Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengonfirmasi bahwa wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius kini terkait dengan tujuh kasus positif. Di tengah penelusuran kasus tersebut, tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia selama perjalanan dari Amerika Selatan.
Jenis hantavirus yang menjadi sorotan adalah strain Andes, yakni varian yang disebut berpotensi menular antarmanusia. Meski begitu, WHO menegaskan risiko wabah besar masih tergolong rendah, meski kewaspadaan tetap diperlukan karena pola penularan strain ini berbeda dari hantavirus pada umumnya.
Jenis hantavirus yang diduga merebak di MV Hondius
WHO menyebut sebagian penumpang diduga terinfeksi strain Andes, salah satu jenis hantavirus yang perlu diawasi lebih ketat. Virus ini dikenal sebagai penyakit langka yang umumnya berpindah dari hewan pengerat, terutama tikus, atau dari kotorannya.
Gejala hantavirus dapat muncul dalam bentuk demam, nyeri otot, tubuh lemas, muntah, diare, sakit perut, hingga sesak napas. Karena gejalanya dapat berkembang menjadi serius, otoritas kesehatan mendorong pemantauan ketat terhadap penumpang yang sempat berada satu kapal dengan kasus positif.
Kasus bertambah dari penumpang yang sudah dipulangkan
Penambahan kasus terbaru datang dari warga Amerika Serikat dan warga Prancis yang sebelumnya telah dipulangkan ke negara masing-masing. Otoritas kesehatan Spanyol juga menemukan satu kasus positif sementara pada warga Spanyol yang kini menjalani karantina di Madrid setelah dievakuasi dari kapal.
Di Amerika Serikat, dua warganya yang dipulangkan dari MV Hondius menjalani perjalanan dengan unit biokontainmen sebagai langkah pencegahan. Salah satu di antaranya dilaporkan mengalami gejala ringan setelah tiba di AS dan kini masih dipantau kesehatannya.
Pejabat sementara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC, Dr Jay Bhattacharya, meminta publik tidak bereaksi berlebihan. Ia menegaskan bahwa penularan hantavirus antarmanusia sangat jarang terjadi dan berbeda dari Covid-19 yang penyebarannya lebih cepat.
Penanganan ketat di Prancis dan Spanyol
Di Prancis, Menteri Kesehatan Stéphanie Rist mengonfirmasi bahwa satu perempuan yang dipulangkan dari kapal pesiar tersebut dinyatakan positif hantavirus. Gejala mulai muncul saat penerbangan evakuasi dari Tenerife menuju Bandara Le Bourget di Paris pada Minggu waktu setempat.
Pemerintah Prancis menyebut pasien itu satu dari lima warga Prancis yang dievakuasi dari MV Hondius. Empat warga lainnya dinyatakan negatif, tetapi tetap harus menjalani isolasi setidaknya selama 15 hari untuk mencegah kemungkinan penularan.
Otoritas kesehatan Prancis juga melacak 22 warga negaranya yang sempat berada dalam penerbangan lain terkait klaster kasus ini. Sebagian dari mereka diketahui melakukan perjalanan dari Saint Helena menuju Johannesburg, lalu dari Johannesburg ke Amsterdam.
Di Spanyol, pemerintah menetapkan 6 Mei sebagai “hari nol” dalam perhitungan masa karantina penumpang MV Hondius. Dengan ketentuan itu, masa isolasi penumpang dan awak kapal bisa berlangsung hingga 42 hari sesuai rekomendasi WHO.
Kementerian Kesehatan Spanyol menyebut langkah karantina ketat diperlukan untuk memutus kemungkinan rantai penularan setelah dua kasus positif ditemukan terkait kapal tersebut. Seluruh penumpang yang menjalani karantina juga akan menjalani tes PCR berulang sebelum kondisi mereka dievaluasi kembali.
Mengapa strain Andes jadi perhatian
Strain Andes mendapat perhatian khusus karena ada kemungkinan penularan antarmanusia, meski risikonya tetap dinilai rendah. WHO menegaskan bahwa situasi ini belum mengarah pada penyebaran luas, namun tetap perlu pengawasan karena kasus-kasus baru masih terus ditelusuri lintas negara.
Dalam konteks MV Hondius, perhatian utama kini tertuju pada identifikasi penumpang yang sempat kontak dekat, pemeriksaan berulang, dan pembatasan mobilitas selama masa observasi. Langkah-langkah itu menjadi kunci untuk memastikan wabah tetap terkendali di tengah temuan kasus positif baru dari beberapa negara.
Source: lifestyle.bisnis.com