Christophe Piganiol, Rantai Pasok Tangguh Menjaga Nyawa Pasien di Indonesia

Akses layanan kesehatan di Indonesia sangat ditentukan oleh kekuatan rantai pasok, bukan hanya jumlah fasilitas medis. Dalam konteks negara kepulauan dengan sebaran wilayah yang luas dan risiko bencana yang tinggi, distribusi obat, alat kesehatan, dan terapi sensitif harus berjalan cepat, stabil, dan tetap terjaga mutunya.

Christophe Piganiol, Direktur Utama PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL), menegaskan bahwa rantai pasok yang tangguh adalah fondasi keselamatan pasien. Menurut dia, keterlambatan distribusi bukan hanya soal operasional, tetapi bisa memengaruhi peluang pasien mendapatkan pengobatan yang tepat waktu, terutama bagi penderita penyakit kronis dan pasien yang membutuhkan terapi berkelanjutan.

Distribusi kesehatan di negara kepulauan

Indonesia menghadapi tantangan logistik yang kompleks karena ribuan pulau dan kondisi geografis yang beragam. Pengiriman produk kesehatan ke daerah seperti Ambon, Kendari, dan Baubau membutuhkan sistem distribusi yang mampu menjangkau wilayah sulit tanpa mengorbankan kualitas produk.

Christophe menyebut perbaikan infrastruktur transportasi telah membantu mempercepat arus distribusi. Ia menjelaskan bahwa pengiriman yang dulu bisa memakan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari kini jauh lebih efisien, sehingga perusahaan dapat menjaga ketersediaan stok di lebih banyak titik layanan.

APL, bagian dari Zuellig Pharma, memosisikan diri bukan sekadar sebagai distributor. Perusahaan ini membangun sistem layanan yang menghubungkan produsen, fasilitas kesehatan, tenaga medis, dan pasien agar akses terhadap produk kesehatan berjalan lebih merata.

Teknologi cold chain untuk produk sensitif

Salah satu fokus utama APL adalah menjaga kualitas produk yang memerlukan suhu stabil. Perusahaan menggunakan National Distribution Center berstandar global dengan sistem pemantauan suhu real-time dan solusi cold chain untuk vaksi, insulin, serta terapi dialisis.

Berikut beberapa elemen yang menjadi penopang distribusi itu:

  1. Pemantauan suhu real-time untuk mendeteksi gangguan sejak dini.
  2. Ruang cold chain yang lebih stabil dibandingkan pendingin konvensional.
  3. Sistem cadangan energi berlapis agar operasional tetap berjalan saat listrik terganggu.
  4. Desain fasilitas yang disiapkan menghadapi risiko banjir dan gempa.

Dalam layanan kesehatan, kualitas produk tidak boleh turun di tengah perjalanan. Karena itu, pengelolaan suhu menjadi faktor penting yang menentukan apakah obat tetap aman dipakai saat tiba di tangan pasien.

Rantai pasok yang tahan bencana

Di Indonesia, ketahanan rantai pasok tidak bisa dilepaskan dari kesiapan menghadapi bencana alam. Infrastruktur distribusi harus mampu bertahan saat banjir, gempa, atau gangguan lain memutus jalur pasokan.

Christophe menjelaskan bahwa APL merancang fasilitas distribusi agar tetap berfungsi dalam kondisi darurat. Pendekatan ini penting karena gangguan logistik di sektor kesehatan bisa langsung berdampak pada pasien yang memerlukan obat secara rutin.

Kebutuhan akan sistem yang tangguh juga selaras dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan kesehatan nasional. Tanpa distribusi yang stabil, pelayanan kesehatan mudah mengalami ketimpangan antara kota besar dan wilayah terpencil.

Pelatihan tenaga kesehatan masih penting

Masalah akses kesehatan tidak berhenti pada distribusi produk. Ketersediaan tenaga medis dan peningkatan kapasitas mereka juga menjadi persoalan yang masih harus dijawab.

APL menggelar pelatihan bagi tenaga kesehatan untuk memperbarui pengetahuan tentang terapi dan praktik medis terbaru. Sepanjang 2025, lebih dari 22.000 tenaga kesehatan telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan perusahaan bersama berbagai institusi, termasuk universitas dan asosiasi profesi.

Christophe mengatakan dunia medis terus berkembang dan tenaga kesehatan harus mengikuti perubahan itu. Pembaruan pengetahuan menjadi penting agar dokter dan perawat dapat memberikan layanan yang lebih tepat dan mutakhir kepada pasien.

Kolaborasi untuk memperluas akses inovasi

Akses terhadap terapi inovatif sering kali tertahan oleh jarak, distribusi, dan kecepatan registrasi. Jika rantai pasok tidak siap, teknologi medis baru akan lebih dulu dinikmati oleh kelompok masyarakat di kota besar.

APL berupaya mempercepat masuknya terapi baru ke Indonesia melalui kolaborasi dengan perusahaan farmasi global dan regulator. Langkah ini mendukung percepatan akses pasien terhadap pengobatan yang lebih maju tanpa harus mencari layanan ke luar negeri.

Christophe menilai semakin cepat inovasi hadir, semakin besar peluang pasien memperoleh terapi terbaik. Pendekatan ini juga sejalan dengan kebutuhan sistem kesehatan nasional yang ingin memperkecil kesenjangan akses antarwilayah.

Pencegahan sebagai bagian dari layanan kesehatan

Selain memperkuat distribusi dan edukasi tenaga medis, APL juga mendorong literasi kesehatan di masyarakat. Program perusahaan mencakup edukasi vaksinasi, deteksi dini kanker, dan pola hidup sehat agar masyarakat lebih sadar pada pencegahan penyakit.

  1. Edukasi vaksinasi untuk meningkatkan perlindungan sejak dini.
  2. Deteksi dini penyakit agar pengobatan bisa dimulai lebih cepat.
  3. Sosialisasi gaya hidup sehat untuk menekan risiko penyakit tidak menular.
  4. Pelibatan anak sekolah agar literasi kesehatan tumbuh sejak usia muda.

Christophe menegaskan bahwa kesehatan tidak hanya soal mengobati penyakit yang sudah muncul. Menurut dia, banyak kondisi medis dapat ditangani lebih baik jika ditemukan lebih awal.

Keberlanjutan sebagai bagian dari transformasi kesehatan

Transformasi sistem kesehatan juga mencakup aspek keberlanjutan. APL mulai mengintegrasikan pengurangan emisi karbon, penggunaan energi terbarukan, dan pengurangan plastik dalam operasionalnya.

Perusahaan juga menjalankan program sosial seperti donor darah, layanan kesehatan gratis, serta kompetisi inovasi bagi mahasiswa. Langkah ini menunjukkan bahwa upaya memperkuat kesehatan publik tidak hanya bergantung pada satu pihak, melainkan pada kolaborasi berbagai sektor.

Di tengah tantangan geografis, risiko bencana, dan kebutuhan layanan yang terus meningkat, rantai pasok yang kuat menjadi elemen yang menentukan apakah pasien menerima obat tepat waktu dan dalam kondisi yang aman. Ketika distribusi, pelatihan tenaga kesehatan, inovasi terapi, dan edukasi masyarakat berjalan serempak, sistem kesehatan Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk menjadi lebih inklusif, tangguh, dan siap menjawab kebutuhan pasien di berbagai wilayah.

Baca selengkapnya di: www.suara.com

Terkait