Sering Gonta-ganti Lensa Kacamata, Bisa Jadi Tanda Awal Katarak

Sering berganti ukuran lensa kacamata dalam waktu singkat tidak selalu berarti resep mata Anda salah. Jika perubahan itu berulang dan disertai pandangan yang makin buram, kondisi tersebut perlu diwaspadai sebagai salah satu tanda katarak.

Dokter Spesialis Mata Subspesialis Katarak dan Bedah Refraksi dari Rumah Sakit Pondok Indah, Amir Shidik, menjelaskan katarak terjadi ketika lensa mata yang awalnya bening berubah menjadi keruh. Perubahan itu membuat cahaya sulit masuk dengan baik ke mata dan pada akhirnya mengganggu penglihatan secara perlahan.

Perubahan resep kacamata yang terlalu sering patut dicurigai

Katarak berkembang progresif dan kerap berjalan pelan. Karena itu, banyak orang tidak langsung sadar saat penglihatannya mulai menurun.

Salah satu petunjuk yang sering muncul adalah ukuran lensa kacamata cepat berubah. Kondisi ini terjadi karena kualitas penglihatan terus bergeser, sehingga kacamata yang baru diganti pun bisa terasa kurang nyaman lagi dalam beberapa bulan.

Amir menyebut gejala itu bisa terasa seperti ini: setelah lensa diganti, penglihatan sempat jelas, lalu kembali buram lagi beberapa waktu kemudian. Pola semacam ini perlu diperiksa lebih lanjut, terutama bila terjadi berulang tanpa sebab yang jelas.

Gejala katarak yang sering diabaikan

Selain perubahan resep kacamata, katarak juga dapat memunculkan keluhan lain yang sering dianggap sebagai masalah mata biasa. Keluhan itu bisa terasa ringan di awal, tetapi makin mengganggu saat kekeruhan lensa bertambah.

  1. Mata lebih sensitif terhadap cahaya.
  2. Silau saat mengemudi malam hari atau saat hujan.
  3. Lampu ruangan terasa terlalu terang dan mengganggu.
  4. Penglihatan tampak berkabut, berasap, atau seperti melihat melalui kaca kotor.
  5. Warna terlihat berubah dan ketajaman visual menurun.

Dalam tahap tertentu, sebagian penderita juga mengalami second sight, yaitu penglihatan dekat terasa lebih baik sementara penglihatan jauh justru memburuk. Pada fase lanjut, katarak bahkan dapat tampak sebagai bercak putih pada lensa mata ketika penyakit sudah memasuki tahap matang.

Mengapa katarak perlu diwaspadai sejak awal

Katarak bukan penyakit yang muncul mendadak, tetapi dampaknya bisa besar jika dibiarkan. Penurunan penglihatan yang berlangsung perlahan membuat banyak orang menunda pemeriksaan karena merasa masih bisa beraktivitas seperti biasa.

Padahal, gangguan ini dapat memengaruhi aktivitas harian, mulai dari membaca, menyetir, hingga mengenali wajah atau objek di sekitar. Jika keluhan terus bertambah, kualitas hidup ikut menurun meski pasien merasa belum buta total.

Pemburukan juga bisa membuat seseorang semakin sering mengganti lensa kacamata tanpa hasil yang benar-benar stabil. Situasi ini seharusnya menjadi sinyal bahwa masalahnya mungkin bukan sekadar minus, plus, atau silinder yang berubah.

Faktor risiko yang perlu diperhatikan

Amir mengatakan faktor risiko katarak cukup beragam dan tidak hanya terkait usia lanjut. Sejumlah kondisi dan kebiasaan dapat mempercepat proses kekeruhan lensa mata.

  1. Usia lanjut.
  2. Paparan sinar ultraviolet.
  3. Riwayat trauma pada mata.
  4. Penggunaan obat steroid.
  5. Diabetes.
  6. Obesitas.
  7. Kebiasaan merokok.
  8. Konsumsi alkohol.

Faktor-faktor tersebut tidak selalu langsung menyebabkan katarak, tetapi bisa meningkatkan risiko dalam jangka panjang. Karena itu, orang dengan faktor risiko perlu lebih peka saat penglihatannya mulai berubah.

Pemeriksaan dan penanganan yang efektif

Di tengah kekhawatiran masyarakat, Amir menegaskan katarak tetap bisa ditangani hingga tuntas. Hingga saat ini, metode yang paling efektif untuk mengatasinya adalah operasi.

Belum ada obat yang mampu menghilangkan kekeruhan pada lensa mata secara efektif. Karena itu, pemeriksaan ke dokter mata menjadi langkah penting ketika gejala mulai muncul, apalagi jika perubahan resep kacamata terasa makin sering dan disertai silau atau pandangan berkabut.

Pemeriksaan dini membantu dokter memastikan apakah keluhan berasal dari katarak atau dari gangguan mata lain. Semakin cepat diketahui, semakin tepat pula penanganan yang bisa diberikan sesuai kondisi pasien.

Bagi pembaca yang sering merasa ukuran lensa kacamata cepat tidak cocok lagi, terlebih jika penglihatan terasa kabur, silau, atau seperti tertutup kabut, kondisi itu sebaiknya tidak dianggap sepele. Pemeriksaan mata menjadi langkah paling aman untuk memastikan penyebabnya dan mencegah penurunan penglihatan yang lebih jauh.

Baca selengkapnya di: lifestyle.bisnis.com
Exit mobile version