Jangan Salah Simpan Telur, Begini Cara Agar Tak Cepat Busuk dan Aman Dimakan

Telur memang jadi bahan makanan serbaguna yang hampir selalu ada di dapur, tetapi penyimpanannya tidak boleh asal. Kesalahan kecil dalam menyimpan telur bisa membuat kualitasnya turun lebih cepat dan meningkatkan risiko keracunan makanan.

Telur rebus dan telur mentah juga punya masa simpan yang berbeda. Telur rebus umumnya hanya bertahan sekitar satu minggu di lemari es, sedangkan telur mentah dalam cangkang bisa lebih awet jika disimpan dengan benar.

Mengapa telur bisa cepat rusak

Telur dapat busuk karena terkontaminasi bakteri, terutama Salmonella, yang kerap menjadi penyebab keracunan makanan. Dalam kondisi normal, cangkang telur memiliki lapisan pelindung alami yang membantu mencegah bakteri masuk ke dalam telur.

Masalah muncul saat lapisan itu hilang, misalnya karena telur dicuci atau direbus. Seiring waktu, telur juga mengalami penurunan mutu karena air dan udara keluar lewat pori-pori cangkang.

Proses itu membuat kantung udara di dalam telur membesar. Putih telur menjadi lebih encer, sementara kuning telur kehilangan kekentalan dan elastisitasnya.

Cara simpan telur agar lebih tahan lama

Suhu dingin memegang peran penting dalam menjaga kualitas telur. Penyimpanan di bawah 4 derajat celsius membantu memperlambat pertumbuhan bakteri.

Telur sebaiknya diletakkan di bagian dalam lemari es, bukan di pintu. Area pintu lebih sering mengalami perubahan suhu karena sering dibuka dan ditutup.

Wadah tertutup atau karton asli juga lebih baik untuk menyimpan telur. Cara ini membantu menjaga kondisi telur tetap stabil dan melindunginya dari kontaminasi bau makanan lain.

Untuk telur rebus, simpan telur tetap bersama cangkangnya sampai akan dimakan. Langkah ini membantu menjaga kelembapan dan mengurangi risiko kontaminasi.

Jika telur rebus sudah dikupas, simpan dalam wadah kedap udara. Tisu dapur yang sedikit lembap juga bisa membantu mencegah permukaan telur menjadi kering.

Batas waktu aman menyimpan telur rebus

Telur rebus, baik yang masih bercangkang maupun yang sudah dikupas, dapat disimpan di lemari es hingga satu minggu. Namun, telur rebus harus segera dimasukkan ke kulkas maksimal dua jam setelah direbus.

Jika dibiarkan terlalu lama di suhu ruang, risiko bakteri berkembang akan meningkat. Karena itu, telur rebus tidak disarankan dibiarkan lama di luar lemari es.

Telur rebus juga tidak dianjurkan dibekukan. Pembekuan dapat merusak tekstur dan membuat telur kurang enak saat dikonsumsi.

Tanda telur sudah tidak layak makan

Cara paling sederhana untuk mengenali telur busuk adalah dengan mencium baunya. Telur yang sudah rusak biasanya mengeluarkan aroma belerang yang menyengat.

Kondisi cangkang juga perlu diperhatikan. Jika cangkang retak, berlendir, atau berjamur, telur sebaiknya tidak digunakan.

Pada telur rebus, cangkang yang terasa licin atau tampak memiliki warna tidak normal juga bisa menjadi tanda masalah. Jika muncul tanda seperti itu, lebih aman untuk tidak mengonsumsinya.

Uji telur dengan air

Salah satu cara yang sering dipakai untuk mengecek kesegaran telur adalah uji air. Telur yang segar akan tenggelam dan berada dalam posisi horizontal di dasar wadah.

Jika telur berdiri tegak atau sedikit miring, artinya telur sudah tidak terlalu segar, tetapi masih mungkin dikonsumsi. Sementara telur yang mengapung sebaiknya dibuang karena sudah tidak layak makan.

Perubahan warna kuning telur menjadi hijau keabu-abuan kerap membuat orang khawatir. Namun, kondisi itu biasanya muncul akibat perebusan terlalu lama dan bukan berarti telur busuk.

Hal penting saat telur akan dimakan

Meski terlihat baik dari luar, telur tetap bisa membawa bakteri jika tidak dimasak dengan benar. Karena itu, telur perlu dimasak hingga matang sempurna sebelum dikonsumsi.

Langkah ini terutama penting bagi anak-anak, ibu hamil, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah. Selain itu, tanggal kedaluwarsa tidak boleh jadi satu-satunya patokan karena tanda fisik telur juga perlu diperiksa sebelum digunakan.

Dengan penyimpanan yang tepat, telur bisa tetap aman dan lebih tahan lama di dapur. Kuncinya ada pada suhu dingin, wadah yang sesuai, serta kebiasaan memeriksa kondisi telur sebelum dimasak atau disantap.

Source: www.beritasatu.com

Terkait