Varises adalah kondisi ketika pembuluh darah vena di kaki melebar, berkelok, dan tampak menonjol di bawah kulit akibat aliran darah yang tidak lancar kembali ke jantung. Banyak orang mengira varises hanya masalah penampilan, padahal kondisi ini bisa menjadi tanda penyakit vena kronis yang perlu ditangani lebih awal agar tidak berkembang menjadi komplikasi.
Di Indonesia maupun secara global, varises cukup umum terjadi pada orang dewasa, terutama pada perempuan dan mereka yang sering berdiri atau duduk terlalu lama. Data yang dikutip dari Journal of Vascular Surgery dan World Health Organization menunjukkan prevalensi varises mencapai sekitar 25% pada perempuan dan 10–15% pada laki-laki di seluruh dunia.
Apa Itu Varises dan Mengapa Terjadi
Varises muncul saat katup di dalam vena melemah atau rusak, sehingga darah sulit mengalir naik dari tungkai bawah ke jantung. Akibatnya, darah menumpuk di pembuluh vena kaki dan membuat vena membesar serta terlihat menonjol di permukaan kulit.
Menurut dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K), FIHA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Heartology Cardiovascular Hospital, varises merupakan bagian dari penyakit vena kronis yang mencerminkan gangguan aliran balik darah di tungkai bawah. Ia menegaskan bahwa kondisi ini bersifat progresif dan akan makin sulit diatasi bila dibiarkan terlalu lama.
Penyebab dan Faktor Risiko Varises
Ada beberapa faktor yang membuat seseorang lebih berisiko mengalami varises. Faktor utama biasanya berkaitan dengan tekanan berlebih di pembuluh vena kaki dan melemahnya dinding pembuluh darah.
- Berdiri atau duduk dalam waktu lama.
- Riwayat keluarga dengan varises.
- Usia yang semakin bertambah.
- Kelebihan berat badan atau obesitas.
- Kehamilan.
- Perubahan hormon, termasuk saat menopause.
- Kurang aktif bergerak.
Pada pria, varises sering dijumpai pada pekerja yang berdiri lama seperti petugas keamanan, tenaga medis, dan pekerja pabrik. Kondisi ini juga kerap muncul pada mereka yang duduk terlalu lama, seperti pengemudi dan pekerja kantoran.
Pada perempuan, risiko meningkat karena pengaruh hormon estrogen dan progesteron yang dapat melemahkan dinding pembuluh darah. Saat hamil, tekanan di dalam perut juga bertambah dan memberi beban lebih besar pada vena di tungkai.
Gejala Varises yang Sering Diabaikan
Gejala varises biasanya berkembang perlahan sehingga banyak orang tidak menyadarinya pada tahap awal. Keluhan awal sering dianggap sepele karena muncul hanya setelah aktivitas atau saat sore hari.
Beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain:
- Kaki terasa berat atau cepat lelah.
- Nyeri tumpul setelah berdiri lama.
- Pergelangan kaki membengkak, terutama pada sore hari.
- Muncul pembuluh darah halus berwarna biru atau keunguan di bawah kulit.
- Vena tampak menonjol, tebal, dan berliku di permukaan kulit.
- Kulit di betis bawah menggelap pada kondisi yang lebih lanjut.
Pada tahap lanjut, varises bisa memicu perubahan warna kulit, peradangan, hingga luka yang sulit sembuh. Bercak kehitaman di kaki juga tidak selalu terkait diabetes, karena bisa menjadi tanda penyakit vena kronis yang sudah berlangsung lama.
Mengapa Varises Tidak Boleh Dibiarkan
Varises bukan sekadar keluhan kosmetik karena gangguan ini bisa berkembang menjadi masalah kesehatan yang serius. Bila aliran darah vena terus terganggu, tekanan di pembuluh meningkat dan memicu berbagai komplikasi.
Komplikasi yang dapat muncul meliputi:
- Insufisiensi vena kronis.
- Pembengkakan kaki yang menetap.
- Perubahan warna dan tekstur kulit.
- Ulkus atau luka kronis pada kaki.
- Trombosis vena dalam atau DVT.
Dr. Emanoel menekankan bahwa banyak pasien baru datang ketika sudah merasakan nyeri, bengkak, atau bahkan luka di kaki. Ia menyebut penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih berat.
Cara Mencegah Varises
Pencegahan varises berfokus pada upaya mengurangi tekanan di pembuluh vena dan menjaga sirkulasi darah tetap lancar. Langkah ini penting terutama bagi orang dengan faktor risiko tinggi.
Langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
- Bergerak aktif secara rutin dan hindari duduk terlalu lama.
- Berjalan singkat atau menggerakkan kaki secara berkala saat bekerja.
- Mengatur berat badan agar tetap ideal.
- Mengangkat kaki ketika beristirahat untuk membantu aliran balik darah.
- Menghindari berdiri diam dalam waktu lama.
- Menggunakan pakaian yang tidak terlalu ketat di area pinggang dan kaki.
- Memakai stoking kompresi bila dianjurkan dokter.
Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi tekanan pada vena kaki dan menurunkan risiko varises semakin parah.
Cara Mengobati Varises
Penanganan varises perlu disesuaikan dengan tingkat keparahan dan kondisi pembuluh darah masing-masing pasien. Pemeriksaan yang tepat menjadi dasar untuk memilih terapi yang paling sesuai.
Di Heartology, evaluasi dilakukan menggunakan Duplex Ultrasound Vaskular untuk menilai fungsi katup vena dan mendeteksi lokasi sumbatan dengan akurasi tinggi. Hasil pemeriksaan ini membantu dokter menentukan tindakan yang paling efektif.
Pilihan penanganan varises antara lain:
- Terapi kompresi medis untuk membantu aliran balik darah.
- Sclerotherapy, yaitu penyuntikan larutan khusus untuk menutup vena yang bermasalah.
- Radiofrequency Ablation untuk menutup vena dengan energi panas terkontrol.
- Laser Vein Therapy sebagai tindakan minim invasif tanpa sayatan besar.
Sejumlah prosedur minim invasif memungkinkan pasien pulang di hari yang sama dan biasanya memiliki masa pemulihan lebih cepat dibanding operasi terbuka. Namun, pilihan terapi tetap harus ditentukan dokter berdasarkan hasil pemeriksaan dan kondisi klinis pasien.
Kapan Harus Periksa ke Dokter
Pemeriksaan medis perlu dilakukan jika kaki mulai terasa berat, bengkak, atau muncul vena menonjol yang makin jelas dari waktu ke waktu. Keluhan yang disertai perubahan warna kulit, nyeri menetap, atau luka yang sulit sembuh juga perlu segera dievaluasi.
Semakin cepat varises ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan vena yang lebih luas. Penanganan dini juga membantu menjaga fungsi pembuluh darah tetap baik dan menurunkan risiko komplikasi jangka panjang.
Source: lifestyle.bisnis.com