Kemenkes Minta Dunia Usaha Turun Tangan, Dengue Ancam Produktivitas Pekerja

Kementerian Kesehatan mendorong pelaku usaha untuk ikut lebih aktif menekan kasus dengue melalui Gerakan SIAP Lawan Dengue. Langkah ini menekankan bahwa dengue bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga masalah produktivitas karena banyak menyerang kelompok usia kerja.

Data Kemenkes menunjukkan hingga 14 April 2026 ada 30.465 kasus dengue di Indonesia dengan 79 kematian. Kasus itu tersebar di ratusan kabupaten dan kota, sehingga pencegahan perlu dilakukan bersama lintas sektor, termasuk di lingkungan kerja.

Dengue Jadi Ancaman di Kelompok Usia Produktif

Ketua Tim Kerja Penyakit Akibat Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, dr. Fadjar SM Silalahi, menyebut dengue kerap dikenal masyarakat sebagai demam berdarah. Ia menegaskan bahwa infeksi dengue punya spektrum yang lebih luas dan tidak selalu langsung muncul sebagai gejala berat.

“Infeksi dengue itu spektrumnya luas, tidak semua langsung menjadi demam berdarah, tetapi tetap disebabkan oleh virus yang sama dan harus diwaspadai,” ujarnya dalam acara SIAP Lawan Dengue di Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026).

Menurut Fadjar, kelompok usia 15 hingga 44 tahun menjadi yang paling terdampak. Kondisi itu membuat perlindungan terhadap pekerja menjadi penting karena sakit dengue dapat mengganggu aktivitas harian dan menekan kinerja perusahaan.

Perusahaan Diminta Ambil Peran

Kemenkes menilai upaya pencegahan dengue tidak bisa hanya dibebankan pada sektor kesehatan. Perusahaan juga diminta terlibat dalam meningkatkan kesadaran internal, menjaga lingkungan kerja, dan memperkuat perlindungan kesehatan karyawan.

Pendekatan ini dinilai relevan karena beban penyakit tidak hanya terlihat dari angka kasus dan kematian. Dampaknya juga muncul dalam kehilangan waktu sehat dan turunnya produktivitas, yang tercermin dari tingginya angka Disability Adjusted Life Years atau DALYs.

Fadjar menegaskan bahwa perlindungan di tempat kerja menjadi penting untuk menjaga keberlangsungan aktivitas usaha. Ia menyebut kelompok usia produktif adalah pihak yang paling terdampak sehingga pencegahan di lingkungan kerja harus diperkuat.

Pencegahan Tetap Jadi Kunci

Kemenkes menempatkan pencegahan sebagai langkah utama untuk menekan kasus dengue. Upaya itu mencakup pengendalian lingkungan, perlindungan diri, hingga vaksinasi sebagai bagian dari pencegahan yang lebih luas.

Gerakan SIAP Lawan Dengue juga sejalan dengan target global Organisasi Kesehatan Dunia untuk mencapai nol kematian akibat dengue pada 2030. Fadjar menegaskan bahwa kasus bisa terjadi, tetapi tidak semestinya berakhir fatal jika penanganannya tepat.

“Targetnya zero death pada 2030, artinya orang boleh sakit tetapi tidak boleh meninggal karena dengue. Ini menunjukkan bahwa penyakit ini sebenarnya bisa dicegah jika penanganannya tepat,” katanya.

Di tengah tingginya kasus yang masih terjadi, keterlibatan pelaku usaha menjadi semakin penting. Dukungan dari dunia kerja diharapkan membantu membangun lingkungan yang lebih aman, memperkuat perlindungan karyawan, dan ikut menekan beban dengue yang masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat.

Source: lifestyle.bisnis.com
Exit mobile version