Menjaga hidrasi selama Ramadan menjadi kunci utama agar tubuh tetap bugar saat menjalankan aktivitas di bulan puasa. Kekurangan cairan setelah berpuasa seharian dapat menurunkan energi dan konsentrasi, terutama bagi mereka yang tetap aktif bekerja dan berpergian hingga waktu berbuka tiba.
Setelah seharian menahan haus, asupan cairan yang cukup perlu segera dipenuhi saat berbuka untuk memulihkan stamina. Cairan berperan penting dalam menjaga keseimbangan elektrolit dan mendukung fungsi tubuh agar tetap optimal dalam menghadapi rutinitas.
Pentingnya Hidrasi dalam Ramadan
Saat berpuasa, tubuh kehilangan cairan melalui keringat dan pernapasan, terutama bila aktivitas harian cukup padat. Kekurangan cairan dapat menyebabkan dehidrasi ringan yang berdampak pada menurunnya kemampuan fokus dan melemahnya tubuh. Oleh sebab itu, menjaga hidrasi bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga kunci agar tetap produktif dan mampu menjalankan ibadah dengan baik.
Memenuhi kebutuhan cairan secara optimal saat berbuka puasa juga membantu mengisi ulang energi dan menjaga stamina untuk aktivitas malam hari. Selain air putih, konsumsi minuman yang mengandung elektrolit dan karbohidrat alami akan memberikan manfaat tambahan dalam proses pemulihan tubuh.
Air Kelapa sebagai Pilihan Minuman Alami
Air kelapa merupakan salah satu minuman yang sangat direkomendasikan saat berbuka. Kandungan glukosa, fruktosa, dan sukrosa di dalamnya menyediakan sumber energi alami tanpa tambahan bahan kimia. Selain itu, air kelapa efektif menggantikan cairan tubuh yang hilang selama puasa, sehingga membantu menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.
Minuman ini juga mudah dicerna dan cepat diserap tubuh, menjadikannya ideal untuk dikonsumsi pertama kali saat berbuka. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa air kelapa memiliki efek rehidrasi yang setara dengan minuman olahraga ringan, namun alami dan bebas kalori berlebih.
Inisiatif dan Program Menjaga Hidrasi di Ramadan
Kesadaran akan pentingnya menjaga hidrasi selama Ramadan mendorong berbagai program sosial untuk membantu masyarakat tetap terhidrasi. Salah satu contohnya adalah program “ICHITAN Berbagi Kesegaran Berbagi Kebahagiaan” yang diselenggarakan di delapan kota besar di Indonesia.
Program ini menyediakan lebih dari 6.000 minuman ICHITAN Thai Coco Water kepada masyarakat secara gratis pada titik-titik strategis, dari Bogor sampai Makassar, dalam periode 27 Februari hingga 18 Maret 2026. Upaya ini tidak hanya memberi akses minuman segar saat berbuka, tetapi juga mengedukasi pentingnya hidrasi bagi kesehatan di bulan puasa.
Duangkamon Ngarmsangiem, Chief Operating Officer PT Ichi Tan Indonesia, menegaskan bahwa menjaga energi dan hidrasi selama Ramadan merupakan prioritas bagi mereka yang tetap aktif. “Kami ingin mendukung masyarakat agar tetap berenergi dan terhidrasi agar dapat menjalankan aktivitas dan ibadah dengan optimal,” ujarnya.
Tips Memenuhi Kebutuhan Hidrasi di Ramadan
Untuk membantu menjaga hidrasi selama Ramadan, berikut beberapa panduan praktis yang dapat diikuti:
- Minumlah 2-3 gelas air putih segera setelah berbuka sebelum mengonsumsi makanan berat.
- Pilih minuman alami seperti air kelapa yang mengandung elektrolit dan karbohidrat alami.
- Hindari minuman berkafein dan bersoda yang dapat mempercepat kehilangan cairan tubuh.
- Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran yang tinggi kandungan air saat sahur dan berbuka.
- Tetap konsumsi air putih secara rutin hingga waktu sahur agar tubuh tetap terhidrasi optimal.
Memenuhi kebutuhan cairan dengan tepat sangat berpengaruh pada kondisi fisik dan mental selama Ramadan. Hidrasi yang baik memastikan tubuh tetap prima menjalani puasa, aktivitas harian, dan ibadah di malam hari secara lebih lancar dan nyaman. Dengan begitu, momentum Ramadan bisa dijalani dengan penuh kesehatan dan semangat.
Baca selengkapnya di: www.suara.com




