Campak Pada Orang Dewasa Menular? Gejalanya Sering Terlambat Disadari, Ini Faktanya

Campak pada orang dewasa tetap bisa menular dan justru dapat memicu komplikasi yang serius bila tubuh tidak memiliki perlindungan yang cukup. Virus ini menyebar sangat cepat melalui percikan saluran napas, termasuk saat penderita batuk atau bersin, sehingga orang yang belum pernah divaksin atau belum pernah terkena campak lebih berisiko tertular.

Kasus dokter muda yang dilaporkan meninggal dengan dugaan campak kembali menegaskan bahwa penyakit ini bukan hanya masalah anak-anak. Kementerian Kesehatan RI menyebut dokter pria berusia 26 tahun itu sempat mengalami demam, ruam merah, lalu sesak napas berat, dan kondisi tersebut diduga berkembang menjadi komplikasi.

Campak pada orang dewasa tetap menular

Campak termasuk salah satu penyakit paling menular di dunia. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus mulai sekitar 4 hari sebelum ruam muncul hingga 4 hari setelah ruam terlihat.

Penularannya terjadi lewat udara dan droplet dari mulut atau hidung orang yang terinfeksi. Virus juga dapat masuk melalui mata, hidung, atau mulut, lalu berkembang di saluran napas sebelum menyebar ke seluruh tubuh.

Organisasi kesehatan internasional seperti WHO menetapkan imunisasi sebagai langkah utama untuk mencegah penularan campak. Di banyak negara, dua dosis vaksin campak atau vaksin kombinasi MMR terbukti sangat efektif menurunkan risiko sakit berat.

Mengapa orang dewasa masih bisa kena campak

Banyak orang dewasa mengira campak hanya menyerang anak-anak. Padahal, siapa pun bisa terinfeksi jika belum pernah divaksin lengkap atau tidak punya riwayat kebal alami dari infeksi sebelumnya.

Risiko juga meningkat pada orang dewasa yang tinggal atau bekerja di lingkungan padat, sering bepergian, atau berinteraksi dengan banyak orang. Pada kondisi tertentu, daya tahan tubuh yang lemah membuat gejala bisa lebih berat dan pemulihan lebih lambat.

Gejala campak pada orang dewasa

Gejala awal campak sering mirip flu biasa, sehingga banyak orang terlambat menyadarinya. Keluhannya biasanya muncul 6 hingga 21 hari setelah terpapar virus, lalu disusul ruam dalam beberapa hari.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  1. Demam tinggi
  2. Batuk kering
  3. Pilek
  4. Mata merah dan sensitif terhadap cahaya
  5. Lemas dan cepat lelah
  6. Nyeri badan
  7. Nafsu makan menurun
  8. Sakit tenggorokan
  9. Bercak putih keabu-abuan di mulut atau tenggorokan
  10. Ruam merah yang mulai dari belakang telinga lalu menyebar ke wajah, leher, dan seluruh tubuh

Pada orang dewasa, sesak napas, nyeri dada, dan penurunan kondisi umum bisa muncul lebih berat jika terjadi komplikasi. Karena itu, gejala yang terlihat ringan pada awalnya tetap perlu dipantau dengan serius.

Komplikasi yang bisa muncul

Campak bisa memicu masalah kesehatan lain, bukan hanya ruam dan demam. Komplikasi yang paling sering dikhawatirkan adalah infeksi saluran napas, radang paru, gangguan telinga, diare berat, hingga peradangan otak.

Dalam kasus tertentu, komplikasi berat dapat berujung pada perawatan intensif. Pada orang dewasa, risiko ini bisa meningkat bila penderita datang terlambat ke fasilitas kesehatan atau memiliki penyakit penyerta.

Pencegahan campak pada orang dewasa

Langkah paling efektif untuk mencegah campak adalah vaksinasi. Vaksin campak umumnya diberikan dalam bentuk vaksin MMR, yaitu kombinasi campak, gondongan, dan rubella, dengan 2 dosis sesuai jadwal imunisasi.

Bagi orang dewasa yang tidak yakin pernah divaksin atau belum pernah terkena campak, konsultasi ke dokter sangat disarankan. Dokter dapat menilai apakah perlu vaksin tambahan, terutama bagi tenaga kesehatan, pelaku perjalanan, ibu yang merencanakan kehamilan, dan orang yang tinggal serumah dengan kelompok rentan.

Langkah pencegahan lain yang penting:

  1. Menjaga jarak dari orang yang sedang demam dan ruam
  2. Memakai masker saat berada di kerumunan atau ruang tertutup
  3. Rajin mencuci tangan dengan sabun
  4. Tidak berbagi alat makan atau minum
  5. Mengisolasi diri sementara jika mulai muncul gejala
  6. Segera memeriksakan diri bila ada riwayat kontak dengan penderita

Pengobatan campak pada orang dewasa

Karena campak disebabkan virus, tidak ada obat khusus yang langsung membunuh virusnya. Perawatan biasanya bersifat suportif untuk meredakan gejala dan mencegah dehidrasi atau komplikasi lain.

Perawatan yang umumnya dianjurkan meliputi:

  1. Banyak minum air putih
  2. Istirahat cukup
  3. Mengonsumsi obat penurun demam dan pereda nyeri sesuai anjuran dokter, seperti paracetamol atau ibuprofen
  4. Menghindari cahaya terang jika mata sangat sensitif
  5. Menjaga asupan makanan agar tubuh tidak makin lemah

WHO dan berbagai lembaga kesehatan juga menekankan pentingnya pemantauan ketat pada pasien campak dengan gejala berat. Jika demam tidak turun, napas terasa cepat, muncul kebingungan, kejang, atau tanda dehidrasi, pasien perlu segera dibawa ke fasilitas kesehatan.

Kapan harus segera ke dokter

Orang dewasa dengan dugaan campak sebaiknya tidak menunggu terlalu lama, apalagi jika gejalanya memburuk. Penanganan cepat dapat membantu mencegah kondisi berkembang menjadi komplikasi serius.

Segera cari pertolongan medis jika muncul:

  1. Sesak napas atau napas cepat
  2. Nyeri dada
  3. Demam tinggi yang tidak membaik
  4. Kejang
  5. Penurunan kesadaran atau kebingungan
  6. Sakit kepala berat disertai leher kaku
  7. Muntah terus-menerus atau diare berat
  8. Mulut kering atau jarang buang air kecil

Pada akhirnya, campak pada orang dewasa tetap menular, mudah menyebar, dan bisa berbahaya bila diabaikan. Vaksinasi, kewaspadaan terhadap gejala awal, serta pemeriksaan medis sejak dini menjadi kunci untuk menekan risiko penularan dan komplikasi.

Baca selengkapnya di: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button