Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono memastikan layanan kesehatan tetap dalam kondisi siaga selama libur Lebaran 2026. Hal ini dilakukan agar masyarakat tetap mendapatkan akses optimal terhadap pelayanan medis, terutama dalam situasi darurat.
Dante menegaskan bahwa rumah sakit beroperasi penuh meskipun ada penyesuaian pada beberapa unit layanan. Poliklinik memang akan libur selama Lebaran, tetapi unit Unit Gawat Darurat (UGD) tetap buka untuk melayani pasien yang membutuhkan pertolongan segera.
Operasi Darurat Tetap Dilayani
Selama periode Lebaran, rumah sakit tidak menerima operasi elektif atau non-darurat guna memprioritaskan layanan darurat. Namun, operasi terkait kecelakaan atau kondisi mendesak lainnya tetap dijalankan tanpa penundaan. “Operasi kecelakaan, harus pasang pen, itu bisa langsung dilakukan,” jelas Dante.
Penanganan operasi penting ini didukung oleh kesiagaan tenaga medis yang tersedia terutama di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Dokter-dokter telah disiagakan agar bisa memberikan pelayanan cepat dan tepat bagi pasien selama libur panjang.
Penyesuaian Tenaga Medis Berdasarkan Kapasitas Rumah Sakit
Jumlah tenaga medis yang siap siaga disesuaikan dengan kapasitas dan klasifikasi rumah sakit masing-masing daerah. Misalnya, di rumah sakit besar seperti Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), sekitar 30 hingga 40 dokter akan bertugas setiap hari untuk menangani berbagai kasus darurat.
Sementara itu, rumah sakit di daerah menyesuaikan jumlah tenaga medis yang siaga berdasarkan kebutuhan dan volume pasien yang diperkirakan selama Lebaran. Hal ini memastikan layanan kesehatan tetap optimal tanpa mengorbankan kualitas pelayanan.
Posko Kesehatan di Jalur Mudik
Selain layanan di rumah sakit, Kementerian Kesehatan juga menyiapkan posko-posko kesehatan di sepanjang jalur mudik. Posko ini berfungsi sebagai titik layanan medis yang strategis untuk membantu pemudik yang mengalami gangguan kesehatan atau kecelakaan saat perjalanan.
Posko kesehatan mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat selama puncak arus mudik Lebaran, sehingga pemudik dapat segera mendapatkan pertolongan medis bila diperlukan.
Fokus pada Pelayanan Darurat dan Kesiapan Medis
Langkah-langkah yang diambil oleh Kementerian Kesehatan menggambarkan komitmen menjaga ketersediaan pelayanan medis selama momentum Lebaran. Dengan tetap beroperasinya UGD dan tenaga medis yang disiagakan secara memadai, masyarakat mendapat jaminan perlindungan kesehatan yang lebih baik.
Peningkatan layanan ini juga diharapkan dapat mengurangi risiko komplikasi akibat keterlambatan penanganan medis saat libur nasional. Pemerintah terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi lonjakan permintaan pelayanan selama Lebaran 2026.
Baca selengkapnya di: lifestyle.bisnis.com




