Tingginya angka kematian dan kecacatan akibat stroke di Indonesia membuat kecepatan penanganan menjadi faktor yang sangat menentukan. Pada fase awal, aliran darah yang terhambat dapat memicu kerusakan sel otak dalam waktu singkat, sehingga layanan rumah sakit yang siap dan terkoordinasi menjadi kunci untuk menekan risiko cacat permanen.
PT Siloam International Hospitals Tbk. menyoroti bahwa stroke masih termasuk penyebab kematian dan disabilitas tertinggi di Indonesia. Setiap tahun, ratusan ribu kasus stroke terjadi dan banyak di antaranya berujung pada kecacatan permanen karena pasien terlambat mendapat penanganan medis.
Respons cepat jadi penentu
Hospital Director Siloam Hospitals Lippo Village, Erick Prawira Suhardhi, menjelaskan bahwa fase awal stroke iskemik akut sangat menentukan peluang pemulihan pasien. Kondisi ini terjadi karena gangguan aliran darah dapat merusak sel otak dengan cepat, sehingga setiap menit penanganan memiliki dampak besar terhadap hasil akhir pasien.
Erick menyampaikan bahwa rumah sakit memperkuat layanan stroke terintegrasi agar pasien bisa melewati tahap kritis dengan respons yang lebih cepat. Layanan tersebut mencakup penanganan kegawatdaruratan, diagnosis cepat, intervensi medis, hingga rehabilitasi pasien.
Layanan terintegrasi dari awal hingga pemulihan
Siloam menyusun sistem penanganan stroke dengan melibatkan dokter spesialis saraf, bedah saraf, radiologi, ICU, dan rehabilitasi medik dalam satu alur layanan. Koordinasi lintas disiplin ini dibutuhkan agar pasien segera mendapat tindakan medis yang sesuai saat kondisi masih berada pada fase paling kritis.
Selain tenaga medis, rumah sakit juga mengandalkan teknologi medis dan protokol klinis berbasis bukti. Kombinasi tersebut ditujukan untuk mempercepat pengambilan keputusan medis, memperjelas diagnosis, dan menjaga kesinambungan perawatan dari fase akut hingga masa pemulihan.
Standar internasional untuk memperkuat kepercayaan pasien
Siloam menyebut penguatan layanan stroke juga diarahkan agar pasien di Indonesia dapat memperoleh layanan berstandar internasional di dalam negeri. Dengan demikian, kebutuhan penanganan yang cepat dan teruji tidak harus selalu dicari ke luar negeri.
Pentingnya memilih fasilitas kesehatan dengan kesiapan sistem stroke yang baik menjadi sorotan utama dalam upaya menekan risiko kecacatan permanen. Rumah sakit yang mampu merespons cepat dan terkoordinasi dinilai lebih berpeluang membantu pasien stroke akut mencapai pemulihan yang lebih baik.
Sertifikasi JCI untuk Acute Ischemic Stroke
Siloam menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi Clinical Care Program untuk Acute Ischemic Stroke dari Joint Commission International pada 11 Maret 2026. Sertifikasi itu menandakan bahwa sistem yang digunakan rumah sakit telah memenuhi standar internasional dalam penanganan stroke iskemik akut.
Erick menegaskan bahwa pencapaian tersebut menunjukkan kemampuan sistem rumah sakit dalam memberikan respons yang cepat, terkoordinasi, dan sesuai standar. Dalam konteks stroke, kesiapan seperti ini dinilai penting karena penanganan yang terlambat dapat memperbesar risiko kecacatan yang menetap pada pasien.
