rumah Sakit Siaga Selama Libur

Sekitar 40 rumah sakit vertikal di bawah Kemenkes ditetapkan untuk siaga melayani masyarakat selama masa libur panjang ini. Peninjauan kesiapan layanan di RS Kanker Dharmais menjadi bagian dari upaya memastikan semua fasilitas tetap beroperasi dengan baik.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini, menegaskan pentingnya menjaga kelangsungan layanan kesehatan sebagai sektor esensial. Ia menyoroti bahwa meski banyak pegawai mulai menerapkan sistem kerja fleksibel, fasilitas kesehatan harus tetap dikelola dengan penuh komitmen.

Inovasi Layanan untuk Kenyamanan Pasien

RS Kanker Dharmais dikenal menggunakan inovasi antrean online demi meningkatkan efisiensi layanan dan mengurangi antrian fisik pasien. Menteri PANRB berharap teknologi serupa dapat diadopsi rumah sakit lain untuk mendukung pelayanan yang lebih efektif.

Masyarakat diimbau untuk memberikan umpan balik terkait kualitas layanan melalui survei kepuasan yang bisa diakses lewat laman lapor.go.id atau menggunakan barcode yang tersedia. Langkah ini diharapkan membantu rumah sakit meningkatkan mutu pelayanan secara berkelanjutan.

Dengan komitmen penuh menjaga operasional layanan kesehatan dan diikuti inovasi teknologi serta mekanisme pengawasan, pemerintah berupaya menjamin bahwa kebutuhan medis masyarakat tetap terpenuhi dengan baik selama masa libur panjang. Informasi ini menjadi bukti kesiapan dan keseriusan sektor kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik tanpa menurunkan kualitas di momen krusial seperti Hari Raya Idulfitri.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button